Sempat Diremehkan, Tim Putri Indonesia Justru Berhasil Jadi Juara Grup Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu

 Sempat Diremehkan, Tim Putri Indonesia Justru Berhasil Jadi Juara Grup Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu

Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi /foto: PP PBSI

JAYAKARTA NEWS— Tim putri bulutangkis Indonesia yang awalnya ‘dipandang sebelah mata’, justru menjadi juara grup. Pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup Z Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu (BATC) 2022, Gregoria Mariska Tunjung dkk, berhasil menekuk Korea Selatan.

Dalam pertandingan di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, Kamis (17/2) petang, putri Skuad Garuda Muda sukses menjungkalkan tim Negeri Ginseng dengan 3-2. Sebelumnya Indonesia menang 4-1 atas Hong Kong dan mengungguli 5-0 Kazakhstan.

Kepastian Indonesia sebagai juara grup ditentukan Stephanie Widjaja yang tampil di partai kelima setelah mengatasi Kim Joo Eun, 21-11, 21-13. “Saya tegang juga sih, tetapi berusaha tenang biar mainnya lebih bagus. Kunci kemenangannya, saya yakin kalau saya lebih bagus. Saya senang karena bisa menang dan menjadi penentu,” kata Stephanie.

Sebelumnya Gregoria membawa Indonesia memimpin 1-0 setelah mengalahkan Sim Yu Jin. Lewat penampilan apik, terutama di gim pembuka, kapten tim putri Indonesia itu menang 21-6, 21-18.

“Puji Tuhan saya bisa main baik dan menyumbangkan poin. Tadi di gim pertama, permainan saya memang sudah seperti direncanakan, sementara lawan banyak melakukan kesalahan sendiri,” kata Gregoria.

Penampilan Gregoria di gim pembuka memang mengilap. Lawan tidak bisa berbuat banyak. Variasi serangan dan tidak banyak melakulan kesalahan, mengantarkannya menang mudah dengan skor 21-6.

Sayang di gim kedua, Gregoria seperti kehilangan fokus. Dia mengikuti pola permainan lambat lawan. Adaptasi dengan lapangan juga terganggu. Setelah unggul 12-6, malah bisa terkejar.

“Pada gim kedua, saya terbawa dan mengikuti pola permainan lambat lawan. Selain itu, saat unggul 12-6, saya juga kerap melakukan kesalahan sendiri dan kurang tenang. Padahal saya sudah leading banyak dan permainan saya pun jadi tegang dan terkejar,” sebut juara Kejuaraan Dunia Junior 2017 itu.

Untung, berkat kembali fokus, gim kedua pun dimenangi Gregoria dengan 21-18. “Setelah itu, saya bisa kembali fokus ke pola permainan sendiri. Tekanannya ditambah dan lebih cepat, hingga saya bisa memenangi gim kedua,” tambah Gregoria.

Pada ganda putri pertama, pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi juga sudah berjuang dan menampilkan seluruh kemampuan terbaik. Namun, perjuangannya tidak menghasilkan kemenangan setelah kalah dengan skor 20-22, 19-21.

“Maaf saya tidak bisa menyumbangkan angka kemenangan bagi Indonesia. Padahal dari sisi adaptasi dengan lapangan, hari ini kami jauh lebih baik dibanding kemarin. Cuma, hasilnya memang belum menang. Harus kita akui lawan memang lebih baik,” tutur Ana, sapaan akrab Febriana.

“Saya dan Tiwi sudah mengeluarkan seluruh kemampuan yang kami miliki. Tidak ada yang kami simpan-simpan. Kami sudah berusaha yang terbaik,” tambah Ana.

Posisi Indonesia jadi tertinggal 1-2 setelah Putri Kusuma Wardani yang turun di partai ketiga, dikalahkan Lee Se Yeon, 16-21, 19-21.

“Saya tegang, dampaknya tangan ini terasa tegang dan tidak bisa memukul dengan baik. Saya memang harus berlatih kebih keras dan diakui lawan memang lebih baik,” ujar Putri KW.

Pasangan dadakan Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari berhasil menyamakan krdudukan 2-2 setelah menang 21-16, 22-20 atas Kim Min Ji/Lee Seo Jin.

“Alhamdulliah saya merasa senang karena bisa menang setelah Indonesia tertinggal dan bisa menyamakan kedudukan jadi 2-2,” ujar Lanny.

Nita dan Lanny adalah pasangan dadakan setelah Jesita Putri Miantoro mengalami cedera paha kiri. Meski pasangan baru, cemistry Nita dan Lanny sudah oke karena sering latihan bareng di Pelatnas Cipayung. ***/din

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.