‘Hom Pim Pah’ Hibur Penikmat Kesenian Tradisi di Galeri Indonesia Kaya

 ‘Hom Pim Pah’ Hibur Penikmat Kesenian Tradisi di Galeri Indonesia Kaya

Foto istimewa

Foto istimewa

Hom Pim Pah Alaihom Gambreng. Kalimat ini mungkin sering kita dengar atau diucapkan oleh anak-anak maupun kita yang dewasa untuk mengundi suatu permainan dan sebagai penentu siapa yang menang, siapa yang kalah. Namun, siapa yang mengira jika kalimat yang diadaptasi dari bahasa Sansekerta tersebut memiliki arti yang sangat dalam, yaitu ‘dari Tuhan kembali ke Tuhan, mari kita bermain’.

“Melalui pertunjukan ini, kami mengajak para penikmat seni untuk bersama-sama memaknai arti yang tersirat dalam musik yang kami sampaikan,” ujar Guruh Purbo Pramono selaku pimpinan produksi dari Hom Pim Pah.

Foto istimewa

Minggu (10/3) kemarin, dengan tema Panggung Ruang Kreatif, Galeri Indonesia Kaya bersama Guruh Se-Balane mempersembahkan sebuah pertunjukan bertajuk Hom Pim Pah. Kelompok yang berasal dari Banyumas ini memaknai kalimat Hom Pim Pah dalam sebuah alunan musik tradisi Indonesia yang menghibur para penikmat seni di Auditorium Galeri Indonesia  Kaya.

Selama kurang lebih 60 menit, penikmat seni menyaksikan dan mendengarkan alunan musik indah yang dibawakan oleh kelompok Guruh Se-Balane. Perpaduan alat musik tradisional dan modern seperti gambang calung, dhendhem, kenong, klunthung sapi, saxophone, biola, gong bumbung, dan suling yang dibawakan ini mencerminkan ajaran luhur yang bersahaja bagi anak-anak untuk senantiasa melakukan perbuatan sekecil apapun dengan penuh keseriusan dan berjiwa besar.

Konsep Hom Pim Pah dapat dikatakan sebagai dunia bermain-main yang dilakukan secara sungguh-sungguh, karena dalam sebuah permainan pasti memiliki aturan-aturan yang sudah disepakati secara bersama.

Guruh Purbo Pramono selaku pimpinan produksi dari Hom Pim Pah—foto istimewa

“Guruh Se-Balane merupakan satu dari empat belas kelompok terpilih program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia 2018. Program tahunan yang rutin diselenggarakan sejak 2016 ini merupakan program yang bertujuan untuk menumbuhkan bakat-bakat baru kreator seni di dunia seni pertunjukan Indonesia. Kami harap, kedepannya kelompok-kelompok terpilih program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia dapat terus berinovasi dan menghasilkan karya-karya yang dapat menginspirasi serta memajukan seni budaya Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Dalam proses persiapannya, 14 kelompok terpilih program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan didampingi oleh para mentor yang ahli dalam bidangnya seperti, Garin Nugroho, Eko Supriyanto, Ratna Riantiarno, Rama Soeprapto, Djaduk Ferianto, Tinton Prianggoro, Iswadi Pratama, Ruth Marini, Subarkah Hadisarjana, Hartati, dan Butet Kartaredjasa.

“Program Ruang Kreatif sangat dibutuhkan di zaman ini, karena program Ruang Kreatif dapat mewadahi generasi baru untuk berkembang dan berkarya lewat kreativitasnya.  Guruh merupakan seorang komposer muda yang mampu menafsirkan tradisinya ke dalam ruang kreatif dan mampu menjadikannya sebuah tradisi baru.”

“Dengan didukung para pemain yang beragam, mulai dari milenial hingga berpengalaman, menjadikan karyanya penuh imaji dan menyadarkan kita akan kekayaan musik yang ada di Indonesia. Hom Pim Pah seakan membawa kita ke dalam dunia permainan anak-anak, namun ditangan Guruh dunia main-main tadi menjadi serius. Saya harap, kedepannya kelompok-kelompok terpilih dalam program Ruang Kreatif dapat mempersembahkan karya-karya bermanfaat bagi Bangsa dan Negara kita,” ujar Djaduk Ferianto selaku mentor dari kelompok Guruh Se-Balane. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *