Jayakarta News
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Putri Malu dari Jawa

Putri Malu dari Jawa

admin Jayakarta by admin Jayakarta
March 22, 2017
in Feature, Kabar, Profil, Sosial Budaya
1

NAWUNG-PUTRI MALU DARI JAWA, sebuah novel berisi tentang sikap hidup orang Jawa. Buku ini memang bukan buku baru, tetapi isinya tak lekang oleh waktu. Karya sastra ini “dilahirkan” wanita Jawa bernama Galuh Larasati yang begitu santun dan lembut ketika berbincang dengan  Jayakartanews.com di kediamannya, Jl Parangtritis, Yogyakarta.

Galuh yang akrab dipanggil Atik mengisahkan isi novelnya mengambil filosofi kehidupan manusia  dari Tembang Macapat. Macapat, jelasnya, “jika direnungi, macapat itu mengandung nilai yang amat dalam, yaitu bahwa setiap manusia telah dirancang kehadirannya di dunia sejak masih berada dalam kandungan hingga dewasa, bahkan kematiannya.”

Galuh Larasati

Dengan semangat Atik  menjelaskan bahwa buku ini berisi tentang tokoh bernama Nawung Sekar,  sosok putri yang lahir dari keluarga sederhana. “Kisah hidupnya bagaikan cakra manggilingan, penuh dengan lika-liku kebahagiaan, kesedihan, kebangkitan dan keterpurukan, serta harapan. Ceritanya  berlatar belakang Dinasti Syailendra  dan Nawung Sekar ditampilkan sebagai sosok yang kalem, namun memiliki rasa sosial yang tinggi dan kepedulian terhadap lingkungannya.”

Terlihat gairahnya ketika menuturkan isi Nawung. “Saya meggambarkan, wanita dalam novel ini memiliki pemikiran bahwa belajar merupakan bagian hidup yang paling penting. Pengetahuannya  juga harus diimbangi spiritual agama karena tanpa itu, pengetahuan akan menjadi benda padat namun kosong dalamnya sehingga sangat rapuh,” ujar Atik dengan tetap berbinar senyum menceritakan isi novelnya itu.

Novel Nawung begitu sarat nilai-nilai luhur tradisional Jawa. Atik berharap, “Nawung dapat memperkuat mental dan spiritual Gadis Jawa yang penuh rasa pangrasa ini, untuk mengingatkan  kita semua agar senantiasa mencintai budayanya, berpengetahuan dan memiliki spiritual yang matang.” Inti dari novel ini, ujar Atik lagi, “manusia harus selalu dapat menjaga hubungan batin dengan Sang Pencipta, senantiasa mengasihi sesama dan merawat bumi tempat berpijak.” ***

Tags: galuh larasatinawungnovelwanita jawa
Previous Post

Festival Kopi dan Coklat

Next Post

Lubang Makan Korban

admin Jayakarta

admin Jayakarta

Next Post

Warning: Undefined array key "jnews-75x75" in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/Image.php on line 114

Warning: Trying to access array offset on value of type null in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageLazyLoad.php on line 105
Lubang Makan Korban

Lubang Makan Korban

Comments 1

  1. henny says:
    10 years ago

    sy udh bc bukunya bagus

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 JayakartaNews

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version