Damn… Ibu Entin, Makanan kok Enak Semua!

 Damn… Ibu Entin, Makanan kok Enak Semua!
Menu sea food Rumah Makan Ibu Entin, Labuan – Pandeglang. Bukan saja enak, tetapi dijamin tidak membuat dompet bolong. Foto: Roso Daras

PALING susah melukiskan kelezatan makanan. Jadi, harus dengan kalimat apa untuk menjelaskan kelezatan seafood rumah makan Ibu Entin, di Labuan, Pandeglang – Banten? Mungkin paling mudah kita bayangkan, ikan bakar paling enak, udang bakar paling enak, cumi bakar paling enak yang pernah kita makan. Nah, warung makan Bu Entin menjanjikan rasa yang LEBIH-ENAK. Damn! Makanan kok enak semua!

Rumah makan yang terletak di KM 4, Jl Raya Serang – Pandeglang ini, tidak sulit dicari. Sejumlah bloger pernah makan di sini, mengulas, lantas memberi rating di google. Itu artinya, lokasinya sangat mudah ditemukan.

Urap, oseng kulit melinjo, oseng kerang, balado terong dan teman-temannya. BTW, pete dan jengkol juga ada. Foto: Roso Daras

Bukan hanya lokasi yang mudah, tetapi juga harga yang murah. Bayangkan, untuk ikan bakar di kisaran Rp 30.000 sampai Rp 50.000, tergantung ukuran. Udang bakar, Rp 15.000, dan cumi bakar Rp 12.500. Kesemua ikan, udang, dan cumi ditusuk ala sate. Daging ikannya sangat kenyal, bukti bahwa ikan itu belum lama ditangkap. Begitu pula cumi dan udang. Percaya tidak, untuk udang, bahkan Anda tidak harus mengupas kulitnya. Kunyah saja sekepala dan kaki-kakinya, rasakan kerenyahan dan nikmat daging udang yang fresh. Begitu pula cuminya.

Ada lagi yang sangat enak, menu otak-otak. Satu porsi berisi 10 bungkusan otak-otak, harganya Rp 15.000. Sesungguhnya, otak-otak Ibu Entin bisa dibilang menu andalan. Karena itu, rumah makan ini pun bernama lengkap, “Rumah Makan Ibu Entin – Special Otak-Otak”. Bumbu kacang dengan irisan jeruk nipis, serta rasa pedas yang pas, membuat tidak terasa, sepuluh bungkus otak-otak ludes dalam sekejap waktu.

Otak-otak Rumah Makan Ibu Entin termasuk andalan. Seporsi sepuluh bungkus, Rp 15.000. Bumbu kacang dan jeruk nipis, sangat pas. Foto: Roso Daras

Menu lain? Sangat lengkap dan semua enak. Model penyajiannya mirip rumah makan Padang. Kita tidak perlu repot memesan menu ala carte, cukup duduk manis. Pelayan akan menyajikan aneka sayur, oseng, ikan bakar dan “teman-temannya”….. Anda penyuka jengkol? Ada! Anda penyuka oseng kulit melinjo? Ada! Balado terongnya, paling enak se-Banten. Dijamin. Urap juga ada. Oseng tempenya yummy. Oseng kerang, mak nyoosss…. Ah hampir lupa… pete! Rebus, goreng, atau bakar, sesuaikan dengan selera. Selebihnya, biar pete yang bicara….

Apa mau dibilang, tidak ada kesempurnaan. Setiap kelebihan selalu berdampingan dengan kekurangan. Begitu pula rumah makan Ibu Entin. Kalau toh ada yang terasa kurang sreg, barangkali karena tempat yang cenderung “biasa” cenderung kurang bersih. Sebagian orang mungkin akan berpikir soal higienitas. Belum lagi soal lalat yang cukup mengganggu. Lalatnya sih cuma satu, masalahnya dia datang ngajak teman-temannya….. ***

Kalau toh ada yang mungkin kurang sreg…. tempat relatif kurang higienis. Meski lalatnya cuma satu, tapi teman-temannya sangat banyak, dan mengganggu kenikmatan bersantap. Foto: Roso Daras

 

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *