Agribisnis
Kementan Catat Stok Beras Nasional Capai 4,3 Juta Ton
JAYAKARTA NEWS – Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat stok beras nasional mencapai 4,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
“Ini tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan bulan depan kita perkirakan bisa mencapai 5 juta ton,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Jakarta, dikutip Kamis (2/4/2026).
Menurut Mentan Amran, peningkatan stok yang signifikan membuat kapasitas penyimpanan nasional perlu diperluas.
Dari total kapasitas gudang sekitar 3 juta ton, pemerintah melakukan langkah antisipatif dengan menyewa tambahan gudang berkapasitas hingga 2 juta ton.
Menurut Amran, lonjakan stok tersebut turut berdampak pada stabilitas harga pangan, khususnya selama bulan Ramadan.
Amran menegaskan bahwa beras yang selama ini menjadi penyumbang utama inflasi dalam 10–20 tahun terakhir, kini tidak lagi memberikan tekanan terhadap inflasi.
“Alhamdulillah, Ramadan tahun ini harga beras terkendali dan tidak menjadi penyumbang inflasi seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas Amran.
Kementan terus memperkuat upaya menjaga ketersediaan pangan nasional di tengah potensi tantangan iklim, termasuk fenomena El Nino yang diperkirakan mulai terjadi pada April 2026.
Sejumlah capaian di daerah menjadi faktor pendukung dalam menjaga pasokan, salah satunya melalui percepatan panen di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Hingga akhir Maret 2026, sekitar 78 persen dari total 26.016 hektare lahan sawah di Kabupaten Kuningan telah dipanen, atau setara dengan 20.310 hektare. Puncak panen terjadi sepanjang Maret dengan luas mencapai 12.488 hektare.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi potensi dampak El Nino melalui berbagai strategi peningkatan produksi dan penguatan sistem pertanian.
“Itu ada El Nino ke depan, itu mulai bulan depan, April, diperkirakan itu sampai 6 bulan. Insyaallah pangan, khusus sektor pangan itu aman,” ujar Mentan Amran.
Wakil Kepala Badan Pengelola BUMN, Tedi Bharata, menegaskan, BUMN akan menjadi motor penggerak dalam mendukung transformasi sektor pangan dan energi melalui penguatan kolaborasi dengan Kementan.
“BUMN siap mengoptimalkan potensi yang ada untuk memastikan Indonesia semakin mandiri dan mampu menghadapi tantangan global,” ujar Tedi.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyampaikan bahwa Indonesia saat ini telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas strategis, termasuk beras dan jagung untuk pakan, serta surplus pada komoditas ayam dan telur.
Wamentan menegaskan bahwa pengembangan bioenergi berbasis pertanian menjadi salah satu kunci dalam mendorong kemandirian energi nasional.
“Kita tidak hanya mencapai swasembada pangan, tetapi juga bergerak menuju swasembada energi,” tandas Sudaryono. (yog)
