• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Di Bawah Laksana Tri Handoko, Kantor LIPI Seperti “Neraka”

Di Bawah Laksana Tri Handoko, Kantor LIPI Seperti “Neraka”

admin by admin
February 18, 2019
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Prof Dr Laksana Tri Handoko, Kepala LIPI yang didemo dan dituntut mundur dari jabatannya. (foto: ist)

JAYAKARTA NEWS – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang selama ini sejuk, mendadak bergejolak. Kantor itu ibarat neraka, khususnya bagi bagi para pegawai administrasi. Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko menganggap pegawai non peneliti sebagai beban dan penghambat kemajuan LIPI. Bahkan sikap LTH tampak begitu membenci pegawai administrasi.

Setidaknya, begitu yang tertuang dalam edaran yang diterima Jayakarta News, saat mereka menggelar aksi demonstrasi Jumat (15/2) lalu. Dalam aksi yang dipimpin Prof (Ris) Hermawan “Kikiek” Sulistyo itu, mereka menuntut LTH, sebutan untuk Kepala LIPI Laksana Tri Handoko, turun dari jabatannya. Bahkan dengan nada tinggi, Kikiek mengatakan, “Kita lihat, dia atau saya yang keluar dari LIPI. Kalian jangan takut. Kalau ada yang diancam, kasih tahu saya, biar saya urus dia!” ujar Kikiek geram.

Sementara dalam edaran berjudul “Surat untuk para Profesor Riset LIPI”, para pegawai administrasi merasa statusnya hanya numpang. Disebutkan, sejak Kepala LIPI dipegang LTH, kekacauan organisasi terus terjadi dengan mengusung kkonsep reorganisasi dan redistribusi. Konsep itu banyak memakan korban terutama bagi para pegawai non peneliti atau administrasi.

Para pegawai non peneliti betul-betul dianggap sebagai penghambat kemajuan LIPI oleh LTH. Hal itu terbukti dengan kebijakannya menempatkan dan memberi porsi jabatan kecil dan sempit bagi para pegawai administrasi. Langkah-langkah LTH yang menunjukkan betapa dia membentu pegawai administrasi ditunjukkan dalam selebaran itu, melalui serangkaian contoh.

Pertama, ihwal kebohongan membuka karier yang luas melalui jabatan fungsional non peneliti. Ternyata ini tidak benar. Para pegawai admin paling banter hanya bisa berkarier sampai fungsional muda dan sangat jarang yang bisa ke level madya, apalagi ke utama.

Kedua, penurunan grade atau peringkat tunjangan kinerja. Banyak pengelola administrasi yang grade-nya diturunkan LTH. Grade tunjangan kinerja (tukin) hanya diberikan ala kadarnya. LTH tidak memiliki keinginan meningkatkan kesejahteraan para pegawai admin. Banyak pegawai admin yang awalnya punya grade 7 diturunkan menjadi 5, bahkan masih banyak yang grad tukin-nya tidak jelas.

Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko lupa, bahwa raihan prestasi LIPI selama ini antara lain berkat kinerja admin. Misalnya, LIPI memperoleh opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK, didominasi pekerjaan administrasi. LIPI dapat Reformasi Birokrasi yang baik, juga didominasi pekerjaan admin. LIPI menjadi salah satu pengelola SDM terbaik, juga didominasi pekerjaan admin.

Bukan hanya itu, berbagai penghargaan yang diraih LIPI seperti pelayanan publik, humas, dll, juga berkat pekerjaan admin. Bahkan, jika akhirnya LIPI banyak memiliki profesor riset, juga karena dukungan para pegawai admin. Dalam pernyataan itu juga tertulis, “Dengan berbagai peran yang berkontribusi besar dan baik terhadap LIPI dari para pegawai administrasi, tidak selayaknya LTH melecehkan dan menistakan para pegawai administrasi.”

Pegawai administrasi LIPI di bawah kepemimpinan LTH betul-betil menjadi budak belian, ditempatkan seenaknya dengan fasilitas ala kadarnya. LTH betul-betul menjadi pemimpin yang zhalim dan sangat tidak manusiawi. “Kami berterima kasih kepada para profesor riset yang sudah berusaha secara luar biasa untuk menghentikan kebrutalan dan kebiadaban LTH. Semoga usaha bapak/ibu membuahkan hasil baik,” bunyi penutup pernyataan itu. (rr)

Tags: demo di lipijayakartanewskepala lipilaksana tri handoko
Previous Post

Boeing 737-800 NG Garuda Layani Jakarta – Silangit

Next Post

‘Cah Purwodadi’ di Puncak Karier

admin

admin

Next Post

‘Cah Purwodadi’ di Puncak Karier

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version