Pre-Wed di Bukit Cinta, Camping di Holbung Sipege

 Pre-Wed di Bukit Cinta, Camping di Holbung Sipege
Menikmati keindahan Danau Toba dari Dolok Holbung Sipege. Foto: Monang S

DOLOK Holbung Sipege (Bukit Holbung Sipege) merupakan objek tujuan wisatawan yang dalam dua tahun terakhir mulai ramai dikunjungi. Bukit yang terletak di Desa Hariara Pohan, Kecamatan Harian Boho, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara ini dapat ditempuh dengan waktu sekitar enam jam dari kota Medan. Ada dua alternatif jalur menuju bukit indah itu, yakni melalui lintas Medan-Kabanjahe-Tele dan rute lintas Medan-Pematang Siantar-Parapat dengan kapal ferry menyeberang ke Tomok (Samosir).

Dari Kabupaten Kota, Pangururan, Bukit Holbung Sipege berjarak sekitar 20 kilometer yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar satu jam perjalanan menggunakan kendaraan roda dua. Sedangkan dari Kecamatan Harian Boho ke Dolok Holbung Sipege berjarak sekitar 5 Km dan bisa ditempuh dalam waktu 20 menit saja menggunakan sepeda motor.

Saat ini, pengunjung objek wisata Bukit Holbung Sipege umumnya kaum muda, yang bersepeda motor. Di akhir pekan dan hari libur, jumlah pengunjung bisa mencapai ratusan orang. Setelah melihat banyaknya orang berwisata ke bukit Holbung Sipege, Rahman Simbolon (56) tertarik membuka warung makanan dan minuman di kaki bukit.

“Sebagai warung yang pertama buka, hasilnya lumayan. Banyak pengunjung yang mampir sekadar membeli minuman ringan atau makanan di sini,” ujar Rahman kepada Jayakartanews, baru-baru ini. Sudah dua bulan ia membuka warung di kaki bukit itu. Selain menyediakan kopi, teh, air mineral, aneka roti dan pop mie, Rahman juga menyediakan menu berat berupa nasi dan lauk-lauk. “Sayang, di sini susah mendapatkan air, makanya belum bisa jualan macam-macam,” tambahnya.

Di samping berdagang, Rahman juga bertanggung jawab dengan kebersihan sekitar Bukit Holbung Sipege serta ikut mengatur kendaraan para pengunjung. Ia berharap semoga kepala Desa Hariara Pohan bisa mengelola objek wisata itu menjadi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Setelah itu, desa bisa mengalokasikan anggaran untuk membangun sarana umum untuk para pengunjung, antara lain fasilitas toilet (kamar mandi), tempat-tempat sampah, dan fasilitas penunjang lainnya.

Ada beberapa faktor daya tarik yang membuat Bukit Holbung Sipege mulai diminati wisatawan, antara lain objek wisata alam yang masih baru dan fresh. “Lokasinya cukup strategis untuk berkemah (camping), view-nya bagus,” kisah Widodo (21) pengunjung asal Kota Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang yang sudah tiga kali berkunjung ke Bukit Holbung Sipege. Sayang, tambahnya, masih minim fasilitas umum.

Seorang pengunjung lain, Dwi Novita (20), karyawati swasta di Kota Medan juga memuji tempat itu sebagai objek wisata yang sangat indah. Selama dua tahun terakhir, ia mengaku sudah empat kali berkunjung ke sana bersama teman-teman. Tahun 2015, pertama kali ia mendaki bukit Holbung Sipege, jalanan masih bebatuan, dan belum ada kayu dan bambu untuk pegangan di jalur menanjak. Saat ini, jalan sudah diaspal beton, dan juga sudah dibangun pegangan untuk wisatawan mendaki bukit. “Asal dikelola lebih baik, penduduk tetap ramah-tamah, pasti akan lebih banyak orang ke sini,” ujar Dwi.

Sementara itu, Jani Situmorang (39) warga Desa Holbung yang berdekatan dengan Desa Hariara Pohan mengatakan, di hari libur banyak sepeda motor yang lewat dari Desa Holbung. Yang bermobil juga ada. Di jalan memasukki Desa Holbung menuju lokasi wisata Bukit Holbung Sipege ada Masjid Almubarokah yang acap dijadikan tempat singgah pengunjung, selain untuk sholat juga beristirahat sejenak. Jani menyebutkan, sebenarnya ada objek menarik lain di dekat Desa Holbung yakni sumber mata air yang mengalir langsung ke danau. Bukan hanya itu. Di bagian bawah bukit juga terdapat gua kecil yang berkapasitas kurang lebih 10 orang. Belum banyak yang mengetahui objek gua di situ. Sebab objek gua dan sumber mata air terletak agak tesembunyi. Untuk mencapainya, pengunjung harus menggunakan sampan.

Bukit Holbung Sipege sejatinya bukanlah bukit tunggal, melainkan bukit kembar. Di Desa Janji Martahan juga terdapat satu bukit yang disebut Bukit Cinta. Objek ini lebih sering dijadikan objek foto pre-wedding. Jarak antara Bukit Cinta dan Bukit Holbung Sipege relatif dekat, hanya beberapa kilometer saja. Bukit Cinta teretak di Desa Janji Martahan, sedangkan Bukit Holbung Sipege berada di Desa Hariara Pohan. “Tapi belakangan, Bukit Holbung Sipege lebih terkenal dibanding Bukit Cinta,” ujar Ramlo Sitanggang (45), warga Desa Janji Martahan. ***

Menikmati Dolok (Bukit) Holbung Sipege sambil berkemah. Foto: Monang S.

admin

1 Comment

  • Sebuah maha cipta tuhan yg indah, lebih jauh mengexplore tentang Danau Toba serta pulau Samosir

Leave a Reply

Your email address will not be published.