Connect with us

Kolom

Merah Putih tak Pernah Robek di Jiwa Prajurit

Published

on

Oleh: Mjp. Hutagaol ’86

Dalam gladi upacara Hari Ulang Tahun TNI, bendera Merah Putih yang robek terbelah dua menjadi peristiwa yang menggugah hati seluruh prajurit. Kain boleh robek, tapi jiwa prajurit tak pernah koyak.

Sejak 5 Oktober 1945, ketika Tentara Keamanan Rakyat pertama kali dibentuk, TNI berdiri di atas nilai kesetiaan dan keberanian tanpa pamrih. Dari bambu runcing hingga teknologi modern, dari medan tempur hingga tugas kemanusiaan — satu hal tidak pernah berubah: TNI lahir dari rahim rakyat dan berjuang untuk rakyat.

Robeknya Merah Putih bukan tanda kelemahan, melainkan pengingat bahwa perjuangan menjaga keutuhan bangsa tidak pernah selesai. Di setiap ujung bendera yang koyak, tersimpan sumpah setiap prajurit:

> “Kami akan menjahit kembali robeknya persatuan dengan darah dan pengorbanan.”

Merah Putih akan selalu berkibar — karena prajurit sejati tahu,

bahwa yang dijaga bukan sekadar simbol,

melainkan jiwa bangsa yang hidup di setiap detak nadi rakyat Indonesia. (*)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement