• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Potensi Singkong Sangat Besar untuk Ketahanan Energi

Potensi Singkong Sangat Besar untuk Ketahanan Energi

Redaksi by Redaksi
March 12, 2026
in Agribisnis
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Ketua Umum Masyarakat Singkong Indonesia Arifin Lambaga menyebutkan, potensi singkong Indonesia sangat besar untuk mendukung ketahanan energi. Apalagi di tengah konflok global saat ini.

“Karena kita tahu sekarang risiko kekurangan energi kita sangat besar karena adanya perang di Timur Tengah itu. Nah oleh karena itu tentu pemerintah menginginkan semua potensi yang bisa memproduksi energi itu dioptimalkan,” jelas Arifin di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Saat ini produksi singkong nasional mencapai sekitar 14 juta ton per tahun. Dengan peningkatan produktivitas dan dukungan varietas unggul, angka tersebut dinilai masih bisa ditingkatkan secara signifikan.

Menurut Arifin, kebutuhan bioetanol nasional untuk campuran bahan bakar mencapai 1,4 juta kiloliter per tahun. Jika seluruh kebutuhan tersebut dipenuhi dari singkong, maka diperlukan sekitar 10 juta ton singkong segar.

“Konversinya rata-rata untuk satu liter bioetanol membutuhkan antara lima sampai tujuh kilogram singkong segar,” jelas Arifin.

Kementerian Pertanian saat ini meminta pelaku industri dan petani untuk menyiapkan rencana produksi agar komoditas ini dapat menjadi bagian dari ekosistem energi nasional.

“Kami diminta membuat perencanaan produksi singkong yang kemudian dikonversi menjadi bioetanol,” tambah Arifin.

Kekuatan pada sektor pangan, energi nabati, serta basis produksi komoditas yang besar, Indonesia memiliki posisi strategis dalam menghadapi ketidakpastian global.

Ketika konflik geopolitik mengganggu rantai pasok energi dan pangan dunia, kekuatan sumber daya domestik menjadi benteng utama menjaga stabilitas nasional.

Langkah memperkuat swasembada pangan dan energi pun menjadi strategi jangka panjang Indonesia untuk memastikan ekonomi tetap tangguh, bahkan di tengah tekanan geopolitik global yang semakin kompleks. (yog)

Previous Post

Refleksi Atas Waktu Menurut Orang Jawa

Next Post

Sejarah Sunda Wiwitan: Menelusuri Akar Kepercayaan Leluhur di Tanah Pasundan

Redaksi

Redaksi

Next Post
Sejarah Sunda Wiwitan: Menelusuri Akar Kepercayaan Leluhur di Tanah Pasundan

Sejarah Sunda Wiwitan: Menelusuri Akar Kepercayaan Leluhur di Tanah Pasundan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version