• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Bumi Manusia: Bumi Pramudya, Bumi Kemerdekaan Indonesia

Bumi Manusia: Bumi Pramudya, Bumi Kemerdekaan Indonesia

August 21, 2019
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

October 21, 2026
Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

October 21, 2026
Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

October 21, 2026
Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

October 20, 2026
Semester I 2026, Multiplier Effect BULOG Melesat Rp48,54 Triliun

Bantuan Beras Tahap III 2026, Bulog Siapkan 15,68 Juta Kilogram untuk Warga DIY

October 20, 2026
Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

October 20, 2026
Kardinal Suharyo Sambangi IKN, Romo Yos Tegaskan Peran Gereja dalam Masa Depan Bangsa

Kardinal Suharyo Sambangi IKN, Romo Yos Tegaskan Peran Gereja dalam Masa Depan Bangsa

October 20, 2026
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir pada Almarhum Subagyo H.S di Mabesad

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir pada Almarhum Subagyo H.S di Mabesad

October 20, 2026
WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

October 20, 2026
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, October 22, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Entertainment Review Film

Bumi Manusia: Bumi Pramudya, Bumi Kemerdekaan Indonesia

by admin
August 21, 2019
in Review Film
0
Bumi Manusia: Bumi Pramudya, Bumi Kemerdekaan Indonesia
522
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Apakah salah jadi Pribumi ?

Minke (baca Mingke), tokoh utama dalam film ‘Bumi Manusia’ garapan sutradara Hanung Bramantyo, mengaku sebagai pribumi (inlander) dan Jawa. Sosok Minke diperankan oleh Iqbaal Ramadhan.

Meski bersekolah di HBS (Hoogere Burger School, sekolah menengah umum 5 tahun di zaman Hindia Belanda) yang setiap hari berbahasa Belanda, namun Minke tetap menghormati dan menghargai bahasa pribuminya, asalnya, yaitu bahasa Jawa.

Minke memang berdarah bangsawan/Bupati, ganteng dan cerdas. Makanya ia bisa dan boleh bersekolah di HBS yang hanya diperuntukkan untuk kalangan Sinyo dan Noni Belanda totok dan peranakan. Di sekolah yang terkenal di kota Surabaya itulah, Minke setiap hari berpakaian kain sarung dan mengenakan blangkon. Simbol kepribumiannya.

Sahabat baiknya di HBS, Robert Suurhorf – yang benci pada pribumi, tapi tidak pada Minke yang dianggapnya Belanda – , suatu hari mengajaknya ke Wonokromo. Ke sebuah perkebunan yang diberi nama Boerderij Buintenzorg seluas 150 hektar dengan 500 orang pekerja pribumi yang milik tuan Herman Mellema dan setiap harinya diurus oleh gundiknya, Nyai Ontosoroh (Sha Ine Febriyanti). Apakah Minke hanya dikenalkan pada Nyai Ontosoroh yang ramah dan pandai itu ? Tidak.

Tujuannya adalah Minke diperkenalkan pada Annelies Mellema (Mawar de Jongh) yang berusia 19 tahun, putri ke dua Nyai Ontosoroh yang cantik jelita. Di perkebunan tersebut, Annelies dijuluki kecantikannya melebihi Ratu Wilhelmina yang bertahta di Belanda.

Dari sinilah cerita bermula. Konflik dan peristiwa kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti. Dan Minke masuk terlibat didalamnya. Semua gara-gara Annelies yang merupakan ‘bunga penutup abad” yang tak banyak bicara. Serta sepak terjang Nyai Ontosoroh yang semula bernama Sanikem, gundik desa yang tak bersekolah resmi tapi pandai berbahasa Belanda, karena diajarkan oleh ‘suaminya’, Herman Mellema.

Kisah cinta dan pergulatan batin Minke yang pribumi jawa dan Annelies yang blasteran Belanda-Jawa ini yang menjadi inti cerita utama film yang diangkat dari novel Tetralogi karya Pramoedya Ananta Toer. Kisah cinta dua anak manusia di bumi Hindia Belanda ini yang kemudian menjadi latar dan memantik pergolakan batin Minke atas hak-haknya sebagai pribumi ditengah politik kolonial Belanda di awal abad 20.

Apakah seorang pribumi tidak punya hak dan kemerdekaan sebagai bangsa yang berdaulat di tanah jajahan? Mengapa politik devide et impera dan pemisahan tiga bangsa (Belanda, Timur Asing yaitu Arab dan Tionghoa serta inlander/pribumi) masih bercokol di zaman itu ? Situasi kelam pemisahan pendidikan akibat penjajahan ini yang kemudian mencuatkan Politik Etis (Politik Balas Budi) yang lebih dikenal sebagai ‘Trilogi van Deventer’ di Hindia Belanda.

Lihatlah di mana-mana terpampang papan nama bertuliskan ‘Verboden voor honden en inlander’ (dilarang masuk bagi anjing dan pribumi). Sakit. Sedih. Jiwa pemberontakan Minke bergolak.Ia hanya minoritas di tanah jajahan. Namun, ia tak berdaya. Ayahnya, seorang Administratur terkenal di kota B (mungkin ini dimaksudkan kota Blora, kota kelahiran Pramoedya) yang menghamba pada majikannya, Belanda, yang akan mengangkatnya sebagai Bupati. Ketika Minke dijemput utusan ayahnya dengan delman untuk bertemu dengan ayahnya di kota B, Minke berjalan menunduk dan menyembah ayahnya (Donny Damara). Ibunya (Ayu Laksmi) hanya bisa menangis melihat ‘perubahan’ yang terjadi atas diri anaknya yang selama ini dikirim ke HBS di Surabaya.

“Nyuwun pengapunten, Papa,” sembah Minke. Ayahnya gusar mendengar pengakuan bersalah anaknya. “Surat-suratku tak dibalasnya. Aku sekolahkan tinggi-tinggi, kamu melawan,” Bupati B murka. Sekalii lagi, Minke menyembah mohon ampun. Mama ikut melerai dan hati papa pun melunak.

Menurut Papa, kodrat umat manusia kini dan kemudian ditentukan oleh penguasaannya atas ilmu dan pengetahuan. Di awal film, setelah berjalan 5 menit, jelas terpampang di layar. Hanung Bramantyo memang sangat lihai menyuguhkan gimmick atau kejutan dengan kalimat ‘kita memasuki zaman modern. Zaman kemajuan’. Semua, pribadi dan bangsa-bangsa, akan tumbang tanpa itu. Melawan pada yang berilmu dan pengetahuan adalah menyerahkan diri pada maut dan kehinaan.

Hanya itu satu-satunya jalan yang baik untuk Pribumi. Aku (Minke) setuju atas pernyataan papa. Kelak, Minke harus duduk sejajar dan setingkat dengan orang Eropa. Bersama-sama memajukan bangsa dan negeri ini.

Minke bergerak cepat. Jiwa pribuminya bangkit. Melihat politik kolonial yaitu stelsel untuk mengukuhi kekuasaan atas negeri dan bangsa-bangsa jajahan, dia melawan dengan caranya. Karena di HBS pandai, Minke kemudian banyak menulis di koran lokal S N v/d D dengan nama pena Max Tollenaar. Atas tulisan-tulisan Minke ini, gegerlah seluruh kota, seluruh negeri. Hingga ke sekolahnya di HBS, dan sampai ke negeri Belanda. Guru-guru sekolahnya mempertanyakan hal tersebut.

Umpatan dan cibiran mengarah ke Minke. Gosip dan hoax pun berseliweran tak jelas ujung pangkalnya. Minke menginginkan perkebunan milik Nyai Ontosoroh dan sekaligus puterinya, Annelies. Di satu sisi, Minke memang memiliki sifat ‘phylogynik’ yaitu pintar merayu perempuan. Sifat ini berlawanan dengan ‘misogynik’ yaitu kaku dan diam terhadap perempuan.

Berkat ketampanan dan kepintarannya, akhirnya Nyai Ontosoroh menyuruhnya agar Minke tidur di rumah dan perkebunan miliknya menemani Annelies. Di salah satu adegan, Hanung Bramantyo memvisualkan adegan Minke mencium pipi dan bibir Annelies atas suruhan Ontosoroh yang sedikit agresif. Adegan ini cukup membetot simpati fans Minke aka Iqbaal Ramadhan yang sukses memerankan sebagai Dilan.

Akhirnya, tibalah hari bahagia itu. Minke melamar Annelies. Dalam salah satu adegan, sebelum tibanya pernikahan secara Islam, Minke telah meniduri Annelies (di buku novelnya, tidak ada). Hari pernikahan digelar. Seluruh penduduk kampung bersuka cita. Semua karyawan perkebunan Buitenzorg diliburkan dan terlibat dalam kepanitiaan, Puluhan sapi dan ayam dipotong. Tamu dan undangan diundang dalam perjamuan istimewa ini, dari Residen, Bupati, sampai Wakil Gubernur yang orang Belanda.

Happy end dan cerita berakhir?

Belum. Datang tragedi mengerikan. Herman Mellema (‘suami’ Ontosoroh) ditemukan mati mengenaskan di rumah bordil milik babah Ah Tjong (Chew Kim Wah), yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah dan perkebunan Ontosoroh. Muncul tokoh-tokoh misterius di insiden ini, pak Gendut dan Robert Mellema (Georgino Abraham) yang diam-diam memerkosa adik kandungnya, Annelies di perkebunan yang sepi dan raib entah kemana. Darsam (Whani Darmawan),centeng asal Madura yang setia menjaga keluarga Ontosoroh sudah mengeluarkan cluritnya siapa pembunuh majikannya.

Di pengadilan Landraad, Ontosoroh danAnnelies bebas dari tuduhan. Babah Ah Tjong dihukum.

Muncul tragedi kedua. Mendadak sontak muncul Ir. Maurits Mellema (putra almarhum Herman Mellema yang menikah dengan Amelia Hammers) yang menyatakan duka citanya tas kematian ayahnya sekaligus menggugat hak waris atas perkebunan Buitenzorg di Wonokromo. Ontosoroh protes tidak terima.

“Kowe pribumi. Dan kowe tak pernah menikah dengan ayah saya. Kowe cuma dijual 25 gulden oleh ayah kowe kepada tuan Herman Mellema. Ayah kowe ingin jadi mandor,” kelit Maurits

Ontosoroh terkesima. Dia masih membela diri dalam mempertahankan perkebunannya. “Anak Hermen Mellema, Annelies yang telah menikah dengan Minke berhak atas warisan tersebut,” bela Ontosoroh.

“Annelies masih dibawah umur. Dalam Pengadilan Putih di Belanda, dan berdasar catatan, Annelies tidak pernah menikah dengan siapa pun,” teriak Maurits.

Bagai disambar geledek Ontosoroh terhuyung. Minke marah bukan alang kepalang. Dia bangkit melawan hakim ketua yang orang Belanda. Tapi hal ini berhasil dicegah oleh marsose Belanda. Minke disuruh keluar dan Ontosoroh menyusulnya. Terjadi kerusuhan di luar Pengadilan. Puluhan ulama dan orang Madura yang dikoordinir Darsam, berusaha memasuki Pengadilan. Terjadi tembak menembak. Korban pun berjatuhan.

Atas berbagai kejadian yang terbentang dihadapan matanya, Annelies sakit. Dokter Martinet, dokter pribadi keluarga Ontosoroh mengatakan kepada Minke, hanya Minke yang bisa menyembuhkan penyakit Annelies. Martinet mohon mengundurkan diri sebagai dokter pribadi, dan digantikan oleh Minke.

Tibalah hari penentuan. Kereta Gubermen siap mengantarkan Annelies untuk berobat ke Belanda diantar sahabat dekat Minke yang bernama Jan Dapparste aka Panji Darman (Bryan Domani). Panji Darman adalah indo blasteran yang teleh menjadi Jawa, dibantu Minke. Nantinya, Minke dan Ontosoroh akan menyusul Annelies ke Belanda. Sayup-sayup roda kereta menggiling kerikil, makin lama makin jauh, menuju Surabaya, untuk kemudian berlayar ke Belanda. Bunyi roda kereta tak terdengar lagi. Minke dan Ontosoroh menundukkan kepala di belakang pintu.

“Kita kalah, Ma,” bisik Minke.

“Kita telah melawan, Nak, Nyo (Sinyo, panggilan untuk Minke), sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya,” ujar Ontosoroh lirih.

Sebuah ending yang menggantung. Mungkin nantinya akan dilanjutkan sekuel berikut oleh Hanung Bramantyo di film berikutnya. Karena Pramudya Ananta Toer sendiri menulis novelnya menjadi Tetralogi : Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah kaca.

Yang jelas, Hanung memaparkan, inilah karya terbaik sekaligus terberat bagi dirinya. 2 bulan syuting, dan 2 tahun produksi. Dan bagi pemain, 3 bulan workshop.

Hanung menambahkan, Iqbaal Ramadhan memahami apa yang dirasakan Minke. Karena Iqbaal adalah minoritas di negaranya (Amerika) tempatnya belajar. “Baik Minke maupun Iqbaal sama-sama berusia 19 tahun. Dia juga cerdas. Jadi, enggak ada alasan enggak memilih dia,” ucap Hanung.

‘Bumi Manusia’ ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer di tempat tahanannya, Pulau Buru selama 14 tahun. Tanpa proses pengadilan. Pemerintah Orde Baru telah membebaskan Pramoedya tanggal 21 Desember 1979, Pramoedya tidak bersalah secara hukum dan tidak terlibat dalam G 30 S/PKI. Dari banyak karya sastranya, ‘Bumi Manusia’ yang ditulis paling lama dan ditulis dalam 4 bahasa : Indonesia, Jawa, Belanda dan Jawa. Dan Pulau Buru telah menjadi ‘bumi Pramudya’ alias ‘bumi Indonesia kecil’. Dari Pulau Burulah, mencuat gagasan ihwal hak asasi manusia, kemerdekaan Indonesia dari Hindia Belanda dan kesetaraan gender serta pembebasan kemerdekaan atas diri manusia.

Dari Minke, kemudian muncul organisasi-organisasi dan perkumpulan pribumi dan ikut bergabung beberapa orang Indo, seperti Budi Utomo, Syarikat Dagang Islam, Serikat Islam, Muhammadiyah dll.

Ingatlah selalu pesan Pramoedya Ananta Toer kepada generasi muda Indonesia. “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian !”. (Ipik Tanoyo)

Tags: jayakartanewsnovelpramoedya ananata toer
Share209Tweet131
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

October 21, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version