Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Soal Pencemaran Abu Batu Bara di Rusun Marunda, KPAI Minta Pemprov DKI Jakarta Lindungi Anak-Anak Terdampak - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Kabar

Soal Pencemaran Abu Batu Bara di Rusun Marunda, KPAI Minta Pemprov DKI Jakarta Lindungi Anak-Anak Terdampak

Published

on

JAYAKARTA NEWS— Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merasa prihatin dengan terjadinya  pencemaran batu bara di Rusun Marunda, Jakarta Utara, yang berdampak pada kesehatan warga, khususnya anak-anak ,mulai dari masalah pernafasan (ISPA), gatal-gatal pada kulit, ruang bermain anak yang penuh abu batu bara, dll. 

“Para guru dan Kepala Sekolah dari 3 satuan pendidikan tersebut mengakui bahwa abu batu bara sangat menganggu aktivitas di sekolah. Debu di lantai harus disapu dan di pel  sedikitnya 4 kali selama aktivitas PTM berlangsung dari pukul 6.30 sampai 13.00 wib karena ada sistem shift dalam PTM,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, melalui rilisnya Sabtu (12/3/2022).

Awalnya, Retno dari  KPAI mendapat informasi soal pencemaran tersebut dari Jhonny Simandjuntak, anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Minggu (6/3/2022). Menindaklanjuti informasi dari Anggota DPRD tersebut, Retno memutuskan untuk melakukan pengawasan pada pagi sampai siang hari di satuan pendidikan yang lokasinya terdekat dari aktivitas pengoalahan gunungan batu bara, yaitu di sekolah satu atap yang terdiri dari SDN Marunda 05, SMPN 290 dan SLB Negeri 08 Jakarta Utara pada Kamis (10/3). 

Gunungan batu bara dapat disaksikan dengan sangat jelas dari lantai 4 (empat)  SMPN 290 Jakarta.

“Para guru dan Kepala Sekolah dari 3 satuan pendidikan tersebut mengakui bahwa abu batu bara sangat menganggu aktivitas di sekolah. Debu di lantai harus disapu dan di pel  sedikitnya 4 kali selama aktivitas PTM berlangsung dari pukul 6.30 sampai 13.00 wib karena ada sistem shift dalam PTM,” ucap Retno.

Retno menambahkan,” Penjaga sekolah dan para petugas pembersih menyatakan bahwa abu batu bara mereda jika hujan, namun ketika udara panas maka abu batu bara terbawa angin dan mengotori semua ruang kelas dan benda-benda di dalamnya. Apalagi jika tidak ada aktivitas pembelajaran pada hari sabtu dan minggu, debu batu bara menumpuk dengan ketebalan bisa mencapai hampir 1 cm”. ***/din

Advertisement