Jumlah Atlet SEA Games Dipangkas 43,4%, Menpora: Kita Harap 72 Emas Tetap Dipertahankan

 Jumlah Atlet SEA Games Dipangkas 43,4%, Menpora: Kita Harap 72 Emas Tetap Dipertahankan

Menpora Amali/foto: kemenpora.go.id

JAYAKARTA NEWS— Jumlah atlet Indonesia yang akan berlaga di SEA Games Hanoi, Vietnam, tidak sebanyak sebelumnya. Jumlah Cabor (cabang olahraga) yang diikuti pun tidak sebanyak dulu. Berdasarkan analisa dan pertimbangan tim review yang terdiri dari KONI, KOI, Pakar dan Praktisi olahraga, diputuskan jumlah atlet yang dikirim sebanyak 476 orang dengan 31 cabang olahraga yang diikuti.

Pengurangan ini cukup signifikan jika dibanding dengan SEA Games 2019 lalu dimana Indonesia menyertakan 841 atletnya dengan 52 cabang olahraga yang diikuti. Artinya, terjadi pemangkasan atlet sebanyak 43,4%.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menegaskan bahwa jumlah cabor dan atlet yang dikrim tersebut merupakan hasil hitung-hitungan tim review yang terdiri dari KONI, KOI, Pakar dan Praktisi olahraga secara objektif. 

“Saya rasa cabor-cabor yang 31 ini sudah pernah berhadapan dengan tim review, sudah pernah di-fit and proper, diuji oleh tim review. Sehingga meloloskan atlet dan jumlah kontingen yang seperti itu, dan  seobjektif mungkin,” ujar Menpora Amali sebagaimana dikutip dari laman kemenpora.go.id

Meski melakukan efisiensi pengiriman atlet, Menpora Amali berharap prestasi yang dihasilkan pada SEA Games 2021 nanti tetap membanggakan dan bisa mempertahankan jumlah medali yang diraih di SEA Games 2019 lalu. “Kita berharap dengan 72 (emas) yang lalu bisa kita pertahankan. Insya Allah,” harapnya. 

Menurut Menpora Amali, efisiensi terhadap pengiriman atlet dilakukan melalui tahapan proses dan identifikasi berbasis database catatan prestasi atlet pada setiap cabang olahraga. Selain itu, efisiensi ini juga dibuat dengan memperhatikan beberapa hal. 

Salah satunya adalah cabang olahraga unggulan yang tercantum pada Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), yakni 14 cabang olahraga. Namun, dari jumlah itu hanya 13 saja yang ikut ke Vietnam karena panjat tebing tidak dipertandingkan tahun ini. 

Selain itu, efisiensi juga dilakukan dengan melihat potensi medali di masing-masing cabang olahraga yang mau dikirim. Kemudian, pertimbangan berikutnya adalah anggaran dari pemerintah yang terbatas imbas alokasi untuk pandemi Covid-19. 

“Saya terlibat sehingga bisa menyampaikan seefisien mungkin karena ini harus dibiayai oleh keuangan negara sekarang konsentrasi pendanaan kita kepada pandemi Covid-19 baik penanganan kesehatannya, penanganan dampak sosialnya dan bagaimana pertumbuhan ekonomi,” katanya. 

Di sisi lain, SEA Games merupakan sasaran antara menuju Asian Games dan olimpiade. Dengan demikian pemerintah mengirimkan 60 persen atlet junior dan 40 persen atlet senior. Ini dilakukan supaya ada pelapis atlet yang dipersiapkan di olimpiade. 

“Karena sasaran utama kita adalah olimpiade. Maka komposisi atlet yang dikrim 60 persen junior, 40 persen senior. Jadi jelas konsisten kita dengan sasaran dan kemudian konsisten kita dengan pengiriman. Kita bicara targetnya olimpiade. Tadi tim review sudah melaporkan dan saya minta dari awal saya minta 60 persen atlet adalah junior. Sehingga kita ada pelapis, pelapis setelah yang senior ini akan akhir masa prestasinya,” katanya. 

Untuk diketahui, saat berpartisipasi di Filipina, Indonesia sukses mendulang sebanyak 72 medali emas dan duduk di posisi keempat klasemen terakhir perolehan medali. Saat itu Indonesia berada di belakang Thailand di tempat ketiga, Vietnam di posisi kedua, dan tuan rumah Filipina di urutan pertama. 

SEA Games Hanoi akan berlangsung pada 12-23 Mei mendatang. Total sebanyak 40 cabang akan dilombakan dan 526 nomor akan dipertandingkan.***/din

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.