Prabowo Gebrak Meja, Usamah Tantang Ulama Beri Kesaksian di Istiqlal

 Prabowo Gebrak Meja, Usamah Tantang Ulama Beri Kesaksian di Istiqlal

USAMAH  Hisyam, mantan anggota Dewan Penasehat Persaudaraan Alumni 212, menantang para ulama yang membantah tulisanya di Muslim Obsession dengan tajuk “Prabowo Marah Meninju Meja, Para Ulama Terperangah” untuk memberi kesaksian di hadapan Allah di Masjid Istiqlal.

Dalam pernyataan pers tertulis yang diterima Jayakarta, Usamah yang mantan wartawan Matra dan Media Indonesia itu, mengajak ulama yang membantah tulisannya untuk memberikan kesaksian di Istiqlal.

Dalam tanggapan baliknya selaku  mantan Anggota Dewan Penasehat Persaudaraan Alumni 212 mengungkapkan, bahwa  mereka yang memberikan tanggapan di sejumlah media massa atas tulisannya itu
seperti Jubir PA 212 Damai Hari Lubis, Wakil Sekjen Gerindra Andre Rosiade, Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak, adalah orang-orang yang tidak hadir dalam pertemuan Dewan Penasehat PA 212 di Hotel Sultan beberapa hari sebelum ij tima’ ulama I digelar.

“Oleh sebab itu bagaimana mungkin mereka bisa memberikan kesaksian atas kejadian yang tidak dihadirinya,” tulisnya.

Menurut Usamah, dalam menyikapi pro kontra terhadap kesaksian sejumlah tokoh dan ulama, maka dirinya
mengajak para tokoh dan ulama yang hadir pada pertemuan Dewan Penasehat 212 dengan  Prabowo Subianto di Hotel Sultan tersebut memberikan kesaksian.  Dalam hal ini  yang dimaksud Usamah adalah dengan, “Bersumpah memberikan kesaksian dihadapan Allah SWT dan Al quran bertempat di masjid Istiqlal.”

Menurutnya, bilamana dalam kesaksian tersebut ada tokoh dan ulama yang membantah akan peristiwa tersebut,  “Insha Allah seluruh amal ibadahnya akan terhapus dan dikutuk oleh Allah SWT,” tandasnya.

Usamah menyatakan, dirinya  menunggu sikap tokoh dan ulama yang tidak mengakui terjadinya peristiwa itu
selama satu minggu sejak pernyataan ini disampaikan untuk mengambil sumpah.

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade membantah permnyataan Usamah,  Menurut dia, apa yang dikatakan itu menggambarkan Usamah hanya sedang mendiskreditkan Prabowo sebagai calon presiden.

“Ini ulama kan punya independensi masing-masing. Kalau Pak Prabowo marah-marah sama ulama, mungkin nggak  ulama dukung beliau di Ijtimak Ulama yang pertama dan kedua. Nggak ada Pak Prabowo marah-marah di situ. Pak Prabowo mau tampil meyakinkan, begitu gayanya. Setelah itu, baru ada Ijtimak Ulama yang pertama memutuskan Pak Prabowo menjadi calon presiden. Kalau Pak Prabowo bentak-bentak ulama, tentu ulama nggak mau dukung beliau,” ujarnya.

Mana yang benar? Tentu menarik jika nanti ada sumpah para ulama untuk mengakui atau tidak mengakui peristiwa yang terjadi pada pertemuan Dewan Penasehat 212 dengan  Prabowo Subianto di Hotel Sultan. Siapa yang bohong, pasti akan menuai risiko menurut takaran agama Islam. Ini berat, karena sumpah dilakukan di Masjid dan dengan mengangkat Al Quran. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *