• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Wawancara Jayakartanews dengan Roso Daras (1)

Wawancara Jayakartanews dengan Roso Daras (1)

December 8, 2017
Pembahasan RUU Pemilu: Dari Dapil Konvensional ke Dapil Nasional, Ini Skema yang Diusulkan Golkar

Pembahasan RUU Pemilu: Dari Dapil Konvensional ke Dapil Nasional, Ini Skema yang Diusulkan Golkar

October 14, 2026
Ironi Azerbaijan, Serukan Perlawanan terhadap Islamofobia tetapi Larang Jilbab

Ironi Azerbaijan, Serukan Perlawanan terhadap Islamofobia tetapi Larang Jilbab

October 13, 2026
Aries Syahbudin Nahkodai Korlantas Polri, dari Operasi Ketupat hingga Tantangan Zero ODOL

Aries Syahbudin Nahkodai Korlantas Polri, dari Operasi Ketupat hingga Tantangan Zero ODOL

October 13, 2026
Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia ? 

Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia ? 

October 13, 2026
Ijazah di Atas Ilmu: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Kertas

Ijazah di Atas Ilmu: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Kertas

October 13, 2026
Houthi Serang Arab Saudi, Iman Sukri Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan WNI

Houthi Serang Arab Saudi, Iman Sukri Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan WNI

October 13, 2026
Kabar Baik! KP2MI Luncurkan Layanan Telekonseling untuk Pekerja Migran

Kabar Baik! KP2MI Luncurkan Layanan Telekonseling untuk Pekerja Migran

October 12, 2026
Masyarakat Mengeluh! Antrean Panjang BBM di Bali Makin Parah

Masyarakat Mengeluh! Antrean Panjang BBM di Bali Makin Parah

October 12, 2026
Mutasi 199 Personel Polri: Wakabaintelkam, Kakorlantas dan 3 Kapolda Diganti

Mutasi 199 Personel Polri: Wakabaintelkam, Kakorlantas dan 3 Kapolda Diganti

October 12, 2026
Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

October 12, 2026
Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

October 12, 2026
Kementan Sebut Beras Food Station Cipinang tak Sesuai Standar

Serapan Gabah dan Beras Petani Tembus 4,1 Juta Ton, BULOG Perkuat Cadangan Pangan Nasional

October 11, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Wednesday, October 14, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Profil

Wawancara Jayakartanews dengan Roso Daras (1)

by admin
December 8, 2017
in Profil
1
Wawancara Jayakartanews dengan Roso Daras (1)
548
SHARES
1.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Roso Daras bersama Puti Guntur Soekarno saat menjadi narasumber acara Mata Najwa. Foto: Ist

Sukarno Orang Besar, Saya hanya Penafsir Ajarannya

HAMPIR dua dasawarsa, Roso Daras intens menulis buku-buku tentang figur Sukarno, Presiden RI pertama. Belasan judul telah terbit dan sempat best seller. Semuanya ditulis di era reformasi. Itu karena nama Sukarno harus dilupakan di masa Orde Baru (1967-1998). Kiprah Sukarno dalam pergerakan kebangsaan hingga revolusi kemerdekaan Indonesia  -yang memperkaya kitab khasanah sejarah-  disingkirkan dari seluruh perpustakaan di Indonesia.

Buku-buku Sukarno diberangus selama 32 tahun. Akibatnya, sejarah nasionalisme terpenggal. Satu generasi yang tumbuh tercerabut dari akar perjuangan bangsanya, sehingga tidak memahami ideologi negaranya, serta Indonesia yang prural dengan semboyan bhinneka tunggal ika.

Dengan tulisan-tulisannya tentang Sukarno, Roso Daras merentangkan jembatan atas sejarah yang terpenggal tadi. Dia mengais kisah-kisah yang berserak dan tercecer yang digali dari orang-orang dekat Sukarno dan yang pernah mengenal dekat Sukarno. Bahkan dia membuat tafsir buku besar Sukarno, Di Bawah Bendera Revolusi. Ini sebagai panduan bagi generasi mendatang untuk memahami ajaran Sukarno; nasionalisme. Itulah harapannya.

Berikut  wawancara  Jayakartanews dengan Roso  Daras :

Apa passion Anda sehingga lebih dari 17 tahun menulis buku-buku tentang Sukarno?

Jujur saya akui, saya memang mengidolakan figur Sukarno, yang terbaca dari  seluruh biografinya sejak dia kecil hingga meninggalnya. Kalau diambil saripatinya ya ideologinya, Sukarnoisme, nasionalisme. Pengejawantahannya adalah Pancasila. Bahwa awalnya ada marhaenisme, islamisme, lalu sosialisme Indonesia, itu adalah suatu bentuk pengembaraan pemikiran seorang Sukarno.

Mengapa  begitu intens pada figur Sukarno

Roso Daras dan Puti Guntur Soekarno di Kokushikan University, Tokyo. Foto: Ist

Memang, jarang penulis yang begitu konsisten dalam waktu yang lama menggeluti satu topik, terlepas itu tentang Sukarno atau siapa pun dan apa pun. Saya tertarik Sukarno, karena Sukarno seperti rimba belantara yang selalu menantang untuk dieksplor, dan saya yakin tak akan habis. Itu alasannya, menantang!

Di masa Orde Baru (1967-1998), nama Sukarno dilupakan. Semua buku karya Sukarno dilarang dipajang di perpustakaan mana pun. Sejarah tentang perjuangan bangsa (nasionalisme) jadi terpenggal, sehingga generasi berikutnya kurang memahami ke-Indonesiaan tanah airnya sendiri. Maka seorang sejarawan mengatakan, (untuk) mengenal Indonesia harus mengenal Sukarno. Bagaimana pendapat Anda?

Saya setuju, tapi harus diperjelas. Sukarno adalah personifikasi dari “sejarah panjang” menjadi Indonesia. Karena sejak zaman prakemerdekaan dari bermacam kegiatan seperti serikat dagang, partai politik, perkumpulan pemuda, hingga berpuncak pada Sumpah Pemuda dan klimaksnya proklamasi kemerdekaan, mengerucut pada satu nama yakni Sukarno.

Tokoh yang beredar memang berbeda-beda. Misalnya Sumpah Pemuda kita kenal tokoh Tiga Serangkai, BPUPKI ada Dr Radjiman Wedyodiningrat, lalu PPPKI (Pemufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia) – diketuai Sukarno, dan ketika proklamasi semua secara aklamasi menunjuk Sukarno. Artinya, semua pemikiran terakumulasi pada sosok sentral Sukarno. Ya orangnya, ya gagasannya.

Apakah itu bisa dikatakan bahwa “Indonesia ya Sukarno”. Orang asing sering menyebut,   Indonesia? Oh Sukarno”. Artinya di mata dunia pun Indonesia identik dengan Sukarno.

Di era Sukarno ada dua hal penting terjadi dalam perjalanan NKRI. Pertama terbentuknya landasan ideologi yakni Pancasila yang notabene digali oleh Sukarno yang kemudian dikumandangkan dalam pidatonya tentang Pancasila pada 1 Juni 1945 ditetapkansebagai hari lahirnya Pancasila. Kedua, landasan konsitusional yakni UUD 1945 yang dirumuskan oleh para founding father kita. Di situlah Sukarno terlibat detik demi detik dari seluruh rangkaian peristiwa yang sangat bersejarah. Jadi tidak salah kalau mengenal Indonesia harus  mengenal (ajaran) Sukarno.

Sukarno tokoh perjuangan kemerdekaan dan proklamator kemerdekaan Indonesia, namun selama pemerintahan Soeharto (Orde Baru) buku-buku Bung Karno diberangus. Bisa diperjelas tentang sejarah kebangsaan kita yang terpenggal tadi.

Kalau dikatakan sejarah nasionalisme kita terpenggal memang benar.  Ideologinya (tetap) Pancasila, tetapi kemudian terjadi penyimpangan pada implementasi. Konstitusinya juga berubah dalam bentuk amandemen UUD 1945 pasca tumbangnya Orde Baru. Jadi  sejatinya  kita tidak lagi menggunakan “Pancasilanya Sukarno” dan “UUD ’45-nya Sukarno”. Maaf, nama Sukarno di sini saya maksudkan sebagai representasi dari para pendiri bangsa.

Apa yang dimaksud Pancasilanya Sukarno dan UUD 1945-nya  Sukarno?

Ini dalam konteks Sukarno sebagai personifikasi dari seluruh rangkaian peristiwa “menjadi Indonesia” tadi. “Pancasilanya Sukarno” adalah implementasi dari kemurnian nilai-nilai Pancasila. Nilai kerakyatan, gotong-royong misalnya menjadi nafas kehidupan kita dalam bermasyarakat/ berbangsa. Namun kemudian kita menjadi bangsa yang mengarah pada sifat individualistis.

Nilai persatuan juga (bergeser), ketika bangsa ini dihadapkan pada undang-undang otonomi daerah, sehingga dengan cepat melunturkan semangat persatuan. Kita pun menjadi sektoral. Perwujudannya kemudian, orang Jawa tidak mungkin menjadi Bupati di Aceh, atau orang Aceh menjadi  Bupati di kota lain. Dulu, hal seperti itu bisa terjadi ketika persatuannya masih kuat. Karena kesadaran persatuan betul-betul berlandaskan geopolitik dari Sabang sampai Merauke.

Sedangkan ihwal amandemen UUD 1945, khususnya pasal 33 cukup memprihatinkan, di mana, ”bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat” (Pasal 33 Ayat 3); sudah bergeser secara substansial. Karena soal air, tanah diatur dengan undang-undang. Soal udara, diatur dengan undang-undang. Soal kekayaan alam, diatur denggan undang-undang. Bahkan semua lini, termasuk yang vital seperti pendidikan dan kesehatan, diatur oleh undang-undang yang intinya, terbuka bagi masuknya asing, dengan segala kepentingan dan agendanya.

Dengan kata lain, pasca amandemen UUD 1945, yang dilakukan antara tahun 1999 – 2002, kita menjadi negara terbuka yang tidak hanya mengedepankan kepentingan nasional tetapi juga kepentingan pemodal. Karena itu kemudian terjadi gap antara periode masa Sukarno dan periode (pemerintahan) setelah Sukarno.

Gapnya cukup jauh ?

Ya, kita ingat ketika Bung Karno lengser 1967 setelah peristiwa  G-30-S 1965, dia mengatakan, kita setback ke masa 1945 lagi. Artinya (ketika itu) kita mundur 22 tahun ke belakang. Alasan pertama, setelah 1965 terjadi set up baru, dimana konglomerat asing mulai menguasai kekayaan negeri kita yang  (seharusnya) menjadi hajad hidup orang banyak dan dikuasai negara. Kebijakan kepemimpinan nasional berubah total, dari kepentingan untuk rakyatnya menjadi kepentingan pemodal dengan jargon stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Kedua, keluarnya Tap MPRS no 33 yang melarang ajaran Sukarno, sehingga otomatis tidak ada lagi benang merah antara masa kepemimpinan Sukarno  dan Soeharto. Itu (jadi) penyebab. Kalau tidak ada Tap MPRS no 33, orang masih bisa belajar tentang ajaran Sukarno. Tap MPR itu sampai sekarang belum dicabut. Kalau ada yang bisa membaca/belajar ajaran Sukarno, itu terjadi setelah reformasi. Hal itulah yang mengakibatkan gap. Jadi praktik bernegaranya pun berubah. Konsesi asing kemudian masuk. Generasi muda tahunya pemodal asing boleh masuk, dimana Amerika Serikat, Perancis, Inggris, menguasai kekayaan alam Indonesia. –(BERSAMBUNG)

Tags: penulis buku Bung Karnoputi guntur soekarnoroso darastotal bung karno
Share219Tweet137
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Pembahasan RUU Pemilu: Dari Dapil Konvensional ke Dapil Nasional, Ini Skema yang Diusulkan Golkar

Pembahasan RUU Pemilu: Dari Dapil Konvensional ke Dapil Nasional, Ini Skema yang Diusulkan Golkar

October 14, 2026
Ironi Azerbaijan, Serukan Perlawanan terhadap Islamofobia tetapi Larang Jilbab

Ironi Azerbaijan, Serukan Perlawanan terhadap Islamofobia tetapi Larang Jilbab

October 13, 2026
Aries Syahbudin Nahkodai Korlantas Polri, dari Operasi Ketupat hingga Tantangan Zero ODOL

Aries Syahbudin Nahkodai Korlantas Polri, dari Operasi Ketupat hingga Tantangan Zero ODOL

October 13, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version