Ketua BPK Kunjungi Korban Banjir

 Ketua BPK Kunjungi Korban Banjir

Ketua BPK Agung Firman Sampurna meninjau korban banjir di Jakarta. (foto: Humas BPK)

Jayakarta News – Banjir yang melanda Jakarta sepanjang pergantian tahun 2019 ke 2020 berdampak pada lumpuhnya aktivitas masyarakat. Selain karena tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari, banyak di antara warga yang harus mengungsi karena kediamannya terendam air.

Seperti halnya warga RT 006 RW 07 Kelurahan Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan. Hampir 70 Kepala Keluarga yang bermukim tak jauh dari bibir kali Ciliwung itu harus rela meninggalkan rumahnya dan mengungsi ke tempat lain. Beruntung, wilayah mereka beredekatan dengan Gedung Diklat BPK RI, sehingga mereka bisa ditampung di lokasi tersebut.

Melihat kondisi ini Ketua BPK RI Dr. Agung Firman Sampurna pun bergegas meninjau para pengungsi yang ditampung di gedung olahraga milik Badan Pemeriksa Keuangan itu, Kamis (2/1/2020) malam. Didampingi sejumlah pejabat BPK RI Agung menyampaikan rasa empatinya kepada para korban dan berharap mereka bersabar menghadapi peristiwa yang tengah melanda Jakarta dan sekitarnya ini.

“Skala banjir tahun ini sangat besar, mungkin ada juga alasan mengapa banjir,  namun saya menghindari pendapat yang saling menyalahkan, dan berharap tidak ada lagi curah hujan. Tapi kita tetap bersiap untuk melakukan upaya pertolongan, dan mengajak semua pihak, khususnya masyarakat Jakarta yang tak terkena dampak banjir dan rakyat indonesia  pada umumnya, menghadapi curah hujan lebat di bulan Februari mendatang dan kita akanbergotong royong menyiapkan segala sesuatunya lebih baik,” ungkap Agung.

Dikatakan, dalam menghadapi peristiwa banjir ini yang terpenting adalaha bagaimana membantu para korban berdampak banjir di ibukota ini. “Kita harus menjauhkan dari saling menyalahkan. Kita harus saling membantu agar kita bisa mengatasi bulan Januari ini dengan baik,” tuturnya.

Ketua BPK menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para korban banjir. (foto: Humas BPK)
Ketua BPK berforo bersama para pengungsi korban banjir Jakarta. (foto: Humas BPK)

Menurutnya, ke depan, tetap memperhatikan soal perencanaan dan kelengkapan infrastruktur yang dibutuhkan mengatasi bencana banjir. Namun demikian, yang terbaik sekarang ini adalah dirinya mengajak masyarakat untuk berempati. “Kita memiliki kewajiban melaksanakan tugas sehari hari, kita juga punya kepedulian tidak saja terhadap warga sekitar kantor, namun ada juga pegawai BPK yang terkena dampak banjir,” Agung melanjutkan.

Khusus bagi warga RT 007 RW 07 Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, banjir tahun ini bukan kali pertama dialami. Menurut Keta RT 006, Baihaki, sebelumnya kejadian yang sama juga sudah pernah mereka alami. “Dan, kami juga mengungsi di Gedung Diklat BPK ini karena letaknya memang bersebelahan dengan wilayah kami. Alhamdulillah BPK mau membantu dan mengizinkan gedung olahraga ini dijadikan tenpat penampungan warga kami,” kata Baihaki.

Atas nama warga Baihaki juga mengucapkan rasa sykur dan terima kasihnya atas bantuan makanan dan sebuah genset yang diberikan BPK kepada warganya. “Terima kasih kepada pimpinan BPK dan jajarannya yang telah membantu kami dalam menghadapi banir ini,” kata Baihaki.

Agung Firman mengakui bahwa ini memang bukan yang pertama kalinya ada warga mengungsi di Gedung Diklat BPK. “Tahun 2012 dan 2013 saya ke sini dan menyediakan penampungan sementara, kita terbuka dan siap membantu semampu kita meringankan beban warga Rawajati. Diharapkan dalam satu dua bulan kita tetap memberikan tempat hingga keadaan kembali norman,” papar Agung Firman Sampurna. (kbh)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *