Connect with us

Sport

Tangis di Ujung Era: Lionel Messi Resmi Tinggalkan Timnas Argentina, Sang Legenda Akhirnya Berkata “Cukup”

Published

on

Lionel Messi/Foto: Instagram leomessi

JAYAKARTA NEWS— Dunia sepak bola kembali dibuat terdiam. Lionel Messi, nama yang selama lebih dari dua dekade menjadi wajah sepak bola Argentina, akhirnya mengambil keputusan besar: ia resmi mengakhiri kariernya bersama tim nasional Argentina.

Keputusan tersebut diumumkan Messi pada Senin, 31 Agustus 2026, melalui sebuah pesan emosional di media sosial. Bagi banyak penggemar, ini bukan sekadar pengumuman seorang pemain yang meninggalkan tim nasional. Ini adalah penanda berakhirnya sebuah era.

Surat Messi/Foto: Instagram leomessi

Namun, ada satu hal penting yang perlu digarisbawahi: Messi belum pensiun dari sepak bola profesional secara keseluruhan. Ia masih memperkuat Inter Miami di Major League Soccer. Kontraknya dengan klub Amerika Serikat tersebut bahkan masih berjalan hingga 2028.

Jadi, yang benar-benar berakhir adalah perjalanan Messi bersama Argentina.

“Keputusan yang menyakitkan hingga ke dalam jiwa”

Messi mengaku keputusan tersebut bukan sesuatu yang mudah. Setelah kekalahan Argentina dari Spanyol di final Piala Dunia 2026, ia membutuhkan waktu untuk memikirkan masa depannya.

Dalam pesan perpisahannya, Messi menulis:

“Ini adalah keputusan yang menyakitkan dan masih terasa menyakitkan jauh di dalam diri saya, tetapi saya memahami bahwa waktunya telah tiba.”

Ia juga menegaskan bahwa selama membela Argentina, dirinya selalu memberikan segalanya.

“Saya selalu memberikan semuanya untuk seragam ini, untuk membawa kebahagiaan kepada kalian dan membuat kalian bangga menjadi orang Argentina melalui sepak bola.”

Kutipan tersebut menggambarkan betapa emosionalnya keputusan Messi. Ia bukan pergi karena kehilangan kecintaan terhadap Argentina. Justru sebaliknya, rasa cinta itu menjadi salah satu alasan mengapa perpisahan ini terasa begitu berat.

Foto: Instagram leomessi

Messi juga menyebut bahwa waktunya di tim nasional memang sudah memasuki babak akhir. Ia merasa generasi muda Argentina kini sudah siap mendapatkan kesempatan.

“Saya telah memberikan semuanya yang saya miliki; sekarang saya tidak punya lagi yang bisa diberikan.”

Pesan itu menjadi simbol bahwa Messi ingin meninggalkan panggung internasional dengan kepala tegak, bukan menunggu sampai dirinya benar-benar tak mampu lagi bersaing.

Akhir Perjalanan 21 Tahun yang Luar Biasa

Messi pertama kali memperkuat tim senior Argentina pada 2005. Dari seorang pemain muda bertubuh kecil yang sempat mendapatkan kritik keras, ia berkembang menjadi kapten, pencetak gol terbanyak, sekaligus pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah Albiceleste.

Catatannya luar biasa: 207 pertandingan dan 125 gol untuk Argentina. Ia juga tampil dalam enam edisi Piala Dunia.

Foto: Instagram leomessi

Tetapi perjalanan Messi bersama Argentina tidak selalu indah.

Ia pernah kehilangan tiga final besar secara beruntun. Puncaknya terjadi pada periode 2014–2016, ketika Argentina gagal memenangkan Piala Dunia 2014 serta Copa América 2015 dan 2016.

Bahkan pada 2016, Messi sempat menyatakan pensiun dari tim nasional setelah Argentina kembali kalah dari Chile melalui adu penalti.

Namun, Messi kembali.

Dan keputusan untuk kembali itu kemudian mengubah seluruh kisahnya.

Dari pemain yang dikritik menjadi simbol kejayaan Argentina

Pada 2021, Messi akhirnya memenangkan trofi senior pertamanya bersama Argentina setelah mengalahkan Brasil di final Copa América.

Setahun kemudian, datang momen yang selama bertahun-tahun terasa seperti mimpi.

Piala Dunia 2022 di Qatar.

Messi memimpin Argentina menjadi juara dunia dan tampil luar biasa sepanjang turnamen. Dalam final dramatis melawan Prancis, ia mencetak dua gol sebelum Argentina akhirnya menang melalui adu penalti.

Seolah belum cukup, Argentina kembali memenangkan Copa América pada 2024.

Kini, setelah lebih dari dua dekade, Messi meninggalkan tim nasional dengan hampir seluruh pencapaian terbesar yang mungkin diraih seorang pemain.

Piala Dunia? Ada.

Copa América? Ada.

Finalissima? Ada.

Medali emas Olimpiade? Ada.

Rekor gol dan penampilan Argentina? Ada.

Dan yang paling penting: ia akhirnya berhasil membuat rakyat Argentina bangga.

Kekalahan dari Spanyol menjadi pertandingan terakhir

Ironisnya, pertandingan terakhir Messi bersama Argentina bukanlah kemenangan.

Argentina kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Messi dan rekan-rekannya harus puas menjadi runner-up.

Namun, kekalahan itu tidak menghapus apa yang sudah dibangun Messi.

Dalam Piala Dunia terakhirnya, Messi masih mampu memberikan kontribusi besar. Ia mencetak delapan gol sepanjang turnamen dan menunjukkan bahwa pada usia 39 tahun, dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi.

Tak lama setelah turnamen berakhir, Messi sebenarnya sudah menulis pesan perpisahannya. Ia mencatat bahwa keputusan tersebut telah dipikirkannya sejak Juli.

Kematian sang ayah, Jorge Messi, beberapa waktu kemudian semakin memperkuat keyakinannya untuk mengakhiri perjalanan bersama Argentina. Jorge bukan hanya ayah Messi, tetapi juga figur penting dalam perjalanan karier sang megabintang.

Bukan Pensiun Total

Di sinilah banyak judul berita berpotensi membuat pembaca salah paham.

Messi tidak berhenti bermain sepak bola sekarang juga.

Ia masih menjadi pemain Inter Miami dan masih tampil di MLS. Bahkan setelah Piala Dunia, Messi sempat mencetak empat gol dalam kemenangan besar Inter Miami atas Montreal.

Artinya, para penggemar masih bisa melihat Messi bermain.

Hanya saja, mereka tidak akan lagi melihatnya mengenakan jersey Argentina dalam pertandingan internasional.

Dan mungkin justru di situlah rasa kehilangan itu terasa paling kuat.

Tidak akan ada lagi Messi berdiri di tengah lapangan dengan ban kapten Argentina. Tidak ada lagi momen ketika stadion menyanyikan namanya sebelum pertandingan besar. Tidak ada lagi harapan bahwa si nomor 10 akan menciptakan keajaiban di menit-menit terakhir untuk Albiceleste.

Dunia Maya Langsung Ramai

Pengumuman Messi langsung memicu gelombang reaksi dari penggemar sepak bola.

Di Reddit, salah satu unggahan tentang pensiunnya Messi dari tim nasional mendapatkan lebih dari seribu upvote dalam waktu singkat. Salah satu komentar yang paling sederhana sekaligus menggambarkan suasana hati banyak penggemar berbunyi:

“The GOAT. Pleasure to watch him.”

Ada pula komentar yang menyebut:

“End of an era.”

Sementara penggemar lain mengatakan mereka justru lega melihat Messi pergi pada waktunya, setelah menyaksikan sang pemain tetap tampil luar biasa di Piala Dunia terakhirnya.

Di Argentina sendiri, suasananya bahkan jauh lebih emosional. Media lokal menggambarkan pengumuman tersebut sebagai “Fin de una era” — akhir sebuah era.

ANSA melaporkan bahwa jutaan tanda suka dan ratusan ribu komentar membanjiri unggahan Messi. Salah satu ungkapan yang ramai dirangkum media Argentina adalah:

“Gracias eternamente, Leo.”

Terima kasih selamanya, Leo.

Bahkan Presiden Argentina Javier Milei turut memberikan penghormatan dengan mengunggah foto Messi mengenakan jersey tim nasional disertai pesan singkat: “¡Muchas gracias, hombre imposible!”

Kini Messi menjadi penonton bagi Argentina

Ada satu bagian paling menyentuh dari pesan Messi.

Ia mengatakan bahwa mulai sekarang, dirinya akan menjadi salah satu orang yang mendukung Argentina dari luar lapangan.

Bayangkan sosok yang selama bertahun-tahun menjadi pusat perhatian kini hanya akan menyaksikan generasi berikutnya berjuang dari pinggir lapangan.

Messi telah memberikan lebih dari cukup.

Ia datang sebagai anak muda Rosario yang membawa mimpi besar. Ia melewati kritik, kegagalan, kekalahan di final, bahkan sempat meninggalkan tim nasional.

Namun ia kembali.

Dan ketika akhirnya pergi, ia meninggalkan Argentina sebagai juara dunia.

Itulah alasan mengapa perpisahan ini terasa berbeda.

Messi tidak pergi sebagai pemain yang gagal memenuhi harapan negaranya.

Ia pergi sebagai kapten yang telah memenangkan hampir semuanya.

Sepak bola selalu memiliki batas waktu. Pemain datang, berkembang, mencapai puncak, kemudian perlahan meninggalkan panggung.

Tetapi tidak semua pemain meninggalkan jejak seperti Lionel Messi.

Selama 21 tahun bersama Argentina, ia menciptakan terlalu banyak momen untuk dihitung: gol, assist, dribel, trofi, tangisan, kekalahan, kemenangan, dan akhirnya sebuah Piala Dunia.

Kini babak itu resmi berakhir.

Messi sendiri menutup pesannya dengan rasa bangga terhadap negaranya dan kecintaannya kepada Argentina.

Dan mungkin itulah kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan perpisahan ini:

Messi tidak benar-benar meninggalkan Argentina. Ia hanya berhenti bermain untuk Argentina.

Nomor 10 mungkin suatu hari akan dikenakan pemain lain. Kapten baru akan berdiri di lingkaran tengah. Generasi baru akan mengejar trofi.

Tetapi bagi jutaan orang, nama Lionel Messi akan selalu melekat pada satu warna: biru-putih.

Sang legenda telah pergi dari lapangan internasional.

Namun kisahnya bersama Argentina akan tetap hidup. (di/Sumber: Daily Mail, Reuters, dan sumber lainnya)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement