D’Masiv Rekam Lagu Ciptaan Guruh

 D’Masiv Rekam Lagu Ciptaan Guruh

D’Masiv bersama Indrawati Wijaya, produser Musica Studios— foto ipik tanoyo

JAYAKARTA NEWS— Band D’Masiv dari Tangerang merilis sebuah single bertajuk “Kala Sang Surya Tenggelam’ ciptaan Guruh Sukarno Putra. Lagu tersebut pernah dipopulerkan oleh Chrisye yang direkam tahun 1978 dalam album ‘Sabda Alam’.

Menurut Rian, juru bicara dan vokalis D’Masiv, lagu ini bercerita tentang cinta sepasang kekasih yang kehilangan arah. Kenapa dipilih lagu ciptaan Guruh? “Ini lagu luar biasa dan merupakan lagu cinta terbaik yang ada di Indonesia. Mas Guruh adalah pencipta lagu terbaik. Liriknya sangat dalam dan tetap mempertahankan budaya Indonesia. Visinya aktual dengan kehidupan sekarang. Lagu-lagu mas Guruh berat tapi bisa dimengerti,” tukas Rian.

Kebetulan, tahun 2020 D’Masiv merayakan ulang tahun ke 17, dan band pemenang ajang A Mild Live Wanted 2007 ini  bisa menjadi penyambung mata rantai penikmat musik Indonesia.

“Yang semula enggak tahu jadi tahu karena kami bawakan lagunya atau yang sudah tahu jadi makin suka dan mensupport dengan download yang original dan legal yang kami rekam di Musica Studios,” terang Rian.

Di sisi lain, Rian menjelaskan bahwa lagu ini bersifat sakral. “Kami waktu take vokal sempat berkaca-kaca saat menyanyi. Bikin merinding. Kami jadi punya tanggung jawab membawakan lagu ini dengan benar dan dengan vokal yang penuh penjiwaan,” ungkap Rian lagi.

Guna mempertahankan nuansa syahdu lagu ‘Kala Sang Surya Tenggelam’ ini, mereka mengaku tak banyak mengubah aransemen musiknya. “Karena kami ingin mengombinasikan nuansa lagu versi asli dengan ciri khas D’Masiv tanpa menghilangkan esensi dari lagu tersebut,” imbuh Rian.

CEO Musica Studios, Indrawati Wijaya mengemukakan salut atas keberhasilan D’Masiv yang terus merekam album di Musica Studios tanpa ingin hengkang ke label lain. “Saya selalu berpesan pada anak-anak D’Masiv, tetap rendah hati. Dan tetap ‘down to earth’, jangan seperti kacang lupa kulit. Dan satu hal penting, rajin menabung, jangan hamburkan uang. Rajin beribadah,” pesan Indrawati Wijaya.

Band yang digawangi Rian (vokal), Kiki (gitar), Rama (gitar), Wahyu (drum) dan  Ray (bas) ini memang berasal dari sebuah gang  sempit dan kumuh di Tangerang. Berkat menang sebagai juara 1 di A Mild Live Wanted tahun 2007, kini band ini memiliki alat-alat musik sendiri dan sudah menjalani tur ke seluruh Indonesia.

Juga, melakukan konser ke negara-negara Asia seperti Singapura, Hong Kong, Taiwan dan rekaman album di Abbey Road, London, Inggris (tempat The Beatles rekam piringan hitamnya). Tak ketinggalan, kelima personel ini telah berumrah dua kali. “Naik haji saja yang belum,” tutup Kiki, satu-satunya personel yang masih bujangan. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *