Rama: Keberadaan Wing Chun Jangan Dipermasalahkan Lagi

 Rama: Keberadaan Wing Chun Jangan Dipermasalahkan Lagi

Rama S Nugraha, pendiri Combat Ving Tsun Indonesia (kiri)/foto: wushu indonesia

JAYAKARTA NEWS— Upaya Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia, Airlangga Hartarto mendorong Wing Chun tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Sumatera Utara-Aceh 2024 merupakan langkah strategis dalam membangkitkan Wing Chun di Indonesia.

Hal itu diungkapkan pendiri Combat Ving Tsun Indonesia, Rama S Nugraha yang dihubungi Selasa (1/2/2022). Menurutnya, di Tiongkok, Wing Chun sudah menjadi salah satu komunitas Wushu yang sangat menjanjikan dengan praktisinya tersebar di seluruh dunia dan menjadi trending topic kung fu selama satu dekade lebih melalui film box office-nya Ip Man.

Ini juga sesuai dengan rencana Federasi Wushu Internasional (IWUF) untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Wing Chun. “Langkah yang baik untuk membangun infrastuktur agar Wing Chun Indonesia dapat berprestasi di tingkat Internasional melalui pertandingan-pertandingan baik di tingkat lokal dan nasional termasuk juga puncaknya pada PON XXI nanti,” katanya.

Lantas apa langkah yang perlu dilakukan PB WI agar atlet Wing Chun Indonesia mampu bersaing di kancah internasional?

Rama menyebut ada 5 tahapan.

Pertama, membangkitkan sasana -sasana Wing Chun di Indonesia sesuai dengan kriteria dari IWUF. Kedua,  Mengembangkan infrastruktur pertandingan atau kompetisi di daerah-daerah dan nasional dengan sistem penjurian yang mengacu pada induk organisasi IWUF. Ketiga, membangun infrastuktur Training Center bagi atlet-atlet Wing Chun berprestasi di Indonesia

Keempat, melakukan sertifikasi instruktur, wasit, dan juri Wing Chun yang mengacu pada system penilaian dan pertandingan dari IWUF. Kelima, mendorong Wing Chun agar dapat dipertandingkan dalam PON sebagai ajang kompetisi olahraga tertinggi di tingkat nasional.

Lebih jauh, Rama mengungkapkan keberadaan Wing Chun di bawah PB WI, kata Rama, tidak perlu dipermasalahkan lagi. Apalagi, Wing Chun merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Wushu baik dalam hal budaya maupun sebagai sebuah cabang olahraga prestasi.

“Penyatuan Wing Chun dengan Wushu itu sudah sesuai seperti di Tiongkok dan Hong Kong yang merupakan bagian dari Asosiasi Wushu dan IWUF. Dan, saya yakin Wing Chun akan semakin besar dan terarah di bawah PB WI,” tegasnya.

Alasan lain, jelas Rama, penyatuan itu sesuai terminologi bahasanya. Ketika berbicara tentang Federasi dalam Wing Chun, sesuai terminologinya, seharusnya beranggotaan dari kelompok-kelompok Wing Chun yang berasal dari keluarga Wing Chun yang berbeda-beda bersepakat untuk membentuk sebuah organisasi bersama dengan tujuan membesarkan nama Wing Chun namun tetap memegang otoritas di organisasi nya masing-masing.

“Pendirian Federasi pun harus secara bersama-sama bersepakat, tidak boleh satu kelompok mendirikan dan menamakan diri Federasi lalu setelah itu baru mengajak kelompok-kelompok yang lain bergabung untuk melegalkan langkahnya,” katanya.

“Namun bila sebuah Federasi hanya berisikan sekelompok orang dari satu keluarga, meskipun dari berbagai macam daerah atau negara namun masih berada dalam satu keluarga, maka ini lebih tepat disebut sebagai Asosisasi. Sebagai contohnya adalah VTAA (Ving Tsun Athletic Association) sebagai induk organisasi Wing Chun di bawah keluarga Ip Man. Meskipun praktisinya tersebar secara internasional, namun VTAA tetaplah sebuah Asosiasi, dan bukan menjadi Federasi,” tambahnya.

Perlu diketahui, Rama Nugraha mengawali perjalanan Wing Chun di tahun 2012 dengan mengikuti salah satu kelas Wing Chun di Jakarta. Pada tahun 2016, dia bergabung dengan Sifu David Peterson dari Wong Shun Leung Ving Tsun (WSLVT) Combat Science Malaysia hingga saat ini dan diberikan otorisasi mengajarkan WSLVT system di Indonesia sebagai perwakilan di Indonesia.

Di bawah asuhannya, Combat Ving Tsun Indonesia telah memiliki 4 cabang kelas yang tersebar di Jakarta Bogor. Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dan Bandung. “Combat Ving Tsun Indonesia itu terkoneksi dengan cabang-cabang di seluruh dunia. Mulai dari Tiongkok, Hong Kong, Malaysia, Australia, Amerika, Eropa, hingga Afrika dan termasuk juga dengan Ving Tsun Athletic Association (VTAA) Hong Kong,” ujarnya.***bnt

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.