Kabar
Tragedi Cinta Brad Pitt-Jolie: Menikah 2 Tahun, Bertikai Hampir Satu Dekade
JAYAKARTA NEWS— Pada masanya, hampir tidak ada pasangan Hollywood yang lebih besar daripada Angelina Jolie dan Brad Pitt.
Mereka bukan sekadar dua bintang film papan atas. Mereka adalah fenomena budaya. Media menjuluki mereka “Brangelina”, gabungan nama yang menjadi simbol kekuatan selebritas global pada era 2000-an.
Kisah mereka dimulai ketika keduanya bertemu saat syuting Mr. & Mrs. Smith pada 2004. Saat itu Pitt masih menikah dengan Jennifer Aniston. Setelah perceraian Pitt dan Aniston pada 2005, hubungan Jolie dan Pitt semakin terbuka ke publik.
Selama bertahun-tahun mereka membangun kehidupan bersama, mengasuh enam anak, melakukan perjalanan kemanusiaan ke berbagai negara, dan tampil sebagai pasangan paling berpengaruh di Hollywood.
Meski baru menikah secara resmi pada Agustus 2014 di Prancis, hubungan mereka telah berlangsung hampir satu dekade sebelum pernikahan itu terjadi.
Namun hanya dua tahun setelah pernikahan tersebut, semuanya runtuh.
Pada September 2016, Angelina Jolie mengajukan gugatan cerai.
Keputusan itu mengejutkan dunia hiburan.
“Kami Akan Selalu Menjadi Keluarga”

Beberapa bulan setelah gugatan perceraian diajukan, Jolie akhirnya berbicara secara terbuka.
Dalam wawancara dengan BBC News pada Februari 2017, ia mengatakan:
“I don’t want to say very much about that except that it was a very difficult time. We are a family and we will always be a family, and we will get through this time and hopefully be a stronger family for it.”
(“Saya tidak ingin banyak berbicara tentang hal itu selain bahwa itu adalah masa yang sangat sulit. Kami adalah sebuah keluarga dan kami akan selalu menjadi keluarga. Kami akan melewati masa ini dan semoga menjadi keluarga yang lebih kuat karenanya.”)
Ucapan itu kemudian dikutip luas oleh berbagai media internasional.
Saat itu Jolie tidak menyerang Pitt secara langsung. Fokusnya lebih kepada anak-anak dan proses pemulihan keluarga.
Pengakuan Brad Pitt tentang Alkohol dan Terapi
Beberapa bulan kemudian, giliran Brad Pitt yang memecah kebisuannya.
Dalam wawancara panjang bersama GQ Style pada Mei 2017, Pitt mengakui bahwa kehidupannya sedang berantakan setelah perpisahan tersebut.

Salah satu pengakuannya yang paling banyak dikutip adalah:
“I just started therapy.”
(“Saya baru mulai menjalani terapi.”)
Dalam wawancara yang sama ia juga mengakui masalah alkohol yang selama bertahun-tahun menghantuinya.
Pitt mengatakan: “I can’t remember a day since I got out of college when I wasn’t boozing or had a spliff, or something.”
(“Saya bahkan tidak ingat satu hari pun sejak lulus kuliah tanpa minum alkohol atau menggunakan sesuatu.”)
Pernyataan itu menjadi salah satu pengakuan paling terbuka dalam kariernya dan memicu spekulasi bahwa persoalan alkohol berperan dalam keretakan rumah tangga mereka.
Insiden Pesawat yang Mengubah Segalanya
Meski rincian lengkapnya tidak pernah benar-benar diketahui publik, banyak laporan menyebut bahwa konflik besar terjadi dalam penerbangan pribadi keluarga pada September 2016.
Insiden tersebut memicu penyelidikan oleh otoritas terkait kesejahteraan anak.
Pitt membantah melakukan kekerasan yang melanggar hukum dan penyelidikan resmi tidak menghasilkan tuntutan pidana terhadap dirinya.
Namun peristiwa itu diyakini menjadi titik balik yang mempercepat keputusan Jolie untuk mengakhiri hubungan mereka.
Sampai hari ini, insiden tersebut tetap menjadi salah satu bagian paling kontroversial dalam kisah perpisahan mereka.
Dua Tahun Menikah, Delapan Tahun Bercerai
Ironi terbesar dalam kisah ini adalah lamanya proses perpisahan mereka.
Pitt dan Jolie menikah hanya sekitar dua tahun.
Tetapi proses hukum setelah perpisahan berlangsung lebih dari delapan tahun.
Los Angeles Times bahkan menulis bahwa pasangan itu “married for only two years” tetapi menghabiskan waktu berkali-kali lebih lama untuk membongkar ikatan tersebut melalui pengadilan.
Selain persoalan hak asuh anak, konflik juga berkembang ke urusan bisnis.
Salah satu sengketa terbesar melibatkan Château Miraval, perkebunan dan kebun anggur mewah milik mereka di Prancis.
Apa yang awalnya merupakan aset keluarga berubah menjadi medan perang hukum bernilai jutaan dolar yang memunculkan gugatan dan tuntutan balik selama bertahun-tahun.

Anak-Anak yang Tumbuh di Tengah Konflik
Jika ada pihak yang paling sering disebut dalam seluruh kisah ini, mereka adalah enam anak Jolie dan Pitt.
Dalam wawancara dengan Vanity Fair pada 2017, Jolie mengatakan: “They’ve been very brave.”
(“Mereka sangat berani.”)
Ia juga menambahkan bahwa keluarganya sedang berada dalam proses penyembuhan.
Bertahun-tahun kemudian, hubungan Pitt dengan beberapa anaknya dilaporkan mengalami ketegangan.
Beberapa laporan media menyebut sejumlah anak memilih menggunakan nama keluarga “Jolie” tanpa “Pitt”, sesuatu yang terus menjadi sorotan publik.
Akhir dari Pernikahan, Bukan Akhir Konflik
Pada akhir 2024, berbagai media Amerika melaporkan bahwa penyelesaian perceraian akhirnya tercapai setelah lebih dari delapan tahun pertarungan hukum.
Pengacara Jolie, James Simon, mengatakan:
“Frankly, Angelina is exhausted, but she is relieved this one part is over.”
(“Terus terang, Angelina kelelahan, tetapi ia lega karena bagian ini akhirnya selesai.”)
Namun bahkan setelah penyelesaian perceraian tersebut, berbagai persoalan terkait bisnis dan dampak keluarga masih terus dibicarakan.
Sebuah Dongeng Hollywood yang Tidak Berakhir Bahagia
Bagi publik, Brangelina pernah terlihat seperti definisi pasangan sempurna: terkenal, kaya, berpengaruh, dan memiliki keluarga besar.
Tetapi perjalanan mereka menunjukkan bahwa citra publik sering kali hanya memperlihatkan sebagian kecil dari kenyataan.
Apa yang dahulu dimulai sebagai salah satu romansa paling terkenal di Hollywood akhirnya berubah menjadi salah satu perpisahan paling panjang, paling mahal, dan paling banyak diperbincangkan dalam sejarah industri hiburan modern.
Dan hampir sepuluh tahun setelah gugatan perceraian pertama diajukan, kisah Angelina Jolie dan Brad Pitt masih terus dibahas—bukan lagi karena cinta mereka, melainkan karena luka yang ditinggalkannya. (di/Sumber: BBC News, Vogue, GQ Style, The Guardian, TIME)
