Karya Tiga Pelukis Manca Negara di Rest Area Banjaratma

 Karya Tiga Pelukis Manca Negara di Rest Area Banjaratma

Yani Saptohoedojo yang dipanggil “biyunge” sedang memotong tumpeng didampingi Wabup Brebes, pelukis Erica dari Yogya, dan seniman2 mancanegara pada pembukaan International Exhibition bertajuk ARTS & HERITAGE FESTIVAL di Rest Area Banjaratma Brebes. Pameran dibuka hari ini, Minggu 13 Desember 2020, dan akan berlangsung hingga 10 Januari 2021. (foto: rakhmat s)

JAYAKARTA NEWS – Wakil Bupati Brebes, Narjo, SH, MH membuka secara resmi pelaksanaan “Arts & Heritage Festival 2020/2021”, Minggu (13/12/2020) di Rest Area 260-B, Banjaratma, Brebes. Ia sangat senang, Brebes menjadi kancah kiprah para seniman, tidak saja seniman Indonesia, tetapi juga manca negara.

Menandai peresmian International Exhibition bertitel Arts & Heritage Festival hari ini, Wabup Narjo menorehkan cat akrilik pada kanvas. Narjo dengan goresan spontan menggambar brambang (bawang merah) dan tiga butir telur bebek. Dua ikon unggulan Brebes, yang banyak dikenal masyarakat selama ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Yani Saptohoedojo melaporkan, event Arts & Heritage Festival 2020-2021 juga diikuti para pelukis manca negara. Karenanya, event ini juga sebuah international exhibition. “Tiga pelukis asing masing-masing dari Inggris, Ecuador, dan Mexico.

Sedianya, Gubernur Ganjar Pranowo akan membuka kegiatan ini. Tetapi, Ganjar berhalangan sehingga diwakilkan Wakil Bupati Brebes, Narjo. Hadir pula Kapolres, pengelola Rest Area 260-B Banjaratma, dan perwakilan Forkopimda Kabupaten Brebes lain.

Di antara peserta pameran, tampak pelukis Yogyakarta yang sudah memiliki reputasi internasional: Erica. Ia mengaku senang bisa terlibat dalam event di tempat bersejarah ini. Di tengah pandemi Covid-19, ia juga bangga dengan para seniman yang menolak pasif, dan tetap berkarya.

Festival yang diresmikan hari ini, 13 Desember 2020 akan berlangsung hingga 10 Januari 2021. Menilik tanggalnya, dapat dipahami, panitia penyelenggara ingin memanfaatkan momentum libur akhir tahun.

“Karena masih suasana pandemi, tentu tidak akan seramai sebelum pandemi. Setidaknya, ini kami jadikan sebagai deklarasi kebudayaan. Deklarasi kesenian. Jadi, liburan-liburan berikutnya, masyarakat sudah lebih aware, dan memilih istirahat di Banjaratma. Sambil melepas lelah, bisa memanjakan mata dan batin menyakskan karya-karya para seniman dalam dan luar negeri. Sukur-sukur bisa menemukan koleksi seni yang cocok untuk dipajang di rumah atau kantor,” ujar Rakhmat S, seniman sekaligus kurator festival ini.

Suasana pembukaan Arts & Heritage Festival 2020 – 2021 secara sederhana di Rest Area 260-B, Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (13/12/2020). (foto: rakhmat s)

Ditambahkan, tak kurang dari 30 pelukis akan pamer karya di Banjaratma. Di antara mereka, terdapat sejumlah pelukis papan atas Indonesia. Sebut saja, Kartika Affandi, V.A. Sudiro, Suwadji, Erica. Bukan hanya itu, tercatat tiga pelukis dari manca negara juga ikut ambil bagian dalam event yang didominasi kegiatan pameran lukisan itu. Ketiga pelukis asing itu berasal dari Mexico, Ecuador, dan Inggris.

“Dengan keterlibatan para pelukis asing, maka Arts & Heritage Festival 2020-2021 ini bisa juga disebut sebagai sebuah international exhibition,” ujar Rakhmat.

Rakhmat Supriyono bersama Godod Sutejo bertindak selaku kurator pameran ini. Dua sosok penggiat seni rupa Yogyakarta yang “menolak terkapar corona”, “menolak pasrah”. Selama pandemi Covid-19, keduanya sudah beberapa kali menggelar pameran lukisan virtual dan melukis bersama di sejumlah spot menarik di Yogyakarta.

Sekadar menyebut nama, berikut adalah para perupa yang bakal ambil bagian dalam “Arts & Heritage Festival 2020/2021”: Alan Aaronson (Manchester, Inggris), Astuti Kusumo, Cristina Rodriguez Sosa (Mexico), Ebo (Brebes), Erica Hestu Wahyuni, Fakturohman, Godod Sutejo, Herjaka, Ikhman, Nanang Widjaya, Ledek Sukadi, Sumadi, Subandi Giyanto, Sutarman, Rakhmat S., Klowor Waldiyono, Kartika, Rujiman, Tulus Warsito, M. Salim Ancol, Suwaji, Santiago Erazo (Ecuador), Syaiful Adnan, Nedit, Hajar Pamadhi, Dewobroto, Joko Sarjono, VA Sudiro, Sani Santana, dan Dunadi (patung).

Selain lukisan dan patung, festival nanti juga akan memamerkan koleksi sepeda kuno dan pusaka.

Pilihan waktu festival yang digelar akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021 adalah sebuah penyiasatan tersendiri. Meski pandemi belum berlalu, tetapi pada moment libur bersama, masyarakat yang bepergian menunjukkan grafik yang meningkat.

Wakil Bupati maupun Kapolres Brebes berpesan kepada panitia agar tetap menjaga protokol kesehatan. Terlebih, Brebes baru-baru ini berstatus merah. “Tapi karena ini kegiatan kesenian, dan diselenggarakan di area peristirahatan jalan tol Trans Jawa, tetap kita dukung, dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Semoga dengan kegaitan ini, Brebes tidak hanya dikenal di kancah nasional, tapi dikenal di dunia internasional,” ujar Kapolres Brebes, AKBP Gatot Yulianto. (rr)

Wakil Bupati Brebes, Narjo, SH, MH membuka Pameran Arts & Heritage Festival 2020-2021 di Rest Area 260-B Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah dengan menggoreskan kuas di antas kanvas.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *