Sosial Budaya
Ingin Saksikan Tari Kecak? Tak Perlu Jauh-jauh ke Bali, Cukup di TMII!
JAYAKARTA NEWS – Tak perlu repot-repot terbang ke Pulau Dewata kalau kamu ingin menyaksikan keindahan Tari Kecak.
Kini, pertunjukan seni yang menggambarkan kisah Ramayana itu bisa kamu nikmati di tengah kota Jakarta.
Dengan sentuhan budaya yang khas dan atmosfer yang magis, pertunjukan ini tetap memikat meski bukan di tanah kelahirannya. Demikian dikutip dari Ragam BUMN, Sabtu (2/8/2025).
Tari Kecak dan Makna di Baliknya
Tari Kecak bukan sekadar pertunjukan seni biasa. Setiap gerakan penarinya mengandung makna filosofis yang dalam.
Cerita Ramayana yang dibawakan menggambarkan pertarungan abadi antara kebaikan dan kejahatan.
Adegan Rama melawan Rahwana menyimbolkan bahwa pada akhirnya, kebaikan akan selalu menang.
Selain memiliki nilai hiburan, tarian ini juga dipercaya sebagai ritual spiritual untuk mengusir roh jahat dan menyembuhkan penyakit.
Asal Usul Tarian Khas Bali
Tarian ini muncul pada tahun 1930-an, hasil kreasi Wayan Limbak, seorang penari Bali, dan Walter Spies, seorang pelukis asal Jerman.
Terinspirasi dari ritual Sanghyang, mereka mengembangkan Tari Kecak menjadi pertunjukan kolosal yang sarat makna.
Sejak diperkenalkan ke dunia oleh Wayan Limbak dan rombongannya, Tari Kecak terus mengalami perkembangan dan menjadi ikon seni pertunjukan Bali.
Pertunjukan Rutin di TMII
Kamu bisa menyaksikan pertunjukan Tari Kecak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), tepatnya di Panggung Budaya Amphitheater yang berada di dekat Istana Anak-Anak Indonesia.
Pertunjukan ini berlangsung secara rutin pada pekan keempat setiap bulan, biasanya di hari Sabtu dan Minggu pukul 17.00 WIB. Menariknya, kamu tidak perlu membayar tiket tambahan karena pertunjukan ini gratis bagi pengunjung yang sudah memiliki tiket masuk TMII.
Suasana Magis dan Kolosal
Dalam pertunjukan ini, puluhan penari pria duduk melingkar sambil menyerukan bunyi “cak cak cak” dan mengangkat tangan mereka ke atas. Di momen tertentu, kamu akan melihat mereka menirukan adegan pasukan kera yang membantu Rama melawan Rahwana.
Suara vokal para penari menjadi musik utama pengiring pertunjukan, dengan tambahan bunyi kerincingan di kaki penari untuk memperkuat nuansa dramatisnya.
Tips Menonton dengan Nyaman
Kalau kamu ingin mendapatkan tempat duduk yang nyaman, sebaiknya datang lebih awal, sekitar dua jam sebelum pertunjukan dimulai.
Panggung Amphitheater memiliki kapasitas yang terbatas, jadi penting untuk datang lebih awal agar bisa menikmati pertunjukan dari posisi terbaik. ***/mel
