Wilayah Perbatasan di NTT harus Jadi Pusat Perekonomian

 Wilayah Perbatasan di NTT harus Jadi Pusat Perekonomian

Mendagri Tito Karnavian– foto puspen kemendagri

JAYAKARTA NEWS—  Pemerintah berkomitmen memajukan wilayah perbatasan agar jadi beranda negara yang punya daya tarik. komitmen itu dikonkretkan antara lain dengan pembangunan  Pos Lintas Batas Negara terpadu yang akan terus ditambah.  Contohnya, tiga PLBN  yang menjadi prioritas dan mesti dikerjakan dulu  karena akan menjadi model untuk dikembangkan menjadi pusat ekonomi dan industri.

Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri M Tito Karnavian saat kunjungan kerja ke  Atambua, Nusa Tenggara Timur, mendampingi Menkopolhukam Mahfud MD, Kamis (16/6/2020). Sebelum Atambua, Tito dan rombongan berkunjung ke Kabupaten Belu.

Dalam kesempatan itu, Tito juga menegaskan komitmen pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin yang bertekad menjadikan wilayah perbatasan sebagai beranda depan negara. Wilayah perbatasan harus jadi pusat perekonomian. Karena itu, pembangunan di tapal batas negara jadi salah satu prioritas pemerintah pusat.

Foto puspen kemendagri

Tito mengaku senang bisa berkunjung ke Atambua. Baginya, Atambua adalah kota yang tenang kota dan indah. Begitu juga dengan Kabupaten Belu, warganya begitu bersahabat. “Sesuai dengan arti dari kata Belu itu sendiri,” kata Mendagri dalam pertemuan di kantor Bupati Belu yang dihadiri Menkopolhukam Mahfud MD, Wakil Gubernur NTT, jajaran Forkopimda Provinsi NTT, Bupati Kabupaten Belu dan Bupati Malaka dan Bupati, Timur Tengah Utara.

Mendagri mengatakan, kunjungan ke perbatasan Motaain untuk melihat langsung perkembangan pembangunan di tapal batas negara. Khususnya di NTT.  

“PLBN itu, yaitu di Aruk, Kabupaten Sambas Kalbar, kemudian Skouw di Kota Jayapura di Papua, dan Motaain di Kabupaten Belu. Mudah-mudahan Tuhan bisa memudahkan jalan kita, memberkati kita, zehingga keinginan Bapak Presiden ini bisa terlaksana, ” katanya.

Presiden Jokowi, tambah Tito,  berkeinginan menjadikan wilayah tapal batas negara  menjadi kawasan industri. Khusus di Belu, menjadi sentra ekonomi nomor dua setelah Kupang. ” Kira-kira begitulah, keinginan beliau (Presiden Jokowi),” ujarnya.***/ebn

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *