• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Kader Intelektual Bela Negara Dintuntut Profesional

Kader Intelektual Bela Negara Dintuntut Profesional

admin by admin
March 22, 2019
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS– Maret 2019 menjadi momen istimewa bagi Universitas Pertahanan (Unhan). Selain memeringati hari jadi ke-10, Unhan juga mewisuda 361 wisudawan wisudawati di GOR PMPP Kawasan IPSC Sentul, Bogor (21/3). Jumlah itu merupakan rekor lulusan terbanyak selama Unhan berdiri.

Hadirnya Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu melengkapi keistimewaan hari wisuda itu. Dalam pidato sambutannya, Menteri Ryamizard memberikan banyak pencerahan kepada kader- kader bela negara yang akan terjun langsung di masyarakat atau kembali bertugas di lembaga maupun institusi yang mengirim belajar di Unhan.

Ryamizard Ryacudu mengatakan alumni Unhan adalah “Think-Tank” strategis Kementerian Pertahanan. “Alumni dituntut untuk profesional menjadi ahli-ahli dibidang pertahanan. Menjadi sumber referensi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan serta mampu menjawab setiap pertanyaan dari insan masyarakat dan stakeholder pertahanan keamanan negara secara profesional tentang konsep tata kelola pertahanan negara. Serta harus menjadi duta-duta Kementerian Pertahanan yang andal dan dapat dibanggakan,” jelasnya.

Saat ini lanjut Menhan, Indonesia sedang menghadapi tiga ancaman yaitu, ancaman belum nyata, ancaman nyata dan ancaman nonfisik terhadap mindset seluruh rakyat Indonesia.

“Dari kesemua ancaman tersebut, mindset Bangsa Indonesia menjadi ancaman yang paling berbahaya saat ini. Ancaman mindset ini dapat bermanifestasi menjadi pelbagai bentuk ancaman, seperti ancaman terorisme, pemberontakan dan narkoba. Hal itu dapat berdampak terhadap perang terbuka,” tutur Menhan RI.

Ditegaskan oleh Menhan, untuk menangkal derasnya arus radikalisme dan ektremisme agama, telah diambil langkah-langkah pendekatan soft power melalui konsep sosialisasi pemantapan jati diri bangsa. Juga melalui penanaman nilai-nilai kesadaran bela negara yang sinergis serta integral- komprehensif.

Selain itu menurut Menhan, Indonesia memiliki kekuatan mindset serta memiliki jati diri Pancasila yang tidak mudah terpengaruh oleh ajakan-ajakan berkedok agama. Pancasila juga merupakan kekuatan daya tahan dan daya tangkal terhadap ajakan dan doktrin paham radikal.

“Melalui Penguatan Kesadaran Bela Negara (PKBN) yang dimulai sejak usia dini hingga perguruan tinggi, anak-anak dan generasi muda yang belum terpengaruh akan semakin dikuatkan agar tidak mudah di pengaruhi oleh ideologi radikal,” tegas Ryamizard Ryacudu .

Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI Dr Tri Legionosuko, S.IP pada kesempatan sama menyampaikan, alumni Unhan memiliki kekuatan yang sangat besar untuk berkontribusi dan berperan serta dalam proses pembangunan bangsa Indonesia. “Tantangan saat ini adalah dunia memasuki era revolusi industri 4.0 yang memengaruhi tatanan kehidupan serta mengandalkan teknolgi termasuk dalam bidang pertahanan,” kata Rektor.

Ditambahkan Tri Legionosuko kemajuan teknologi alat sistem persenjataan utama selain memerlukan sumber daya manusia dalam mengoperasionalkan juga memerlukan strategi pertahanan negara yang jauh berbeda dengan strategi pertahanan konvensional. “Bentuk dan pola ancaman keamanan nasional dan kedaulatan negara semakin komplek dan rumit. Sebagai Magister Pertahanan saudara harus mampu memberikan konstribusi terhadap situasi saat ini,” ujarnya.

Bela Negara

Dalam setiap seremonial wisuda, para dosen yang selama 1,5 tahun memberikan pembekalan akademik di Kampus Bela Negara turut hadir untuk melepas mahasiswanya kembali ke masyarakat dengan mengemban peran baru sebagai kader bela negara. Begitulah harapan yang diletakkan di setiap pundak lulusan Unhan.

Salah satu tenaga pendidik yang hadir saat itu mengantar wisudawan mengemban tanggungjawab baru adalah Susanto Dosen di Fakultas Manajeman Pertahanan. “Rasanya bahagia melihat mahasiswa di diwisuda,” ungkap Susanto. Rasa bahagia itu yang membuatnya bertahan mengikuti prosesi wisuda hingga akhir.

Menurut Susanto, melakukan bela negara bisa dilakukan alumni di lingkungan terdekat dengan mudah. “Menyusui anak adalah bela negara yang bisa dilakukan ibu kepada anaknya. Dengan mendapatkan ASI akan tumbuh generasi yang baik. Generasi yang berperilaku baik lisan dan tindakan sudah merupakan bela negara,” jelas Susanto.

Sejalan dengan itu, Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu juga menyebut TNI berperan 10% dalam ketahanan negara, selebihnya adalah masyarakat yang bahu membahu menjaga ketahanan negara. Alumni Unhan harus menjadi masyarakat yang profesional dalam menjaga ketahanan negara.

Dengan wisudawan wisudawati yang berhasil dicetak oleh Unhan tahun 2019 sebanyak 361 tersebut maka sekarang ini jumlah kader bela negara alumni Unhan menjadi 2059 yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air. Dengan kata lain gelar Magister Pertahanan yang disematkan pada wisudawan memiliki arti tanggungjawab sebagai kader intelektual bela negara.

Momentum wisuda merupakan pintu gerbang untuk memasuki dunia pengabdian yang sebenarnya. Serta melanjutkan proses pengembangan diri yang optimal bagi masing-masing individu maupun bagi organisasi dan lembaga dimanapun nantinya bertugas. (aliefien)

Tags: bela negaraintelektualjayakartanewsRyamizard RyacuduUnhan
Previous Post

Trembesi di Singapura, Trembesi di Lombok

Next Post

Raffi Ahmad Bikin Film ‘Rumput Tetangga’

admin

admin

Next Post
Raffi Ahmad Bikin Film ‘Rumput Tetangga’

Raffi Ahmad Bikin Film 'Rumput Tetangga'

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version