Connect with us

Kabar

Hikmah “Sidak” ke Gudang BULOG

Published

on

Oleh Entang Sastraatmadja

“Sidak” itu singkatan dari Inspeksi Mendadak. Maksudnya adalah kegiatan pengecekan atau pengawasan yang dilakukan secara tiba-tiba, tanpa pemberitahuan dulu ke pihak yang diperiksa. Tujuan pokoknya antara lain :

1. Cek kondisi sebenarnya, karena kalau dikasih tahu dulu, bisa aja yang diperiksa “siap-siap” atau nutupin masalah.

2. Memaastikan aturan dijalankan. Misalnya disiplin kerja, harga barang, kualitas pelayanan, stok barang, dll.

3. Temukan masalah langsun,  biar bisa langsung ditindak atau dibenerin di tempat.

Yang biasa melakukan sidak adalah: Pemerintah/pejabat. Sidak ke pasar cek harga sembako, sidak ke sekolah cek kedisiplinan, sidak ke kantor cek PNS yang bolos.

– Atasan di perusahaan. Sidak ke gudang, pabrik, atau cabang buat cek operasional.

– BPOM, Disnaker, dll. Sidak ke pabrik makanan, restoran, atau perusahaan buat cek izin dan standar.

Contoh sidak yang dilakukan selama ini : “Walikota sidak ke pasar tradisional jam 6 pagi. Pedagang kaget karena nggak ada info sebelumnya. Ternyata tujuannya cek harga cabai beneran naik atau ada yang nimbun. Intinya: sidak sama dengan datang tanpa “kulonuwun” agar didapat fakta lapangan yang jujur.

Soal “sidak” sepertinya, bukan hal yang aneh bagi bangsa ini. Para petinggi negeri ini, cukup sering melakukan sidak ke lapangzn. Namun, persoalannya bisa menjadi menarik, ketika yang melakukan sidak itu adalah seorang Kepala Negara. “Sidak” Presiden ke gudang beras BULOG maknanya Presiden Prabowo datang langsung ke gudang BULOG secara mendadak, tanpa ngasih kabar dulu ke kepala gudang atau menteri terkait.

Catatan kritisnya, mengapa Presiden sidak ke gudang BULOG? Ada apa sebetulnya dengan beras BULOG yang kini jadi cadangan beras Pemerintah ? Sebagaimana diketahui, yang namanya sidak, biasanya untuk mengetahui 3 hal ini pertama, cek stok beras apakah benar-benar ada ? Memastikan laporan di atas kertas “stok aman” itu, apakah sama dengan kondisi fisik di gudang supaya tudak ada data fiktif.

Kedua, cek kualitas beras. Artinya, melihat langsung: berasnya layak konsumsi tidak, kutuan tidak, karungnya rusak tidak. Sebab, kalau beras bantuan pemerintah kualitasnya jelek, rakyat yang kena.

Ketiga, cegah penimbunan dan permainan harga. Kalau harga beras di pasar lagi naik, seorang Presiden sidak untuk memastikan BULOG tidak menahan stok. BULOG tugasnya stabilisasi harga lewat operasi pasar. Efek sidak Presiden sendiri membuat

Pejabat BULOG jadi lebih waspada dan tidak berani bermain-main dengan data.

Selanjutnya, kalau ada temuan, bisa langsung ada instruksi misalnya “besok gelontorkan 10 ribu ton ke pasar” atau segera ganti kepala gudang. Juga merupakan snyal ke publik bahwa Pemerintah serius dalam mengurus pangan, utamanya beras.

Setelah Presiden melakukan sidak ke gudang beras BULOG, beberapa waktu kemudian, Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional juga melakukan sidak ke gudang beras BULOG di Jawa Timur. Mentan Amran sendiri sangat berkepentingan dengan ketersediaan beras BULOG ini, mengingat dirinya merupakan pejabat publik yang paling getol menyuarakan betapa melesatnya cadangan beras Pemerintah.

Setidaknya ada 3 hal maksud dan tujuan Mentan Amran melakukan sidak.

Pertama, tindak lanjut sidak Presiden. Kalau Presiden sudah turun, Menteri teknis wajib mengecek detail ke bawah. Presiden lihat “big picture”, Mentan cek teknisnya seperti kualitas, distribusi, data real di lapangan.

Kedua, membuktikan stok beras aman dan transparan. Mentan Amran buka gudang BULOG Banjarkemantren, Sidoarjo yang kapasitasnya 203.500 ton. Dia nyebut stok nasional 4,9 juta ton dan bakal tembus 5 juta ton. Ini buat jawab keraguan publik: “Beras beneran ada nggak sih?”

Ketiga, mengajak publik ikut melakukan pengawasan. Ini yang unik. Mentan mempersilakan mahasiswa masuk kapan aja buat cek gudang BULOG. Tujuannya cross check data. Biar publik bisa verifikasi langsung, bukan cuma percaya omongan pejabat. Kemudian, cegah isu. Kalau ada yang bilang “stok kosong” atau “beras busuk”, mahasiswa bisa lihat sendiri dan menyampaikan komentarnya. Lalu, membangun kepercayaan. Mahasiswa BEM Umsida bahkan nawarin jadi mitra buat pantau distribusi.

Selanjutnya apa bedanya sidak Mentan dengan sidak Presiden ?

Sidak Presiden adalah bentuk sinyal politik, “gertak” biar semua gerak cepat.

Sedangkan sidak Mentan nengarah ke eksekusi teknis dan buka data. Jadi rangkaiannya Presiden sidak dan beri perintah dan tekanan. Mentan sidak menbuktikan dan melibatkan publik supaya transparan.

Selain itu, strateginya cukup tepat. Artinya, kalau gudang  beras BULOG dibuka ke mahasiswa, susah nuduh ada yang ditutup-tutupi. Sidak pejabat dan mengajak mahasiswa ngecek gudang langsung memang bahan konten yang “meledak”. Soalnya jarang sekali Menteri bicara “silakan cek seluruh gudang, di mana pun berada.”

Menarik, memang !

*) Penulis, Anggota Dewan Pakar DPN HKTI

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement