Pemprov Jatim Luncurkan MJK Tahun 2020

 Pemprov Jatim Luncurkan MJK Tahun 2020
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak memberikan presntasi kepada sejumlah pelaku usaha. (foto istimewa)

JAYAKARTA NEWS – Seluruh pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), Strat Up dan para Generasi Milenial di Jawa Timur diharapkan untuk bisa memanfaatkan program Milenial Job Center (MJC) yang akan diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Jatim pada 2020 mendatang.

Apa manfaat MJC ? Pelaku usaha dapat menjawab berbagai kendala yang mereka hadapi. Seperti soal pemasaran atau promosi lewat media sosial, mencari market, packaging produk, memasang iklan produk di google ads atau facebook ads, serta pembuatan website.

Untuk mengatasi kendala itu, Pemprov Jatim menghadirkan MJC dengan menyediakan ekosistem dunia kerja dan dunia usaha di era industri 4.0. Program tersebut akan menjembatani antara pencari kerja atau penyedia jasa (talent) dengan client, serta dibimbing oleh mentor berpengalaman.

MJC sendiri rencananya akan dihadirkan di lima Bakorwil (Badan Koordinasi Wilayah) di Jatim yang meliputi, Madiun, Malang, Jember, Bojonegoro, dan Pamekasan. Para talent dapat memanfaatkan program tersebut untuk pengembangan kompetensi yang menekankan pada On The Job Learning.

Menurut Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Seminar dan Sosialisasi “Startup” tech for 4 Industry yang diselenggarakan di Gedung Co Working Space, Jl. Pacar Surabaya, Rabu (4/9) sore, bahwa dalam mengembangkan bisnis di era industri 4.0, para pelaku IKM terkadang mengalami berbagai kendala.

Kendala tersebut diantaranya soal pemasaran atau promosi lewat media sosial, mencari market, packaging produk, memasang iklan produk di google ads atau facebook ads, pembuatan website, serta yang lainnya. Termasuk kendala dalam hal menemukan jasa orang atau perusahaan yang bisa mengerjakannya.

Diharapkan, melalui program tersebut dapat menjawab berbagai kendala yang mereka hadapi. Seperti soal pemasaran atau promosi lewat media sosial, mencari market, packaging produk, memasang iklan produk di google ads atau facebook ads, serta pembuatan website.  

Sementara disisi lain para pelaku startup, serta generasi milenial yang berminat dan mampu mengerjakan kendala-kendala tersebut, justru kebingungan untuk mencari client. Sebab, biasanya para client menginginkan orang atau perusahaan yang sudah berpengalaman.

Pria yang pernah menjadi Bupati Kab. Trenggalek ini mencontohkan, beberapa mentor tersebut adalah GoJek, Gapura Digital, Amazon Web Service, dan Google. Para mentor ini akan membimbing talent dalam mengerjakan proyek hingga mampu mandiri.

“Para talent, baik personal, atau startup, akan diberikan sebuah pekerjaan temporer, seperti proyek atau tugas berbayar dari client dunia usaha, contohnya IKM,” katanya.

Kehadiran MJC diharapkan ikut memacu tumbuhnya Start Up di Jatim yang sampai saat ini jumlahnya sudah mencapai 1.407 dari berbagai macam usaha.

Manfaat bagi talent, akan mendapat pengalaman mengerjakan proyek, sehingga bermanfaat untuk curriculum vitæ (CV) mereka. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya proyek, tentu mereka akan semakin ahli dan pendapatannya pun juga semakin besar.

“Sementara bagi client, seperti IKM, mereka bisa memilih talent sesuai budget yang dimiliki, mulai yang nol pengalaman, sampai yang sudah berpengalaman,” katanya.

Atas berbagai manfaat tersebut, Wagub Emil mengajak pelaku IKM, Startup, dan Generasi Milenial untuk memanfaatkan dan menyukseskan MJC yang direncanakan resmi diluncurkan pada 2020 mendatang.

Wagub Emil optimis, hadirnya MJC ini selain mampu mendorong tumbuhnya Start Up, juga semakin mendorong meningkatnya sektor industri di Jatim, yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Jatim.

Berdasarkan data BPS, dari total keseluruhan PDRB semester I-2019 yang mencapai Rp. 1.147,22 Triliun (ADHB), sebanyak 29,76 % disumbangkan oleh sektor industri.

Sementara itu, berdasarkan data Disperindag Jatim, jumlah industri kecil di Jatim per triwulan II Tahun 2019 mencapai 793.819 unit usaha yang mempekerjakan 1.838.762 pekerja (57,95% dari total seluruh tenaga kerja di Jatim).

Pada periode yang sama, jumlah industri menengah di Jatim mencapai 22.637 unit usaha dengan 972.372 pekerja (30,45% dari total tenaga kerja di Jatim).

Hadir dalam kesempatan ini, para pelaku Start Up dan IKM di Jatim, serta para perwakilan kampus dan sekolah. (poedji)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *