Kabar
Saat Menunaikan Haji: Puadi dan Istri Dapat Kejutan Spesial dari Anak-anaknya
JAYAKARTA NEWS— Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Anggota Bawaslu RI Dr. Puadi, M.Pd bersama sang istri, Siti Nur Subhani, saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah. Di tengah kekhusyukan beribadah, keduanya mendapat kejutan istimewa berupa karangan bunga dari putra-putri tercinta, yakni Futi Thurfah Nada yang tengah menempuh studi di Jepang dan direncanakan akan menyusul berhaji, serta Azmi Oktafiano yang berada di Jakarta. Karangan bunga tersebut diberikan sebagai simbol ungkapan cinta dan penghormatan atas perjalanan usia pernikahan Puadi dan istrinya yang telah memasuki tahun ke-21.
Momen hangat tersebut berlangsung bertepatan dengan kegiatan “Munajat Haji” yang diselenggarakan Bawaslu RI di kantor Bawaslu Jakarta Barat, Rabu (13/5). Acara itu digelar sebagai bentuk doa bersama bagi para jemaah haji, khususnya delapan orang jemaah dari lingkungan Bawaslu se-Indonesia yang sedang menunaikan ibadah haji. Puadi dan istrinya mengikuti kegiatan secara daring dari Mekkah. Sementara jajaran anggota dan staf Bawaslu RI serta Bawaslu DKI Jakarta hadir secara langsung di lokasi acara.
Kehangatan suasana semakin terasa ketika karangan bunga dari keluarga diserahkan secara simbolis oleh Azmi Oktafiano kepada anggota Bawaslu Jakarta Barat, Abdul Roup. Kejutan tersebut membuat Puadi dan istrinya tampak terharu sekaligus bangga. Dalam kesempatan itu, keluarga besar Puadi saling menyapa, menyampaikan doa, serta berbagi kesan dan testimoni penuh kekeluargaan. Siti Nur Subhani yang akrab disapa kak Uci memohon doa agar keluarganya senantiasa diberi keberkahan dan tetap menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah hingga akhir hayat.
Kejutan tidak berhenti di situ. Acara semakin semarak ketika Azmi Oktafiano dipercaya menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum). Dengan gaya penyampaian yang tenang dan penuh percaya diri, pelajar kelas XI SMA Negeri 65 Jakarta yang akrab disapa Okta itu tampil memukau layaknya seorang dai muda berpengalaman. Penampilannya mendapat apresiasi dari sejumlah anggota Bawaslu se-Indonesia dan wilayah Jabodetabek yang mengikuti acara. Tidak sedikit yang menilai Okta memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi dai maupun motivator andal di masa mendatang apabila terus dibina dan diasah kemampuannya.
Kegiatan “Munajat Haji” yang dipandu Tenaga Ahli Bawaslu RI, Moh. Sito Anang, diisi dengan berbagai rangkaian acara bernuansa religius dan sosial. Selain doa bersama, kegiatan tersebut juga memberikan santunan bagi anak-anak atau murid kurang mampu, pembacaan tahlil, serta tausiyah keagamaan. Dalam kesempatan itu, Puadi menyampaikan bahwa kegiatan “Munajat Haji” merupakan bentuk rasa syukur sekaligus sarana mempererat silaturahmi dan konsolidasi keluarga besar Bawaslu se-Indonesia.
Sementara itu, Achmad Fachrudin, mantan anggota Bawaslu DKI Jakarta yang didapuk menyampaikan tausiyah, menegaskan bahwa ibadah haji memiliki dimensi yang sangat luas, baik secara fisik maupun spiritual. Menurutnya, haji kaya akan simbol, ritual, nilai filosofis, historis, serta pelajaran tentang integritas, perjuangan, keikhlasan, dan pengorbanan. Ia menilai, apabila nilai-nilai luhur tersebut mampu mewarnai pola pikir dan perilaku jajaran pengawas Pemilu, maka hal itu akan menjadi modal penting dalam mewujudkan Pengawas Pemilu yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan publik. (abah)
