Revitalisasi TMII: Agustus 2022 akan Soft Launching Kegiatan G20

 Revitalisasi TMII: Agustus 2022 akan Soft Launching Kegiatan G20

Mendagri Tito Karnavian, Mensesneg Pratikno meninjau langsung area revitalisasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (17/7/2022). Kunjungan tersebut turut didampingi oleh perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktur Utama dan Direktur Teknik & Infrastruktur PT TWC BPRB, serta Executive Vice President TMII/foto: Puspen Kemendagri

JAYAKARTA NEWS— Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta para kepala daerah merenovasi anjungan daerahnya masing-masing di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Pesan tersebut disampaikan Mendagri saat meninjau area revitalisasi TMII bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), rombongan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktur Utama dan Direktur Teknik & Infrastruktur PT TWC BPRB, serta Executive Vice President TMII, Minggu (17/7/2022).

“Saya sudah melakukan komunikasi dengan rekan-rekan gubernur, rekan-rekan gubenur prinsip setuju mendukung dan kemudian Kemendagri membentuk tim, tim yang saya buat, kemudian sudah turun langsung door to door ke setiap anjungan, dibuat klasifikasi, mana yang rusak ringan, sedang, berat, dan ada yang belum memiliki anjungan,” katanya.

Mendagri memaparkan, ada 19 anjungan dengan kerusakan ringan, tapi struktur bangunannya masih bagus. Ada pula anjungan yang mengalami kerusakan sedang. Selain itu, ada juga provinsi yang belum memiliki anjungan di TMII, seperti Kalimantan Utara (Kaltara).

“Kaltara itu sudah menjadi provinsi, tapi tidak punya anjungan. Nah nanti kita koordinasikan untuk mendapatkan lahan supaya ada anjungan. Ada juga anjungan yang di lokasinya bersama, itu untuk provinsi baru saat itu, Bangka Belitung, Gorontalo, dan lain-lain. Kemudian dari situ kita juga melakukan komunikasi dengan para pengurus anjungan, berapa biaya yang diperlukan,” ujarnya.

Untuk dana renovasi, Mendagri menyebut total biaya yang dibutuhkan lebih kurang hampir 45 hingga 50 miliar untuk seluruh provinsi. Pendanaan tersebut dapat menggunakan anggaran pemerintah daerah, baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ataupun Corporate Social Responsibility (CSR) di daerahnya masing-masing.

“Khusus yang anjungan-anjungan ini kan Pemda, tanahnya juga dihibahkan kepada Pemda, kemudian pengelolaannya juga oleh Pemda,” jelasnya seraya menambahkan, dengan adanya renovasi, TMII diharapkan memiliki ‘wajah’ lain yang membuat masyarakat dan dunia internasional lebih tertarik. Pemerintah pusat telah membuat desain besar TMII bagi daerah-daerah agar terintegrasi. Pihaknya juga terus melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah agar renovasi tersebut bisa segera dilaksanakan.

Agustus Launching Kegiatan G20

Sementara itu, Mensesneg Pratikno berharap para kepala daerah segera berpartisipasi untuk melakukan upaya perbaikan atau renovasi tersebut. Pemerintah juga merencanakan di akhir Agustus nanti akan menggelar kegiatan di TMII, berupa soft launching yang berkaitan dengan kegiatan G20.

“Mengapa Pak Mendagri juga ikut berkunjung ke sini, kami minta tolong kepada Pak Mendagri untuk menjamin agar masing-masing provinsi segera merenovasi memperbaiki anjungan-anjungan provinsi sesuai dengan desain yang sudah dirancang oleh Kementerian PUPR dan juga TWC,” tandas Mensesneg.

“Jadi nanti follow up-nya ini, dengan kehadiran kami dan Bapak Mensesneg, kita sudah buat video-video. Kita turun langsung, sudah sampaikan kepada gubernur, para gubernur juga antusias, mereka akan membuat tim (untuk renovasi),” katanya.

Terkait dengan anjungan provinsi monggo (direnovasi), lanjut Mensesneg, untuk anjungan K/L (kementerian/lembaga) pihaknya telah menghubungi beberapa Menteri. Di antaranya, Kominfo, ESDM, Kemenhan, dan lain-lain, agar segera memperbaiki agar sejalan dengan desain yang baru. “Seperti saudara-saudara lihat di sini Archipelago sudah hampir jadi,” terangnya.

Mensesneg menambahkan, akan ada sejumlah pembangunan di TMII yang dilakukan oleh Kementerian PUPR beserta tim. Melalui langkah ini, TMII diharapkan tidak hanya menjadi tempat rekreasi tetapi juga sebagai sarana edukasi.

“Ini akan menjadi tempat yang menarik, bukan hanya untuk wisata tetapi juga untuk edukasi. Misalnya museum-museum kementerian juga kita dorong untuk menjadi edukasi, bahkan kita juga memikirkan untuk menjadi bagian dari merdeka belajar,” tegasnya.***ebn

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.