Yuni Shara Gandeng Is Pusakata, Tulus Tutup Java Jazz 2020

 Yuni Shara Gandeng Is Pusakata, Tulus Tutup Java Jazz 2020

Yuni Shara di Java Jazz 2020–foto buddy ace

JAYAKARTA NEWS— Meski hari kedua dan ketiga penyelenggaraan Java BNI Jazz 2020 dilanda hujan lebat, tapi khalayak tetap membanjiri JIExpo Kemayoran, Jakarta. Dan penyanyi Muhammad Tulus yang tampil di BNI Hall yang menggantikan Sister Sledge dari USA (yang batal tampil karena takut adanya ancaman virus Corona) dipenuhi khalayak remaja milenial.

Ini pertama kali Tulus unjuk diri di pergelaran Java BNI Jazz   yang diiringi lima musisi pengiring. Selama 45 menit, Tulus yang berbusana hitam hitam memukau khalayak yang ikut tarik suara di tempat duduk.

Yuni Shara–foto buddy ace

Sebagian lagi, hampir mayoritas  cewek, duduk bersimpuh di bibir panggung sembari memotret dan menyanyi.  Begitu nomor pembuka berjudul ‘Langit Abu Abu’ digebrak, suasana romantis segera tercipta. 

Kalangan cewe milenial menjerit, menyanyi, bergoyang bahkan ada yang saling menyandarkan badannya pada kekasihnya. Ramah, selalu tersenyum dan akrab menyapa fansnya, Tulus boleh dikata merupakan rekam jejak tertinggi penontonnya tahun ini di Java Jazz tahun ini, mengalahkan penonton Bruno Major dan The Jacksons di hari ke 2. Delapan lagu disenandungkan Tulus tanpa henti, seperti ‘Teman Hidup’, ‘Ruang Sendiri’, ‘Adu Rayu’ dan “

‘Jangan Cintai Aku Apa Adanya’ yang dicomot dari album ‘Monokram’ yang semuanya berlirik kuat dan puitis. Hampir 3000an khalayak secara tertib ikut menyanyi dan membuat sebuah paduan suara kolosal nan rancak. 

Tulus di Java Jazz 2020–foto ipik tanoyo

“Mau lagu apa lagi ? Udahan ya…,” teriak Tulus menggoda. “Terus…terus..satu album dong…,” pinta khalayak. “Ini dahi saya basah..bukan keringat ya, tapi tadi di luar venue saya ikut menonton teman tampil pas hujan mengguyur. Jadi, ikut basah..,” tutur Tulus serius, namun disambut khalayak dengan suara tawa geeerrr.

Tulus menutup konser tunggalnya tengah malam sementara di luar masih jatuh rintik hujan. Sedangkan di Hall Mldspot dan Hall Top Coffee masih banyak jazzer mancanegara yang tampil hingga usai Senin (2/3) dini hari.

Selain Tulus, penyanyi lokal yang berhasil menyihir khalayak adalah Yuni Shara yang kali ini menggandeng Jopie Item, Glenn dan Rega Dauna serta Is Pusakata (eks vokalis Payung Teduh ). Penyanyi asal Batu (Jatim) ini selama tahun 2020 membetot perhatian masyarakat : rumahnya kebanjiran dan Yuni Shara dengan hot pants dievakuasi dengan perahu karet, lalu Yuni unjuk diri di konser ‘Kisah Cinta’ Ivo Nilakreshna.

Dan kali ini, dia tampil dalam ‘Yuni Shara Jazz Project’ dengan busana sensual. Cantik dan memesona. Yuni menyenandungkan nomor lawas ‘Mengapa Tiada Maaf’ yang didukung permainan duo terompet dan harmonika oleh Glenn dan Rega Dauna.

Raungan gitar pop rock dari Jopie Item ikut memberi warna konser ini yang memperjelas karakter unik suara Yuni yang serak dan seksi. Is Pusakata yang pernah booming lewat Payung Teduh menutup konser dengan lagu ‘Akad’ yang meraih AMI Awards 2017.

Hujan masih deras dan banyak penonton menunggu sampai subuh di panggung hall yang sebelas buah itu. Hari menjemput Senin   pagi (2/3) ditengah kegaduhan cuaca yang tak menentu. Mengapa tiada maaf bagimu..mengapa ku bertanya..lamat-lamat masih terdengar alunan suara Yuni Shara mengantar kita pulang ke rumah masing-masing dan bermimpi indah. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *