Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Tanpa Rexach, Messi Tidak Akan Jadi Bintang Barca - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Profil

Tanpa Rexach, Messi Tidak Akan Jadi Bintang Barca

Published

on

Lionel Messi

KATA-KATA “ace Argentina” diambil dari kutipan film dokumenter ‘Take the Ball, Pass the Ball‘. Dapatkah Anda membayangkan bagaimana hal-hal yang bisa terjadi bagi Barcelona, jika mereka memilih untuk melecehkan  Lionel Messi? Menurut ace Argentina, hal tersebut sesungguhnya lebih dari sekedar kemungkinan.

Berbicara dalam film dokumenter Take the Ball, Pass the Ball, Messi berbagi pandangannya  tentang kemunculannya menjadi bintang, yang sebenarnya bisa saja terjadi di tempat lain apabila  saran dari pelatih yang tidak ia disebutkan namanya,   diikuti oleh Barcelona.

“Benar-benar rumit untuk menandatangani pemain muda seperti itu dari luar negeri dan harus membawanya ke Barcelona. Charly Rexach lah yang membuatnya terjadi kembali pada hari itu,” kata Messi.

“Setelah dia bertemu dengan saya, dia memutuskan bahwa Barcelona  memang menginginkan saya. Meskipun ada satu pelatih yang tidak menginginkan saya, keputusan itu didukung oleh sebagian besar pelatih  tim muda. Mereka adalah kunci untuk kedatangan saya ke Barcelona,” tambah pemain itu.

 

Carles Rexach dan Messi

Carles Rexach, yang mantan pelatih kepala tim yunior,  mengungkapkan bagaimana dia memaksa para eksekutif Barcelona untuk bergabung dan menerima kedatangan  Messi, yang ketika itu  dia baru berusia 13 tahun.

“Saya berhasil, karena saya tidak mau menerima jawaban. Mereka terus mengatakan kepada saya untuk bersikap mudah dan mencoba untuk menyepakati  orang lain, tetapi saya mengatakan kepada mereka, bahwa Messi luar biasa, bahwa kami perlu mengontraknya,” kata Rexach.

Akhirnya, Barcelona sepakat  memutuskan untuk membayar kedatangan  Messi, dengan memberikan dana untuk segala keperluan Messi termasuk perawatan medis yang membantunya terkait dengan masalah pertumbuhannya. Sisanya, sebagaimana yang mereka katakan, adalah sejarah.***

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement