Kabar Gembira! 98,5% Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi  Covid-19

 Kabar Gembira! 98,5% Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi  Covid-19

Prof Wiku Adisasmito–Foto oleh Marji – Medcom

JAYAKARTA NEWS— Kabar gembira. Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil Sero Survei ketiga yang dilakukan secara nasional mengalami peningkatan yakni mencapai 98,5%. Hal itu berarti 98,5% populasi Indonesia memiliki antibodi Covid-19. Naik dari sebelumnya 87,8% pada Desember 2021. Peningkatan ini terjadi karena riwayat vaksinasi atau infeksi sebelumnya.

Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, survei dilakukan pada 100 kabupaten/kota terpilih yang sama dengan sampel Sero Survei yang dilakukan pada akhir tahun lalu.

Ini, ujarnya, dilakukan untuk melihat progress peningkatan antibodi pada individu yang sama sehingga efektivitas penambahan dosis vaksin lebih jelas terlihat.

“Khususnya karena dalam rentang waktu satu tahun itu, ada banyak program pengendalian Covid-19 lainnya, salah satunya pemberian vaksin booster dosis pertama untuk masyarakat umum,” tegas Wiku.

Menurut Wiku, dari hasil tersebut ditemukan fakta bahwa kekebalan komunitas pada sampel yang diambil meningkat mencapai 98,5 persen. Dari situ diasumsikan kekebalan komunitas secara nasional rata-rata pun meningkat. Peningkatan ini terjadi karena riwayat vaksinasi atau infeksi sebelumnya.

Dalam studi ini juga ditemukan bahwa semakin lengkap dosis vaksin yang diterima maka semakin tinggi kadar antibodi atau kekebalan yang dimiliki seseorang. “Namun nyatanya secara data cakupan vaksinasi booster belum meningkat signifikan dibanding laju vaksinasi dosis pertama dan kedua terhitung dari suntikan pertama dosis pertama secara nasional,” ujar Wiku.

Padahal, kata Wiku, untuk membentuk dan mempertahankan kadar antibodi efektif mencegah infeksi, pemberian dosis vaksin lanjutan harus tepat waktu, khususnya booster yaitu 6 bulan pasca penyuntikan dosis kedua. Di satu sisi populasi yang tidak bisa divaksin karena alasan kesehatan akan makin terancam keselamatannya.

Hal ini justra semakin menguatkan urgensi untuk terus menerus meningkatkan cakupan vaksinasi bahkan seharusnya sampai ke titik optimal yaitu cakupan booster setinggi-tingginya.***/din

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.