Muri Beri Penghargaan pada Para Pelajar yang Berhasil Taklukan Gunung Gunung Tertinggi di Dunia

 Muri Beri Penghargaan pada Para Pelajar yang Berhasil Taklukan Gunung Gunung Tertinggi di Dunia

Muri Beri Penghargaan pada Para Pelajar yang Berhasil Taklukkan Gunung Gunung Tertinggi di Dunia—foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Wajah para pelajar tampak semringah. Geas Aldino, Ryan Muhammad, Salsa Khusnus dan Timothy Jonathan dari ELPALA SMAN 68, serta pelajar dari SMP dan SMA BPK Penabur Kelapa Gading Jakarta Utara, Matthew Richard dan Jonathan Philip.

Betapa tidak, Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) mengganjarkan penghargaan atas prestasi mereka berhasil menaklukkan gunung-gunung tertinggi di dunia.Tim ELPALA SMAN 68 misalnya, menorehkan prestasi mencapai puncak Gunung Elbrus di Rusia pada 17 Agustus 2018 lalu.

Oleh Muri, prestasi mereka tercatat sebagai Tim Pelajar Indonesia Pertama yang berhasil mencapai puncak Gunung Elbrus. Penghargaan diberikan langsung oleh pendiri Muri, Jaya Suprana didampingi istri Aylawati Sarwono di  ‘Jaya Suprana Institute Mall of Indonesia’, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (28/2/2020).

Sementara siswa SMP BPK Penabur 4 dan SMA BPK Penabur 5 yaitu Jonathan Philip dan Matthew Richard meraih penghargaan Muri sebagai sebagai Pelajar Bersaudara Termuda yang Berhasil mencapai puncak Gunung Kilimanjaro, Tanzania yang dilakukan pada 17 Maret 2019. Saat prestasi itu diukir, Matthew berusia 15 tahun 9 bulan 21 hari dan Jonathan berusia 13 tahun 9 bulan 3 hari. Keduanya diketahui juga merupakan didikan dari ELPALA.

Untuk diketahui Gunung Kilimanjaro di Tanzania mau Gunung Elbrus di Rusia termasuk dalam gunung tertinggi di dunia. Tinggi Gunung Kilimanjaro 5.895 meter di atas permukaan laut, sedang Gunung Elbrus memiliki tinggi  5.642 meter. Sepanjang tahunnya, gunung ini ditutupi salju, es dan gletser. Nama Elbrus diambil dari kata Alborz, yang mempunyai makna “High Sentinel” menurut mitologi Persia.

Para pendaki menceritakan berbagai rintangan dalam mendaki gunung Elbrus yang tidak mudah dilewati, apalagi saat itu adalah pertama kalinya mendaki gunung es. Seperti halnya dalam menghadapi suhu di gunung yang mencapai minus 23 derajat, terlebih lagi pendakian dilakukan dalam kurun waktu 4 hari saja, padahal perjalanan normal mendaki gunung Elbrus seharusnya bisa selama 8 sampai 10 hari.

“Jadi kendalanya tubuh belum beradaptasi, dan yang paling berasa itu pas sampai puncak. Karena oksigennya tipis sehingga benar-benar bikin ngantuk banget, lemas, dan menyerang mental. Tapi kan selama pendakian nggak boleh tidur karena bisa hipotermia,” papar Ryan didampingi Ketua Elpala Caesar Arya Nur Palopi.

Namun perjuangan mereka menaklukan gunung tertinggi di Rusia itu terbayarkan dengan penghargaan rekor MURI. Ryan mengaku sangat tidak menyangka penghargaan ini bisa didapatkan pihaknya.

“Yang pasti bangga banget, karena sudah membanggakan ELPALA, sudah membanggakan keluarga dan sekolah. Dan yang paling penting semua itu sudah dibayarkan dengan usaha yang benar-benar keras. Pokoknya semuanya sudah terbayarkan dan tercapai,” ujar Ryan.

Ryan pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua yang mendorong prestasi yang telah didapatnya saat ini. Selain kepada Tuhan, Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pendiri ELPALA.

“Tanpa para pendiri, ELPALA tidak mungkin ada hingga sekarang. Pendirinya ada lima yaitu Dar Edi Yoga, Tommy P.K, Eka Bama Putra, Almarhum Beni Pranoto, Bambang Anto Gunawan. Dan salah satu pendiri Dar Edi Yoga selalu mendampingi Elpala setiap melakukan pendakian ke Kilimanjaro, Carztens, dan Elbrus,” jelasnya.

Ryan meminta agar penerusnya terus berjuang menorehkan prestasi, bahkan harus bisa lebih dari prestasi yang mereka dapatkan saat ini.  “Yang pasti harapan paling utama adalah jangan mengecewakan  sekolah, apalagi ELPALA. Yang pasti jangan berhenti berprestasi kalau bisa selalu membanggakan ELPALA dan sekolah. Penghargaan ini prestige banget,” katanya gembira.\

Kegembiraan yang sama juga disampaikan Matthew.  “Nggak nyangka banget bisa dapet penghargaan ini. Pertama aku ucapin kepada mama papa, dan juga kepada pelatih mereka yang telah memberikan motivasi dimana kami harus perhatian dengan badan sendiri dan jangan pernah maksain naik maupun turun dari gunung,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan penghargaannya  pada sosok Jaya Suprana yang sangat menghargai banyak orang, khususnya kepada orang-orang yang sudah melakukan upaya kerja keras yang luar biasa. “Hebat banget Pak Jaya Suprana yang sangat menghargai prestasi orang. Sehingga, orang-orang Indonesia menjadi lebih termotivasi membuat rekor-rekor baru,” tandasnya.***ks

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *