Pelayanan Prima di RSUD Matraman

 Pelayanan Prima di RSUD Matraman

RSUD Matraman. Insert: dr Dience Meidiana. (foto: caka raprap)

JAYAKARTA NEWS – Memasuki tahun kelima, manajemen RSUD Matraman, Jakarta Timur terus menambah fasilitas pelayanan kesehatan baru. Kini, RSUD yang diresmikan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok 6 Juni 2016 itu, telah dilengkapi Poli Paru.

Sebuah poli yang didedikasikan bagi para pasien penderita Tuberculosis Resisten Obat (TB/RO) dan Tuberculosis Directly Observed Treatment, Short Course (TB/DOTS). Bertindak selaku penanggungjawab poli paru adalah dr. Deva Bachtiar, Sp.P.

Penyakit jenis ini tergolong rumit. Kuman tubercolosis di dalam tubuh pasien menjadi kebal obat alias tidak bisa lagi dimatikan dengan obat anti tuberculosis, sehingga harus ditangani secara khusus dan serius. Pengobatan baru dapat berhasil apabila si pasien diberikan beberapa obat tambahan dan tetap dalam pengawasan dokter spesialis paru secara intensif.

Menurut data Kemenkes, saat ini kasus tuberculosis di Indonesia terbanyak ketiga di dunia setelah India dan Cina. Sementara, RS Persahabatan merupakan rumah sakit pertama di Jakartra Timur yang menangani pasien Tuberculosis Resisten Obat dengan pemantauan dari rumah sakit.

Sedangkan, RSUD Matraman menjadi yang kedua. Rumah sakit yang terletak di Jalan Kebon Kelapa Raya No.29, Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur ini bahkan sudah menjadi rumah sakit rujukan Tuberculosis Resisten Obat.

Walikota Jakarta Timur, M. Anwar, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kotamadya Jakarta Timur, Diah Anwar dan Direktur RSUD Matraman, dr. Dience Meidiana saat memberikan sertifikat sehat kepada mantan penderita TB/RO yang didampingi dr. Deva Bachtihar, Sp.P (11/11-20).

Nah, selain Poli Paru, manajemen RSUD yang merupakan peningkatan status dari Puskesmas Matraman itu, juga sudah menyediakan ruang rawat inap sebanyak 10 kamar, 13 fasilitas umum, dan 17 poliklinik rawat jalan yang langsung dilayani dokter-dokter spesialis. Di antaranya poli internis, poli THT, poli syaraf, poli gizi, dan poli anak.

Penambahan beberapa fasyankes itu telah diresmikan penggunaannya oleh Walikota Jakarta Timur, M. Anwar pada tanggal 11 November 2020. Termasuk peresmian ruang Kalimaya yang diperuntukkan bagi ibu-ibu usai melahirkan, ruang minum obat, dan ruang keamanan CCTV di lantai 4. Di samping, meresmikan kantin sehat yang berada di lantai satu.

Inovasi lain RSUD Matraman adalah menggandeng Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Timur. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan dengan memberi kemudahan pengurusan nomor induk kependududukan, akta kelahiran, kartu keluarga, ID kepesertaan BPJS, dan kartu identitas bayi yang baru lahir.

Dalam perkembangannya, RSUD Matraman tidak hanya menerima pasien dari Jakarta Timur atau wilayah DKI Jakarta, tetapi juga pasien dari Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Mengantisipasi antrean serta mengurangi ketidaknyamanan pengunjung, Walikota M Anwar meminta Direktur RSUD Matraman, dr Dience Meidiana untuk mengoptimalkan Information Technology (IT).

“Bikin masyarakat yang datang berobat menjadi lebih nyaman, dan tidak perlu menunggu lama,” ujar Walikota Anwar, ketika itu. Pesannya adalah, pelayanan prima bagi para pasien yang membutuhkan pertolongan jasa kesehatan.

Direktur Dience Meidiana bergerak cepat. Dalam waktu tidak terlalu lama telah terpasang layanan pendaftaran online untuk beberapa poliklinik: Poli Paru dan Poli Penyakit Dalam. Calon pasien sudah bisa mendaftar secara online, dan keesokan harinya langsung mengambil Surat Eligibilitas Pasien (SEP) dan nomor antrean di poli yang dituju. Tidak perlu antre.

Anjuntan mesin antrean dan anjungan mesin pendaftaran mandiri. (foto: caka raprap)

Selain pendaftaran online, RSUD Matraman juga telah memanfaat kecanggihan teknologi lain berupa dua unit mesin anjungan untuk pengambilan nomor antrean ke loket pendaftaran. Satu anjungan lagi untuk pendaftaran mandiri apabila ingin pelayanan cepat tapi tidak sempat daftar online.

Kedua anjungan terletak di sebelah kiri pintu masuk rumah sakit. “Saya merasa sangat terbantu dengan model pendaftaran online dan mesin daftar mandiri itu. Tidak perlu repot-repot antre lagi,” ujar Debbie, pasien poli paru saat diminta tanggapannya. 

Perkembangan RSUD Matraman yang pesat, membuat Walikota M. Anwar mempertimbangkan untuk perluasan atau penambahan kapasitas. Didampingi Dience Meidiana, Walikota sempat melakukan peninjauan ke area belakang rumah sakit. Pilihan pengembangan adalah memperluas rumah sakit ke area belakang, atau menambah jumlah lantai bangunan. (Caka Raprap)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *