• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Sunday, October 4, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Krisis Kepercayaan FIFA Makin Panas, DBU Desak Pergantian Presiden

Krisis Kepercayaan FIFA Makin Panas, DBU Desak Pergantian Presiden

Redaksi by Redaksi
September 13, 2026
in Sport
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Asosiasi Sepak Bola Denmark (DBU) kembali melancarkan kritik terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino. Kali ini, DBU menuding Komite Hukum FIFA menghindari sejumlah pertanyaan penting mengenai rencana kontroversial yang sebelumnya diajukan Infantino.

Presiden DBU Jesper Moller mengaku kecewa setelah isu FIFA Forward Enterprise, yang kini telah dibatalkan, tidak masuk dalam agenda rapat Komite Hukum FIFA.

Padahal, menurut Moller, forum tersebut semestinya menjadi tempat untuk membahas persoalan hukum terkait FIFA, termasuk kontroversi seputar rencana penjualan hak komersial turnamen FIFA.

“Saya secara alami menggunakan pertemuan itu untuk mengajukan sejumlah pertanyaan kritis mengenai proses tersebut, yang hingga kini masih saya anggap sangat bermasalah,” kata Moller dalam pernyataannya.

Moller juga mempertanyakan alasan FIFA tidak membahas FIFA Forward Enterprise dalam rapat Komite Hukum.

“Saya terkejut bahwa FIFA Forward Enterprise tidak dibahas oleh Komite Hukum, karena justru badan inilah yang seharusnya dimintai pendapat mengenai persoalan hukum yang menyangkut FIFA,” ujarnya.

Menurut Moller, upayanya mendapatkan jawaban dari FIFA tidak membuahkan hasil. FIFA disebut memilih menunggu pembahasan dalam rapat Dewan FIFA yang dijadwalkan pada Oktober.

“Sayangnya, tidak mungkin mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut karena FIFA ingin menunggu pembahasan dalam rapat Dewan FIFA pada Oktober,” katanya.

Moller menilai situasi tersebut seharusnya menjadi kesempatan bagi pimpinan FIFA untuk menjelaskan persoalan yang dipermasalahkan.

“Ini jelas merupakan kesempatan yang baik bagi pimpinan FIFA untuk memberikan penjelasan.”

Al Jazeera telah menghubungi FIFA untuk meminta tanggapan.

Dewan FIFA memiliki 37 anggota, terdiri atas Presiden Gianni Infantino, delapan wakil presiden, serta 28 anggota lain yang dipilih oleh asosiasi anggota.

DBU memastikan tekanan terhadap FIFA belum akan berhenti.

“Kami akan terus mendesak agar ada jawaban dan saya yakin kami akan mengusut tuntas masalah yang sepenuhnya tidak dapat diterima ini,” kata Moller.

Ia bahkan kembali menyerukan pergantian pucuk pimpinan FIFA.

“Pertemuan tersebut menegaskan bahwa FIFA tidak dapat memulihkan kredibilitasnya di bawah kepemimpinan saat ini. Sudah saatnya ada pergantian presiden di FIFA.”

DBU Ingin Cari Penantang Infantino

DBU sebelumnya telah menyatakan akan mencari kandidat yang dianggap kredibel untuk menantang Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA 2027.

Sikap tersebut diambil setelah DBU menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap Infantino menyusul gagalnya rencana FIFA Forward Enterprise. Proposal tersebut sebelumnya berkaitan dengan penjualan hak komersial turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia.

“Saya akan terus bekerja sama erat dengan rekan-rekan dari Eropa untuk mencari kandidat yang mampu meraih dukungan mayoritas. Tidak ada lagi kepercayaan terhadap Infantino maupun kepemimpinan FIFA,” ujar Moller.

FIFA sebelumnya telah meminta maaf kepada asosiasi anggotanya terkait kesalahan dalam proses pengajuan rencana tersebut.

Namun, setelah pertemuan krisis di Maroko, jajaran pimpinan FIFA kembali menegaskan dukungan mereka terhadap Infantino.

Bagi DBU, langkah tersebut belum cukup untuk mengakhiri persoalan.

Federasi sepak bola Denmark itu menilai kontroversi FIFA Forward Enterprise telah memicu “krisis kepercayaan mendasar terhadap kepemimpinan FIFA”.

Menurut DBU, krisis tersebut tidak dapat dipulihkan hanya dengan membatalkan proposal atau menyampaikan permintaan maaf.

Meski ‘Digoyang’ Infantino Berpotensi Menang Lagi!

Di sisi lain, Infantino masih diperkirakan memiliki dukungan suara yang cukup untuk memenangkan pemilihan kembali.

Sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa kondisi itu membuat kubu yang menentang Infantino harus mengubah strategi. Mereka disebut perlu berfokus bukan hanya untuk menggagalkan pemilihan kembali Infantino, tetapi juga membatasi kekuasaannya.

Pemilihan Presiden FIFA akan digelar di Rabat, Maroko, pada 18 Maret 2027.

Penolakan terhadap Infantino Meluas

Kontroversi terkait rencana Infantino telah memicu reaksi keras dari berbagai konfederasi dan asosiasi sepak bola.

UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), serta CONCACAF termasuk pihak yang menyerukan perubahan di jajaran pimpinan FIFA. Wacana mengenai kemungkinan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Infantino juga ikut mencuat.

Penolakan juga mulai terlihat di tingkat asosiasi nasional Eropa.

Sejumlah federasi telah menarik dukungan terhadap pencalonan kembali Infantino, termasuk Federasi Sepak Bola Prancis pada Kamis dan Asosiasi Sepak Bola Austria (OFB).

Dewan Pengawas OFB bahkan mengambil keputusan secara bulat untuk tidak mendukung Infantino.

“Dewan Pengawas OFB secara bulat memutuskan untuk tidak mendukung pencalonan kembali Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA,” demikian pernyataan OFB.

Mereka menyebut keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan perkembangan yang terjadi dalam beberapa pekan dan bulan terakhir.

“Keputusan ini didasarkan pada perkembangan situasi dalam beberapa minggu dan bulan terakhir, serta perubahan signifikan pada kondisi dan kerangka kerja yang diakibatkannya.” (Sumber: Al Jazeera, Reuter, sumber lainnya)

Tags: FIFAGianni Infantinojayakartanews
Previous Post

Update Kasus Penembakan 3 ASN di Jayawijaya: Dua Tersangka Pelaku yang Buron Itu Anggota KKB

Next Post

Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3 TP

Redaksi

Redaksi

Next Post
Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3 TP

Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3 TP

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version