Kesehatan
Peneliti BRIN Sebut Teripang Sebagai Antikanker
JAYAKARTA NEWS – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan, kandungan senyawa saponin dalam teripang berfungsi sebagai antikanker yang perlu dimanfaatkan.
“Senyawa saponin (triterpen glikosida) yang terkandung di dalamnya berfungsi sebagai antikanker, imunostimulan, dan antiinflamasi,” ujar Periset Pusat Riset Teknologi Proses Pangan (PRTPP) BRIN, Muhammad Nursid.
Nursid mengatakan, saponin bekerja dengan cara merusak membran sel kanker, menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram), serta menghambat proliferasi sel tanpa merusak sel-sel normal.
“Kandungan senyawa aktif teripang ini mendukung pengembangan bahan baku alami untuk terapi degeneratif, seperti kanker, diabetes, maupun penuaan dini,” jelas Nursid.
Selain manfaat tersebut, keunggulan lain dari senyawa bioaktif teripang adalah stabilitasnya yang tinggi terhadap panas dan proses pengolahan.
Hal ini membuka peluang besar untuk pemanfaatannya sebagai bahan suplemen dan pangan fungsional.
Hasil uji toksikologi yang telah dilakukan juga menunjukkan ekstrak teripang hitam aman dikonsumsi, bahkan memberikan efek positif terhadap sistem pencernaan pada dosis yang aman.
Nursid mengatakan, Teripang sejak lama dikenal memiliki kandungan gizi tinggi, protein melimpah, serta berbagai senyawa aktif yang memiliki manfaat baik bagi kesehatan tubuh manusia.
“Teripang bukan hanya komoditas ekspor bernilai ekonomi, tetapi juga sumber senyawa bioaktif yang bisa dikembangkan menjadi bahan suplemen kesehatan dan kosmetika,” kata Nursid, dikutip Senin (8/12/2025).
Berdasarkan hasil riset yang dilakukan, spesies Holothuria atra atau dikenal dengan teripang hitam memiliki aktivitas biologis yang luas.
“Sedangkan senyawa peptida bioaktif berpotensi sebagai antidiabetes, antihipertensi, dan antimikroba,” papar Nursid seperti dikutip dalam laman BRIN.
Menurut Nursid, bahan alami yang dikembangkan tidak hanya efektif secara biologis, tetapi juga aman digunakan dalam jangka panjang.
Selain itu, kata Nursid, produk berbasis teripang dapat dikembangkan untuk berbagai aplikasi, mulai dari suplemen kesehatan, bahan kosmetik antiaging, hingga produk farmasi herbal.
Meski begitu, lanju Nursid, pengembangan potensi ini harus disertai dengan konservasi dan budi daya berkelanjutan.
“Eksploitasi berlebihan dapat mengancam populasi teripang di alam. Karena itu, riset kami juga mendorong pendekatan budi daya berkelanjutan agar keseimbangan ekosistem laut tetap terjaga,” tegas Nursid. (yog)
