• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Pascapengukuhan Pengurus Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi oleh Gubernur DKI Jakarta – Bagian 1

Pascapengukuhan Pengurus Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi oleh Gubernur DKI Jakarta – Bagian 1

August 29, 2026
Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

October 12, 2026
Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

October 12, 2026
Kementan Sebut Beras Food Station Cipinang tak Sesuai Standar

Serapan Gabah dan Beras Petani Tembus 4,1 Juta Ton, BULOG Perkuat Cadangan Pangan Nasional

October 11, 2026
HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

October 11, 2026
Prabowo Dorong Bahasa Asing dari SD, Menteri P2MI: Bekal Pekerja Migran Tembus Pasar Global

Kabar Baik! Malaysia Usul Batas Maksimal Usia Calon Pekerja Migran Indonesia 45 Tahun

October 11, 2026
Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

October 10, 2026
Malaysia Naikkan Upah Minimum Jadi RM2.000, Upah Pekerja Migran Indonesia Ikut Naik?

Malaysia Naikkan Upah Minimum Jadi RM2.000, Upah Pekerja Migran Indonesia Ikut Naik?

October 10, 2026
Polda Bali Gagalkan Penyelundupan 22 Ekor Penyu Hijau di Perairan Pulau Serangan

Polda Bali Gagalkan Penyelundupan 22 Ekor Penyu Hijau di Perairan Pulau Serangan

October 10, 2026
Prof Dr Faruk, Pidato Kebudayaan 15 Tahun Sastra Bulan Purnama

Prof Dr Faruk, Pidato Kebudayaan 15 Tahun Sastra Bulan Purnama

October 10, 2026
Rupa Buku Rupa Kata

Rupa Buku Rupa Kata

October 10, 2026
Tokoh Masyarakat Kotamobagu Temui Kolonel Edward Sitorus, Bintang TNI di Medsos

Tokoh Masyarakat Kotamobagu Temui Kolonel Edward Sitorus, Bintang TNI di Medsos

October 10, 2026
Rencana Penyesuaian Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek, Rekomendasi DTKJ dan Peningkatan Pelayanan

Rencana Penyesuaian Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek, Rekomendasi DTKJ dan Peningkatan Pelayanan

October 10, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 12, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Pascapengukuhan Pengurus Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi oleh Gubernur DKI Jakarta – Bagian 1

by Redaksi
August 29, 2026
in Kolom
0
Pascapengukuhan Pengurus Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi oleh Gubernur DKI Jakarta – Bagian 1

Dr. Achmad Fachrudin, M.Si, Mantan Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Betawi

491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Dr. Achmad Fachrudin, M.Si, Mantan Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Betawi

Pengukuhan mantan Gubernur DKI Jakarta, H. Fauzi Bowo (FB), sebagai Ketua Dewan Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi (LAKB) oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo pada Jumat, 28 Agustus 2026, berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 797 Tahun 2026 tentang Penetapan Ketua Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi, bukan sekadar seremoni kelembagaan.

Peristiwa tersebut dapat dibaca sebagai sejarah baru dan momentum penting dalam perjalanan panjang masyarakat Betawi mencari format kelembagaan yang mampu merepresentasikan identitas, adat, kebudayaan, sekaligus kepentingan sosial-politiknya di tengah perubahan Jakarta sebagai Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

Penetapan Fauzi Bowo sebagai Ketua LAKB, bersama sejumlah tokoh Betawi lainnya, antara lain Riano P. Ahmad, Ketua Bamus Betawi, H. Zainuddin atau H. Oding, Ketua Bamus Betawi 1982,  K.H. Lutfi Hakim, dan Ketua Umum Forum Betawi Rempug yang didapuk sebagai Wakil Ketua. Beberapa tokoh Betawi lainnya yang masuk Pengurus LAKB antara lain H. Ma’mun Amien, H. Nachrowie Ramli,  K.H. Mahfud Asirun An-Nadwi,  Marullah Matali, Margani M. Mustar, Sylviana Murni, Abdul Ghoni,   Beky Mardani, dan Munir Arsyad.

Deretaran nama-nama pengurus LAKB tersebut setidaknya menghadirkan sebuah titik temu setelah berlangsungnya perdebatan dan polarisasi mengenai format kelembagaan masyarakat Betawi. Perdebatan tersebut menguat terutama setelah lahirnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta yang mengamanatkan keberadaan lembaga adat di Jakarta.

Dengan demikian, pengukuhan LAKB dapat dipandang sebagai fase baru: perdebatan mengenai apa bentuk lembaga adat Betawi secara kelembagaan mulai menemukan titik pijaknya. Tantangan berikutnya bukan lagi semata-mata memperdebatkan nomenklatur, melainkan bagaimana mengisi institusi tersebut dengan substansi, kewenangan, program, mekanisme representasi, serta keberpihakan nyata kepada masyarakat Betawi. Di sinilah sesungguhnya ujian LAKB dimulai.

LAKB dan Ekosistem Ormas Betawi

Kehadiran LAKB tentu mempunyai konsekuensi terhadap keberadaan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Betawi yang selama ini tumbuh dalam jumlah dan karakter yang sangat beragam. LAKB tidak semestinya diposisikan sebagai organisasi yang menggantikan seluruh ormas Betawi, melainkan sebagai institusi yang mampu mengorkestrasi keberagaman tersebut dalam sebuah ekosistem kebudayaan dan kemasyarakatan yang produktif.

Saya pernah membuat metafora mengenai hubungan LAKB dengan ormas-ormas Betawi dengan struktur KNPI pada masa sebelum organisasi kepemudaan tersebut mengalami fragmentasi seperti sekarang. KNPI pada masa itu menjadi rumah bersama bagi berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan yang memiliki latar belakang, orientasi, dan karakter berbeda.

Metafora tersebut relevan untuk LAKB. Banyaknya ormas Betawi bukanlah kelemahan sepanjang keberagaman tersebut dapat dikelola menjadi kekuatan kolektif. Karena itu, LAKB perlu merumuskan semacam code of conduct atau tata relasi kelembagaan dengan ormas-ormas pendukungnya.

Tujuannya sederhana tetapi strategis: membangun kolaborasi, menciptakan mutual symbiosis, serta mencegah terjadinya tumpang tindih kewenangan (overlapping authority), konflik kelembagaan, maupun conflict of interest. Karena itu, LAKB harus didesan menjadi rumah besar, bukan rumah yang mengambil alih atau menganeksasi seluruh rumah-rumah kecil.

Dimensi Legal-Formal dan Adat

Secara legal-formal, kehadiran LAKB merupakan perkembangan penting dalam proses institusionalisasi masyarakat Betawi. Nomenklatur dan keberadaannya memiliki keterkaitan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta. Karena itu, LAKB tidak seharusnya berhenti pada legitimasi administratif, tetapi perlu ditransformasikan menjadi institusi yang memiliki legitimasi sosial, kultural, dan adat.

Di sinilah terdapat perbedaan antara legal authority dan social legitimacy. Keputusan gubernur dapat memberikan dasar formal bagi keberadaan organisasi, tetapi legitimasi sosial tidak lahir dari keputusan administratif. Ia dibangun melalui kepercayaan masyarakat, konsistensi perjuangan, integritas pengurus, dan kemampuan lembaga menghadirkan kemaslahatan.

Lebih jauh, dimensi adat LAKB perlu dikembangkan sebagai mekanisme penyelesaian persoalan sosial dan kebudayaan masyarakat Betawi yang berakar pada nilai-nilai adat, sekaligus selaras dengan nilai-nilai keislaman yang secara historis menjadi bagian penting dari identitas kebudayaan Betawi. Prinsip-prinsip seperti amanah, keadilan, musyawarah, tanggung jawab, persamaan, dan kemaslahatan dapat menjadi fondasi etis dalam penyelenggaraan kelembagaan adat.

Tantangannya memang tidak sederhana. Jakarta merupakan masyarakat urban yang plural, heterogen, dan sangat dinamis. Karena itu, membangun lembaga adat yang mempunyai daya ikat sosial kuat—terlebih jika sampai pada persoalan sanksi—memerlukan proses panjang. Namun pengalaman sejumlah daerah menunjukkan bahwa lembaga adat dapat mempunyai posisi yang signifikan ketika memperoleh legitimasi sosial dan menemukan titik temu dengan sistem hukum negara.

Belajar dari Bali dan Aceh

Bali merupakan salah satu contoh menarik mengenai bagaimana norma adat dan agama dapat mempunyai daya pengaruh yang sangat kuat dalam kehidupan publik. Pada Hari Raya Nyepi, misalnya, aktivitas masyarakat Bali mengalami pembatasan secara menyeluruh sesuai dengan prinsip Catur Brata Penyepian. Bahkan aktivitas penerbangan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dihentikan selama pelaksanaan Nyepi.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa efektivitas suatu norma tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan negara, tetapi juga oleh tingkat penerimaan sosial dan kepatuhan kolektif masyarakat terhadap nilai yang diyakininya. Dalam konteks ini, kekuatan adat justru tumbuh dari kesadaran bersama yang mengakar dalam kehidupan sosial, sehingga norma tidak hadir sebagai tekanan dari luar, melainkan sebagai kesepakatan moral yang ditaati dari dalam. Ketika nilai adat telah menjadi bagian dari kesadaran kolektif, kepatuhan masyarakat tidak lagi semata-mata bersifat koersif, tetapi berkembang menjadi bentuk tanggung jawab sosial dan identitas kultural yang dipelihara secara bersama-sama.

Aceh menawarkan pengalaman yang berbeda. Di wilayah ini terdapat proses historis yang mempertemukan hukum adat, norma keagamaan, dan hukum negara. Keberadaan Qanun Aceh, kelembagaan adat seperti Majelis Adat Aceh, serta mekanisme penyelesaian persoalan tertentu melalui struktur masyarakat gampong memperlihatkan bagaimana institusi adat dapat berinteraksi dengan sistem hukum formal.

Dari kedua pengalaman tersebut, LAKB dapat mengambil satu pelajaran penting: kekuatan lembaga adat tidak cukup dibangun melalui keputusan administratif, tetapi harus ditumbuhkan melalui legitimasi sosial, kepatuhan sukarela, konsistensi nilai, dan kemampuan menyelesaikan persoalan konkret masyarakat. (bersambung)

Tags: jayakartanews
Share196Tweet123
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

October 12, 2026
Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

October 12, 2026
Kementan Sebut Beras Food Station Cipinang tak Sesuai Standar

Serapan Gabah dan Beras Petani Tembus 4,1 Juta Ton, BULOG Perkuat Cadangan Pangan Nasional

October 11, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version