Menyambut Everblast Festival di Kemayoran

 Menyambut Everblast Festival di Kemayoran

J Rocks –foto ipik tanoyo

JAYAKARTA NEWS— Meski virus  corona (Covid-19) di tanah air sangat mengkhawatirkan, namun beberapa penyelenggaraan konser musik panggung tetap dilangsungkan. Seperti ‘Everblast’ Festival yang akan dihelat di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, 25 Juli 2020 mendatang.

“Mengusung konsep era 2000-an, Everblast Festival hadir untuk menjawab kerinduan generasi milenial akhir dengan melihat fenomena banyaknya lagu nostalgia era 2000-an yang menjadi viral diputar di berbagai tempat,” ujar Arinda dari Akselerasi Entertainment selaku promotor kepada penulis.

Hoobastank–foto instagram

Dikatakannya, pada lineup pertama fase pertama, Everblast Festival akan menghadirkan 9 artis musisi era 2000-an baik dari nasional maupun internasional. Hoobastank dan Secondhand Serenade adalah musisi mancanegara akan memeriahkan panggung Everblast Festival.

Hoobastank, grup musik dari Amerika yang sudah tidak asing bagi para penikmat musik era 2000-an akan kembali memanjakan telinga pendengar setianya. Lagu-lagu sentimental dari Hoobastank seperti ‘The Reason’, ‘If I were You’, ‘Running Away’ dan ‘Crawling in the Dark’ akan digebrak Hoobashtank secara padu dan liat.

Secondhand Serenade –foto instagram

Tak ketinggalan solois Secondhand Serenade yang pernah unjuk diri di Bandung juga akan menghibur pengunjung dengan nomor-nomor terbaiknya era 2000-an, di antaranya ‘Your Call’, ‘Fall for You’ dan masih banyak lagi. Tujuh musisi nasional juga siap menggebrak panggung Everblast Festival, yaitu J Rocks featuring Prisa, Glenn Fredly, Andra and The Backbone, Letto, Efek Rumah Kaca, Sindentosca dan Rocket Rockers.

“Kami kali ini akan tampilkan Prisa sebagai featuring yang akan melantunkan hits kami ‘Kau Curi Lagi’,” ujar Iman, vokalis J Rocks. “Lineup ini masih akan terus bertambah nantinya,” janji Arinda.

Mulai 5 Maret 2020, tiket mulai dijual: tiket Festival dibanderol Rp 450.000 sedang Superfestival Rp 950.000. Semoga animo masyarakat untuk menonton band-band era 2000-an masih cukup tinggi meski Indonesia sedang ramai dimasukit wabah Korona. “Kuotanya sangat terbatas, makanya harus standby dari sekarang,” lanjut Arinda. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *