• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Polisi tak Lagi “Pokoknya”

Polisi tak Lagi “Pokoknya”

November 4, 2019
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 6, 2026
Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

October 6, 2026
Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

October 5, 2026
Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

October 5, 2026
Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

October 5, 2026
Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

October 5, 2026
Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

October 5, 2026
Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

October 5, 2026
Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

October 5, 2026
Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

September 17, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Wednesday, October 7, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    You can now play Bill Gates’ first PC game and run over donkeys on your iPhone, Apple Watch

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Polisi tak Lagi “Pokoknya”

by admin
November 4, 2019
in Feature
0
Polisi tak Lagi “Pokoknya”
495
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Prof (Ris) Hermawan “Kikiek” Sulistyo narasumber utama book review “Polri dalam Arsitektur Negara” dan “Democratic Policing”. (foto: faisal)

Jayakarta News – Ini adalah sekelumit catatan yang tercecer dari acara book review, di Medan Sabtu (2/11) lalu. Acara yang menampilkan narasumber utama, Prof (Ris) Hermawan Sulistyo. Ia lalu didampingi Kapolrestabes Medan, Kombes. Pol. Dr. H. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. dan Guru Besar FISIP USU Medan, Prof. Subhilhar, M.A., Ph.D.

Dalam paparannya, Prof Kikiek, panggilan akrab Prof Hermawan Sulistyo, menjelaskan secara umum kedua buku yang di-review di hadapan hadirin, yang terdiri atas rektor perguruan tinggi, dosen, tokoh politik, tokoh kepemudaan, mahasiswa, dan masyarakat umum. Diawali dari sejarah panjang kepolisian, yang digagas Menteri Dalam Negeri Inggris, Sir Robert Peel tahun 1829.

“Nama Robert, sering disebut ‘boby’. Itulah mengapa, orang acap menyebut kata ‘boby’ untuk menyebut polisi. Begitu besar jasa Robert, sampai-sampai nama panggilannya diidentikkan dengan polisi,” ujar Prof Kikiek.

Dalam perkembangannya, praktik pemolisian di Inggris pun mengalami perkembangan yang dinamis. Sebagai contoh, sebagai pusat polisi modern, Inggris selalu direpotkan dengan ulah para hooligan.

Para suporter sepakbola Inggris itu sering sekali membuat keributan, perkelahian, bahkan vandalisme. “Suporter tim ayam kinantan, tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan hooligan Inggris,” ujar Prof Kikiek disambut tawa hadirin.

Kepolisian Modern Inggris diawali dengan pembentukan “Scotland Yard”. Kekuatan kepolisian Inggris dilengkapi pusat pengendalian huru-hara. Tidak hanya sistem yang lebih canggih, tetapi juga perlengkapannya pun super modern. Dalam konteks ini, Indonesia justru mengalami kemunduran.

“Bagaimana mungkin ada yang menyoal persenjataan yang digunakan aparat kepolisian, sementara pelaku kejahatan memakai persenjataan modern. Masakan polisi disuruh tetap memakai pentungan untuk menghadapi penjahat dengan senjata otomatis?” kata Kikiek pula.

Belum lagi bicara terorisme. Kikiek mengatakan, betapa organisasi teroris membangun kekuatan bersenjata. Senjata-senjata yang mereka gunakan juga senjata canggih. “Teroris itu juga pakai modal kalau mau menyerang. Masih ingat peristiwa WTC? Mereka beli pesawat untuk ditabrakkan,” ujarnya.

Di pusat pariwisata Kota Paris, tepatnya di menara Eifel, bahkan dilengkapi peralatan anti-teror yang super canggih. Artinya, di Indonesia, Polri pun harus melengkapi institusinya dengan perlengkapan tugas yang selaras dengan pesatnya perkembangan zaman, termasuk di bidang persenjataan.

Audiens book review “Polri dalam Arsitektur Negara” dan “Democratic Policing”, yang terdiri atas beberapa rektor, dosen, politis, tokoh pemuda, mahasiswa, dan masyarakat umum. (foto: faisal)

Menyambung apa yang dipaparkan Prof Kikiek, audiens menanggapinya dalam berbagai persepktif. Dr. H. Alimuddin, SH, M.Hum, Plt Rektor Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan, Sumatera Utara mengibaratkan polisi seperti nasihat dokter.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati.” Artinya, langkah kepolisian, termasuk dalam ranah democratic policing, harus mengedepankan aspek pencegahan.

Satu hal lagi yang disoal Alimudin, yakni ihwal integrasi data, khususnya data perpajakan kendaraan bermotor. Tahun 2000-an ia punya pengalaman kehilangan sepeda motor. Atas kejadian itu, ia pun membuat laporan kehilangan ke aparat kepolisian. Beberapa tahun kemudian, sepeda motor ditemukan, dalam keadaan pajak kendaraan sudah mati. Ia pun pergi ke kantor Samsat untuk melakukan pembayaran.

“Tapi saya disuruh membayar denda keterlambatan sekian tahun lamanya, selama kereta hilang. Saya ceritakan bahwa kereta itu pernah hilang beberapa tahun, dan sudah dilaporkan ke kepolisian. Tapi petugas Samsat hanya bilang, ‘ya bapak mau bayar apa tidak. Kalua mau bayar ya bayarlah jumlah ini’,” ujar Alimudin mengisahkan peristiwa yang perah dialaminya.

Lain lagi yang disampaikan H. Hardi Mulyono Surbakti, SE, MAP, Rektor Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah (UMN) Medan. Ia menyoroti standarisasi SDM kepolisian. Dalam banyak hal, ia melihat kualitas kerja kepolisian tergantung pimpinannya. Pimpinan kepolisian di satu unit kerja dengan unit kerja lain tidak standar, mengakibatkan gap atau perbedaan kualitas penanganan dalam kasus yang sama.

Tantangan Polri ke depan, menurut Hardi Mulyono adalah menghadirkan figur polisi yang kualitasnya sama antara yang di pusat dan di daerah.

Penanggap lain adalah Samsir Pohan, kader Golkar yang juga Ketua DPD KNPI Sumatera Utara. Ia mengatakan, persepsi publik terhadap polisi sangat penting. Ia merasakan, persepsi itu membaik.

“Saya pribadi merasakan, zaman dulu tidak ada polisi duduk bareng seperti ini. Yang ada adalah kata ‘pokoknya’. Pokoknya begini, pokoknya begitu, titik. Barangkali berkat buku Democratic Policing, wajah polisi jauh lebih baik,” ujarnya.

Guna lebih memasyarakatkan wajah Polri yang sudah semakin baik itu, perlu upaya memasyarakatkan secara luas. “Buatlah flyer, video, atau bentuk-bentuk sosialisasi lain. Yakinlah, jika persepsi publik terhadap kepolisian sudah positif, maka itu akan lebih memudahkan kepolisian dalam menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Pohan.

Prof (Ris) Hermawan Sulistyo (kiri) bersama Guru Besar FISIP USU Medan, Prof. Subhilhar, M.A., Ph.D (tengah) dan Kapolrestabes Medan, Kombes. Pol. Dr. H. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. (foto: faisal)

Penanggap selanjutnya, datang dari kader PDIP yang juga aktivitas 1996, Sutrisno Pangaribuan. Sebagai aktivis dulu ia sering terlibat “perang batu” dengan apara kepolisian di lapangan. Itu karena dulu ada anggapan, bahwa polisi bagian dari kekuasaan absolut. Tapi sekarang sudah tidak lagi.

Hal teknis yang dikemukakan Sutrisno adalah ihwal santunan bagi pengendara bermotor yang mengalami kecelakaan lalu-lintas. Ia merujuk Undang-Undang No. 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang serta Asuransi Tanggung Jawab Menurut Hukum Terhadap Pihak Ketiga yang dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang No. 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

UU itu antara lain menegaskan, bahwa orang yang dilindungi adalah orang yang di dalam dan luar kendaraan. Masalahnya, banyak pengendara kendaraan bermotor tidak ber-STNK, bahkan tidak ber-SIM. Mereka jadi kehilangan hak atas santunan Jasa Raharja. “Sebab, syarat klaim asuransi kan antara lain ada laporan polisi. Bagaimana solusinya?” katanya.

Di luar itu, ia mengapresiasi kegiatan seperti ini. Katanya, “Baru kali ini Polrestabes mengadakan acara ‘duduk bareng’ menyoal hal-hal terkait kepolisian secara terbuka. Berhubung ruang seperti ini sangat terbatas, maka perlu diadakan secara lebih luas,” tambahnya. (roso daras)

Tags: democratic policingjayakartanewspolri dalam arsitektur negaraTito Karnavian
Share198Tweet124
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 6, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2017 JNews.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2017 JNews.

Go to mobile version