Sensasi Kopi Fresh From The Oven

 Sensasi Kopi Fresh From The Oven

JARUM jam menunjukkan pukul 22.53 saat saya tiba di halaman pabrik kopi dan coklat Genesis di Jalan Raya Lembang, Bandung Barat, Jumat (22/12). Tujuh menit lagi cafe di pabrik itu akan tutup.

Bergegas saya turun dari taksi online yang saya tumpangi, mengejar waktu agar masih bisa memesan segelas kopi untuk menemani malam yang dingin di Bukit Maribaya, Lembang.

Malam ini saya menginap di Katsuba Resort. Tidak ada warung kopi di sini. Kecuali, warung kopi milik hotel sudah tutup sejak pukul 21.00.

“Maaf sudah tutup,” kata pelayan cafe, ketika saya mengorder segelas coffee latte.

“Beli kopi bubuknya saja bisa?” tanya saya yang dijawab dengan acungan jempol dan senyum ramah.

Di etalase terdapat banyak pilihan kopi. Aneka kopi terbaik Nusantara dari Gayo hingga Wamena tersedia. Semua masih dalam bentuk bean.

Tanpa pikir panjang, segera saya pilih kopi Wamena. Satu bungkus kopi biji dengan berat 200 gram.

Sudah hampir empat bulan ini saya mengonsumsi kopi Arabica dari pegunungan di Papua itu.

Bagi saya rasa kopinya enak. Saking enaknya, terlalu sulit untuk berpindah ke kopi jenis lainnya.

Pelayan cafe itu sungguh sigap. Sebungkus kopi Wamena seberat 200 gram pun segera siap dalam hitungan menit.

Menikmati kopi terbaik dalam kemasan, bagi saya sudah biasa. Tapi kopi kemasan yang baru keluar dari mesin produksi di pabrik, itu luar biasa.

Segelas kopi Wamena segera menghilangkan rasa penat setelah terjebak kemacetan 8 jam dari Jakarta menuju Maribaya. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *