Proyek Pembangunan Jalan di Jimbaran “Amburadul”

 Proyek Pembangunan Jalan di Jimbaran “Amburadul”
Tampak penutup saluran air sudah ambrol. Aspal pun terkelupas. Foto: CM Ginting

PROYEK pembangunan ruas jalan, peningkatan jalan Jepun (Simpang Ayana-Jalan Puri Gading) Jimbaran, Kuta Selatan yang belum genap lima bulan selesai dikerjakan, kini sudah mengalami kerusakan. Dari pantauan kemarin, pasangan Cover u-ditch (penutup) U-Ditch (saluran air) ada yang terbalik mengujur ke atas dengan isi sampah di dalamnya. Diduga pengerjaannya “amburadul”, karena kualitas pemasangannya buruk. Belum lagi kondisi aspal juga sangat memprihatinkan keadaannya.

Dari Informasi di lapangan, proyek tersebut milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung yang dikerjakan PT Permata Indah Lestari, yang beramat di Jalan Muding Sari, No,3 Kerobokan Kaja. Dengan nilai proyek sebesar Rp 3,2 miliar lebih, dari APBD Badung tahun 2017.

Ketut, warga setempat menilai  pembangunan peningkatan jalan Jepun tahun lalu terkesan asal- asalan. Diduga rekanan menggunakan kualitas material aspal buruk. Selain itu, untuk pemasangan U-Ditch di sepanjang jalan hampir tidak merata. Dan sampai saat ini, sisa Cover u-ditch dibiarkan menumpuk begitu saja di kebun milik warga.

“Memang jalan sudah diperbaiki, namun kualitas aspalnya buruk. Untuk pasangan U-Ditch tidak bagus, dan sisa material Cover u-ditch ditinggal begitu saja di lahan warga,” ujar warga yang mengaku bernama Ketut tersebut.

Sutrisno, salah seorang pengguna jalan yang sering melalui jalan tersebut untuk berjualan menyebutkan bahwa jalan itu belum lama diperbaiki, namun ada beberapa titik aspalnya yang retak. Banyak yang menilai pengerjaannya tidak sesui dengan spesifikasi kontruksi bangunan,  sehingga mutu dan kualitas pekerjaan sangat buruk.

“‎Saya selaku pengguna jalan berharap, agar jalan ini dapat kembali diperbaiki. Karena belum genap lima bulan usai dikerjakan aspal banyak retak dan ada tutup saluran air terbalik. Untuk itu saya minta kepada Dinas PUPR jangan serta merta melakukan Provisional Hand Over (PHO)‎ atas pekerjaan tersebut sebelum diperbaiki,” harapnya. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *