Rasa Madura di Jalan Juanda

 Rasa Madura di Jalan Juanda
Soto Madura Asli Jl Juanda, Jakarta. Khas dengan nasi bungkus daun pisang. (foto: roso daras)

JAYAKARTA NEWS – Untuk apa pergi jauh ke Madura, jika sudah tersedia di Jalan Juanda? Apalagi jika yang Anda cari adalah menu makan untuk siang ini. Soto Madura asli bercokol di Jalan Juanda No. 16, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Patut dan perlu dicoba. Apalagi kalau Anda penggila menu soto.

Jika Anda penikmat soto, segera bisa membedakan antara soto Madura (termasuk kebanyakan soto yang ada di Surabaya), soto Yogya (termasuk Solo dan sekitarnya), soto Semarang, soto (sroto) Sokaraja (Banyumas dan sekitarnya), soto Betawi, dan aneka menu soto yang tersebar di hampir semua daerah di Indonesia.

Yang paling mudah dibedakan adalah taste pada kuah soto. Bukan isi soto. Sebab soal isi dalam mangkuk, lain ladang, lain belalang….. Kuah soto Madura sangat khas…. warna cenderung lebih pekat. Coklat tua mendekati warna kuah rawon. Sangat gurih, karena bahkan kunyitnya pun dibakar terlebih dahulu. Sehingga aroma soto Madura memang sangat khas.

Soto Madura Asli Jl Juanda. Ada menu daging, campur, jeroan, ayam, dll. (foto: roso daras)

Beda bumi-langit jika dibandingkan kuah soto bening Yogya dan sekitarnya. Beda pula dengan soto Jawa Tengah-an yang cenderung kekuning-kuningan karena unsur kunyit. Apalagi dibandingkan dengan soto Betawi yang cenderung putih kental karena unsur susu dan santan.

Kembali ke soto Madura. Memang, sama-rupa belum tentu sama-rasa. Sama-sama makan soto Madura, dijamin satu tempat dengan tempat lain bisa beda rasa. Celakanya lagi kalau lidah yang bicara. Ia tidak ada basa-basi untuk segera mengirim signal ke otak: Ini enak! Ini kurang enak! Ini kayak air cucian!!!

Untuk urusan rasa, pada dasarnya tidak berbeda dengan menu lain apa pun yang bersifat generik. Artinya, nama sama tapi beda rasa (nikmatnya). Contoh, ada begitu penjual kuliner gudeg di Yogya, misalnya. Akan tetapi, mengapa hanya beberapa resto gudeg saja yang cenderung ramai dan banyak pelanggan? Sama halnya dengan begitu banyak asinan Bogor, mengapa hanya ada satu-dua penjual asinan yang paling laris?

Tidak beda pula dengan urusan Soto Madura di Jakarta. Ia bertebaran di mana-mana? Tapi mengapa Soto Madura Asli di Jalan Juanda menjadi buruan pecinta kuliner soto? Karena lidah berkata enak. Segernya Madura asli! Ditambah sensasi-sensasi lain yang sebenarnya gimmick belaka. Seperti misalnya, nasi sekepalan tangan yang dibungkus daun pisang.

Gimmick lain, adalah nuansa Jalan Juanda yang dekat Pecenongan sebagai area Pecinan. Alhasil, restoran Soto Madura Juanda pun dicat merah darah di depannya. Pikulan soto Madura dijadikan ikon di depan resto. Masuk ke dalam, lebih tidak jelas lagi konsepnya. Jangan mencari gambar karapan sapi, atau ikon Madura di sana. Di hampir semua dinding, bertempelan testimoni dari para tokoh dan selebriti. Semua menuliskan pujian enak, dalam kalimat yang berbeda-beda.

Dindingnya penuh dengan testimoni tokoh dan selebriti yang dibingkai pigura. Semua berisi pujian rasa enak dalam kalimat yang berbeda-beda. (foto: roso daras)

Menatap ke langit-langit, lebih membingungkan. Ini rumah makan soto Madura apa kafe? Sebab, di langit-langit perpijar nyala lampu kerlap-kerlip aneka warna. Makin kontras dengan sebuah ruang mushola di bagian tengah. Sedangkan, para pegawainya, rata-rata berbicara dalam aksen Jawa Timuran yang medok. Sungguh lengkap kekacauan konsep resto ini. Atau mungkin, justru itu kelebihannya? Entahlah.

Yang pasti, untuk menikmati soto Madura di Jalan Juanda ini, Anda harus spare uang lebih. Sebab, jika semangkuk soto madura pinggir jalan dibanderol sekitar Rp 15.000, maka di sini menjadi dua kali lipat. Plus pajak pula. Itu artinya, untuk menikmati soto Madura Juanda sendirian, siapkan minimal Rp 50.000. Jika Anda berdua, siapkan minimal Rp 100.000. Tapi jika Anda juga tergoda untuk mencicip menu-menu lain yang juga sangat khas di sana, pastikan dana di ATM Anda terisi, sehingga kalau lembaran cash tidak cukup, Anda bisa menggesek dengan kartu debit.

Nah, karena isi dompet hanya Anda (dan Tuhan) yang tahu, maka bicara harga memang menjadi relatif. Akan tetapi jika rasa “Madura Asli” yang Anda kejar, niscaya tidak akan kecewa. Itu saja. (roso daras)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *