Connect with us

Agribisnis

Potensi Singkong Sangat Besar untuk Ketahanan Energi

Published

on

JAYAKARTA NEWS – Ketua Umum Masyarakat Singkong Indonesia Arifin Lambaga menyebutkan, potensi singkong Indonesia sangat besar untuk mendukung ketahanan energi. Apalagi di tengah konflok global saat ini.

“Karena kita tahu sekarang risiko kekurangan energi kita sangat besar karena adanya perang di Timur Tengah itu. Nah oleh karena itu tentu pemerintah menginginkan semua potensi yang bisa memproduksi energi itu dioptimalkan,” jelas Arifin di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Saat ini produksi singkong nasional mencapai sekitar 14 juta ton per tahun. Dengan peningkatan produktivitas dan dukungan varietas unggul, angka tersebut dinilai masih bisa ditingkatkan secara signifikan.

Menurut Arifin, kebutuhan bioetanol nasional untuk campuran bahan bakar mencapai 1,4 juta kiloliter per tahun. Jika seluruh kebutuhan tersebut dipenuhi dari singkong, maka diperlukan sekitar 10 juta ton singkong segar.

“Konversinya rata-rata untuk satu liter bioetanol membutuhkan antara lima sampai tujuh kilogram singkong segar,” jelas Arifin.

Kementerian Pertanian saat ini meminta pelaku industri dan petani untuk menyiapkan rencana produksi agar komoditas ini dapat menjadi bagian dari ekosistem energi nasional.

“Kami diminta membuat perencanaan produksi singkong yang kemudian dikonversi menjadi bioetanol,” tambah Arifin.

Kekuatan pada sektor pangan, energi nabati, serta basis produksi komoditas yang besar, Indonesia memiliki posisi strategis dalam menghadapi ketidakpastian global.

Ketika konflik geopolitik mengganggu rantai pasok energi dan pangan dunia, kekuatan sumber daya domestik menjadi benteng utama menjaga stabilitas nasional.

Langkah memperkuat swasembada pangan dan energi pun menjadi strategi jangka panjang Indonesia untuk memastikan ekonomi tetap tangguh, bahkan di tengah tekanan geopolitik global yang semakin kompleks. (yog)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement