Enggartiasto Pimpin Delegasi Misi Dagang RI ke Jepang

 Enggartiasto Pimpin Delegasi Misi Dagang RI ke Jepang
FOTO DOKUMENTASI: Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita melakukan pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Hiroshige Seko di Da Nang, Vietnam, Kamis (9/11/2017).

 

KEMENTERIAN Perdagangan terus berupaya  memperluas akses bagi produk-produk Indonesia. Untuk menyasar pasar Jepang, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dijadwalkan memimpin delegasi misi dagang Indonesia ke Negeri Matahari Terbit  tersebut pada 28-30 November 2017.

“Dengan misi dagang ini, diharapkan Jepang dapat meningkatkan komitmennya untuk memberikan akses lebih  luas bagi produk-produk Indonesia terutama produk makanan, produk pertanian dan perikanan, serta jasa tenaga kerja terampil seperti perawat, pengasuh, dan tenaga kerja terampil lainnya. Juga membuka peluang kerja sama untuk mendorong produk Indonesia masuk ke pasar Jepang melalui sistem distribusi ritel yang ada di Jepang,” ujar Enggar.

Misi dagang kali ini diikuti 21 perusahaan yang terdiri dari berbagai sektor usaha antara lain makanan olahan, produk herbal, tekstil dan produk tekstil, produk-produk kreatif (mainan, fesyen, furnitur, teknologi, dekorasi rumah), kertas, minyak kelapa sawit dan turunannya, minyak esensial, produk-produk manufaktur (ban, pupuk), serta energi terbarukan.

“Melalui misi dagang ini diharapkan pelaku usaha Indonesia dapat meningkatkan ekspor berbagai komoditas, baik yang selama ini telah masuk ke Jepang maupun yang belum,” tegasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai total perdagangan nonmigas Indonesia-Jepang pada periode tahun 2012-2016 memperlihatkan pertumbuhan yang negatif sebesar 14,70%. Namun demikian, total perdagangan Indonesia-Jepang pada periode Januari-September tahun 2017 tercatat USD 23,8 miliar dan memberikan surplus bagi Indonesia sebesar USD 2,5 miliar. Nilai ini meningkat 11,63% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 21,3 miliar.

Produk ekspor utama Indonesia ke Jepang pada tahun 2016 antara lain batubara, biji tembaga, nikel, kayu lapis, udang, kertas dan produk kertas, minyak sawit dan turunannya, furnitur, kopi, alas kaki, pakaian, dan ban kendaraaan bermotor.

Berbagai kegiatan dan pertemuan akan dilakukan dalam rangkaian Misi Dagang ke Jepang. “Ini merupakan upaya mendorong peningkatan kerjasama ekonomi dan perdagangan kedua negara. Sebagai mitra utama di pasar tradisional bagi Indonesia, pertemuan Mendag dengan berbagai pihak di Jepang sangat penting dan berarti,” jelas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Arlinda melalui keterangan tertulis Kementerian Perdagangan.

Hubungan bilateral Indonesia-Jepang yang telah berlangsung hampir sepanjang 60 tahun sejak tahun 1958, menjadikan Jepang sebagai mitra strategis Indonesia. Hal ini ditandai dengan keberadaan Jepang yang saat ini menduduki urutan ke-3 sebagai negara tujuan ekspor utama Indonesia setelah Amerika Serikat dan Tiongkok. Selain itu, Jepang berada di urutan ke-2 negara yang menanamkan modalnya di Indonesia.

“Kita berharap, misi dagang ini dapat memperoleh hasil yang maksimal, sehingga ekspor kita keJepang dapat terus meningkat,” ungkap Arlinda.

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *