Happy Ending di Brebes “Arts & Heritage Festival”

Brebes “Arts & Heritage Festival 2020 – 2021” yang diselenggarakan 13 Desember 2020 hingga 10 Januari 2021 berakhir manis. Pameran lukisan dan benda-benda seni yang digagas Yani Saptohoedojo itu berhasil menyedot animo masyarakat.

Pameran yang diselenggarakan di Rest Area 260-B Banjaratma, Brebes Jawa Tengah itu sengaja diselenggarakan di acara liburan akhir tahun. Menurut Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus sponsor kegiatan, Danan, pada hari-hari biasa, pengunjung berkisar di angka 300-an orang. Saat weekend bisa mencapai 600 – 700 pengunjung. Dan di puncak liburan, bahkan dikunjungi sekitar 1.000 pengunjung.

Festival Banjaratma, Pameran Terbesar di Tepi Jalan Tol

Tak kurang dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pun menyambut baik penyelenggaraan Arts & Heritage Festival 2020-2021 di lokasi tepi jalan tol, Rest Area 260-B, Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah. Rest area terbesar dan terluas yang ada di sepanjang jalan tol Trans Jawa. Ganjar berpesan, “Tetap jaga protokol kesehatan.”

Pelukis-pelukis Besar Pamer Karya di Banjaratma

JAYAKARTA NEWS – Kartika Affandi, Nasirun, dan sejumlah pelukis papan atas Indonesia hadir melalui karya-karyanya di Rest Area 260B Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah. Ini adalah ajang pameran karya lukis kedua, setelah sukses menyelenggarakan event sejenis akhir 2020 hingga awal 2021 lalu.

Narahubung pameran, Rakhmat Supriyono mengatakan, gelar karya pelukis internasional kali ini bertajuk Imlek Art International Exhibition. Pameran berlangsung mulai besok, 23 Januari hingga 13 Februari 2021.

Selain Kartika Affandi dan Nasirun, sejumlah pelukis lain yang ambil bagian adalah VA Sudiro, Suwadji, Erica Hestu Wahyuni, Astuti Kusumo, Nasirun, Klowor Waldiyono, Nanang Widjaya, Tulus Warsito. “Pameran ini berskala internasional. Enam negara mengirimkan perwakilan pelukisnya, masing-masing dari Inggris, Mexico, Ecuador, Malaysia, Thailand, dan Myanmar,” kata Rakhmat.

Sementara, perupa dalam negeri, datang dari Yogyakarta, Jakarta, Solo, Semarang, Wonosobo, Magelang, dan Banyumas. “Ini event kedua. Setelah mengevaluasi penyelenggaraan yang pertama, kami lakukan penyempurnaan di sana-sini. Semoga lebih sukses. O ya, kami tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” harapnya.

Selain Rakhmat Supriyono, nama lain yang terlibat dalam gelar karya ini adalah Yani Saptohudoyo dan Godod Sutedjo. Kolaborasi mereka telah berhasil membuat dunia seni rupa tetap bergeliat meski dihantam pandemi.

“Sebelum dua kegiatan di Rest Area 260B Heritage, Banjaratma ini, kami bersama para pelukis Yogya mengadakan sejumlah kegiatan. Antara lain pameran daring dan melukis on the spot di beberapa objek sekitar Yogya,” paparnya. (rr)

Lukisan Wakil Bupati Brebes

Wakil Bupati Brebes, Narjo, SH, MH meresmikan International Exhibition “Arts & Heritage Festival 2020-2021” di Rest Area 260-B, Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (13/12/2020). Dengan cat akrilik, Narjo menggambar barang merah dan tiga butir telor bebek. Dua ikon Brebes yang banyak dikenal masyarakat selama ini.

Arts & Heritage Festival 2020-2021

Hari ini, Minggu 13 Desember 2020, diresmikan event internasional Arts & Heritage Festival 2020-2021 di lokasi bersejarah Rest Area 260-B, Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah. Selama event berlangsung (sampai 10 Januari 2021), panitia menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Karya Tiga Pelukis Manca Negara di Rest Area Banjaratma

JAYAKARTA NEWS – Wakil Bupati Brebes, Narjo, SH, MH membuka secara resmi pelaksanaan “Arts & Heritage Festival 2020/2021”, Minggu (13/12/2020) di Rest Area 260-B, Banjaratma, Brebes. Ia sangat senang, Brebes menjadi kancah kiprah para seniman, tidak saja seniman Indonesia, tetapi juga manca negara.

Menandai peresmian International Exhibition bertitel Arts & Heritage Festival hari ini, Wabup Narjo menorehkan cat akrilik pada kanvas. Narjo dengan goresan spontan menggambar brambang (bawang merah) dan tiga butir telur bebek. Dua ikon unggulan Brebes, yang banyak dikenal masyarakat selama ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Yani Saptohoedojo melaporkan, event Arts & Heritage Festival 2020-2021 juga diikuti para pelukis manca negara. Karenanya, event ini juga sebuah international exhibition. “Tiga pelukis asing masing-masing dari Inggris, Ecuador, dan Mexico.

Sedianya, Gubernur Ganjar Pranowo akan membuka kegiatan ini. Tetapi, Ganjar berhalangan sehingga diwakilkan Wakil Bupati Brebes, Narjo. Hadir pula Kapolres, pengelola Rest Area 260-B Banjaratma, dan perwakilan Forkopimda Kabupaten Brebes lain.

Di antara peserta pameran, tampak pelukis Yogyakarta yang sudah memiliki reputasi internasional: Erica. Ia mengaku senang bisa terlibat dalam event di tempat bersejarah ini. Di tengah pandemi Covid-19, ia juga bangga dengan para seniman yang menolak pasif, dan tetap berkarya.

Festival yang diresmikan hari ini, 13 Desember 2020 akan berlangsung hingga 10 Januari 2021. Menilik tanggalnya, dapat dipahami, panitia penyelenggara ingin memanfaatkan momentum libur akhir tahun.

“Karena masih suasana pandemi, tentu tidak akan seramai sebelum pandemi. Setidaknya, ini kami jadikan sebagai deklarasi kebudayaan. Deklarasi kesenian. Jadi, liburan-liburan berikutnya, masyarakat sudah lebih aware, dan memilih istirahat di Banjaratma. Sambil melepas lelah, bisa memanjakan mata dan batin menyakskan karya-karya para seniman dalam dan luar negeri. Sukur-sukur bisa menemukan koleksi seni yang cocok untuk dipajang di rumah atau kantor,” ujar Rakhmat S, seniman sekaligus kurator festival ini.

Suasana pembukaan Arts & Heritage Festival 2020 – 2021 secara sederhana di Rest Area 260-B, Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (13/12/2020). (foto: rakhmat s)

Ditambahkan, tak kurang dari 30 pelukis akan pamer karya di Banjaratma. Di antara mereka, terdapat sejumlah pelukis papan atas Indonesia. Sebut saja, Kartika Affandi, V.A. Sudiro, Suwadji, Erica. Bukan hanya itu, tercatat tiga pelukis dari manca negara juga ikut ambil bagian dalam event yang didominasi kegiatan pameran lukisan itu. Ketiga pelukis asing itu berasal dari Mexico, Ecuador, dan Inggris.

“Dengan keterlibatan para pelukis asing, maka Arts & Heritage Festival 2020-2021 ini bisa juga disebut sebagai sebuah international exhibition,” ujar Rakhmat.

Rakhmat Supriyono bersama Godod Sutejo bertindak selaku kurator pameran ini. Dua sosok penggiat seni rupa Yogyakarta yang “menolak terkapar corona”, “menolak pasrah”. Selama pandemi Covid-19, keduanya sudah beberapa kali menggelar pameran lukisan virtual dan melukis bersama di sejumlah spot menarik di Yogyakarta.

Sekadar menyebut nama, berikut adalah para perupa yang bakal ambil bagian dalam “Arts & Heritage Festival 2020/2021”: Alan Aaronson (Manchester, Inggris), Astuti Kusumo, Cristina Rodriguez Sosa (Mexico), Ebo (Brebes), Erica Hestu Wahyuni, Fakturohman, Godod Sutejo, Herjaka, Ikhman, Nanang Widjaya, Ledek Sukadi, Sumadi, Subandi Giyanto, Sutarman, Rakhmat S., Klowor Waldiyono, Kartika, Rujiman, Tulus Warsito, M. Salim Ancol, Suwaji, Santiago Erazo (Ecuador), Syaiful Adnan, Nedit, Hajar Pamadhi, Dewobroto, Joko Sarjono, VA Sudiro, Sani Santana, dan Dunadi (patung).

Selain lukisan dan patung, festival nanti juga akan memamerkan koleksi sepeda kuno dan pusaka.

Pilihan waktu festival yang digelar akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021 adalah sebuah penyiasatan tersendiri. Meski pandemi belum berlalu, tetapi pada moment libur bersama, masyarakat yang bepergian menunjukkan grafik yang meningkat.

Wakil Bupati maupun Kapolres Brebes berpesan kepada panitia agar tetap menjaga protokol kesehatan. Terlebih, Brebes baru-baru ini berstatus merah. “Tapi karena ini kegiatan kesenian, dan diselenggarakan di area peristirahatan jalan tol Trans Jawa, tetap kita dukung, dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Semoga dengan kegaitan ini, Brebes tidak hanya dikenal di kancah nasional, tapi dikenal di dunia internasional,” ujar Kapolres Brebes, AKBP Gatot Yulianto. (rr)

Wakil Bupati Brebes, Narjo, SH, MH membuka Pameran Arts & Heritage Festival 2020-2021 di Rest Area 260-B Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah dengan menggoreskan kuas di antas kanvas.

Hari ini, Arts & Heritage Festival Dibuka

JAYAKARTA NEWS – Hari ini (13/12/2020) “Arts & Heritage Festival 2020/2021” di Rest Area 260-B, Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah, dibuka. Ingat Banjaratma, ingat situs bersejarah: Pabrik Gula Panjaratma, warisan Belanda.

Rest Area 260B Heritage-Banjaratma, Brebes adalah satu-satunya rest area di jalan tol Trans Jawa yang memiliki nilai historis. Bahkan yang terluas dan terbesar di sepanjang tol Trans Jawa yang membujur dari Merak (Banten) ke Banyuwangi (Jawa Timur). Total luas rest area ini adalah 10,6 hektare dan diresmikan penggunaannya oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, tahun lalu.

Gubernur Ganjar juga mendukung terselenggaranya Arts & Heritage Festival 2020-2021. Ia bahkan membuat video pendek, turut mempromosikan event seni terbesar yang pernah digelar di tepi jalan tol. (simak videonya di link yang ada di bawah)

Pesan Gubernur Ganjar kepada panitia adalah, selalu mengedepankan protokol kesehatan. Panitia diminta menyediakan sarana mencuci tangan, menyediakan masker dan memberikannya kepada pengunjung yang tidak bermasker, serta senantiasa menjaga jarak.

Ketua Panitia Festival, Yani Saptohoedojo menyambut positif pesan Gubernur. Karenanya, ia telah menyiapkan cairan hand sainitzer 10 liter, menyiapkan sarana mencuci tangan, menyiapkan masker yang akan dibagikan kepada pengunjung tak bermasker, serta beberapa unit thermo gun untuk mengukur suhu tubuh pengunjung, sebelum menyaksikan festival.

Festival yang diresmikan hari ini, 13 Desember 2020 akan berlangsung hingga 10 Januari 2021. Menilik tanggalnya, dapat dipahami, panitia penyelenggara ingin memanfaatkan momentum libur akhir tahun.

“Karena masih suasana pandemi, tentu tidak akan seramai sebelum pandemi. Setidaknya, ini kami jadikan sebagai deklarasi kebudayaan. Deklarasi kesenian. Jadi, liburan-liburan berikutnya, masyarakat sudah lebih aware, dan memilih istirahat di Banjaratma. Sambil melepas lelah, bisa memanjakan mata dan batin menyakskan karya-karya para seniman dalam dan luar negeri. Sukur-sukur bisa menemukan koleksi seni yang cocok untuk dipajang di rumah atau kantor,” ujar Rakhmat S, seniman sekaligus kurator festival ini.

Ditambahkan, tak kurang dari 30 pelukis akan pamer karya di Banjaratma. Di antara mereka, terdapat sejumlah pelukis papan atas Indonesia. Sebut saja, Kartika Affandi, V.A. Sudiro, Suwadji, Erica. Bukan hanya itu, tercatat tiga pelukis dari manca negara juga ikut ambil bagian dalam event yang didominasi kegiatan pameran lukisan itu. Ketiga pelukis asing itu berasal dari Mexico, Ecuador, dan Inggris.

International Exhibition

“Dengan keterlibatan para pelukis asing, maka Arts & Heritage Festival 2020-2021 ini bisa juga disebut sebagai sebuah international exhibition,” ujar Rakhmat.

Rakhmat Supriyono bersama Godod Sutejo bertindak selaku kurator pameran ini. Dua sosok penggiat seni rupa Yogyakarta yang “menolak terkapar corona”, “menolak pasrah”. Selama pandemi Covid-19, keduanya sudah beberapa kali menggelar pameran lukisan virtual dan melukis bersama di sejumlah spot menarik di Yogyakarta.

Sekadar menyebut nama, berikut adalah para perupa yang bakal ambil bagian dalam “Arts & Heritage Festival 2020/2021”: Alan Aaronson (Manchester, Inggris), Astuti Kusumo, Cristina Rodriguez Sosa (Mexico), Ebo (Brebes), Erica Hestu Wahyuni, Fakturohman, Godod Sutejo, Herjaka, Ikhman, Nanang Widjaya, Ledek Sukadi, Sumadi, Subandi Giyanto, Sutarman, Rakhmat S., Klowor Waldiyono, Kartika, Rujiman, Tulus Warsito, M. Salim Ancol, Suwaji, Santiago Erazo (Ecuador), Syaiful Adnan, Nedit, Hajar Pamadhi, Dewobroto, Joko Sarjono, VA Sudiro, Sani Santana, dan Dunadi (patung).

Selain lukisan dan patung, festival nanti juga akan memamerkan koleksi sepeda kuno dan pusaka.

Nama besar lain yang terlibat dalam “Arts & Heritage Festival 2020/2021” adalah Yani Saptohoedojo. Tak kurang, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pun secara spesial membuat video ucapan selamat kepada panitia yang menyelenggarakan kegiatan Arts & Heritage Festival 2020-2021, seraya menyerukan tetap jaga protokol kesehatan di era pandemi covid-`19.

Pilihan waktu festival yang digelar akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021 adalah sebuah penyiasatan tersendiri. Meski pandemi belum berlalu, tetapi pada moment libur bersama, masyarakat yang bepergian menunjukkan grafik yang meningkat.

Panitia memang didihadapkan pada situasi sulit. Menyerah pasrah atau tetap gelisah berkarya. Alhasil, pameran virtual, melukis bersama, atau ajang festival skala besar di rest area ini adalah sebuah penyiasatan. Lokasi yang terbilang eksklusif, memudahkan panitia dalam menjaga dan mengawal protokol kesehatan selama festival berlangsung.

Alhasil, melalui “Arts & Heritage Festival 2020/2021” yang diselenggarakan 13 Desember 2020 sampai 10 Januari 2021, para seniman berusaha menjaga elan kreativitas serta produktivitas. Di sisi lain, festival ini akan menjadi percontohan terselenggaranya event di masa pandemi. Tetap produktif dan tetap 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun). (roso daras)

Festival Seni Terbesar di Tepi Jalan Tol

JAYAKARTA NEWS – Sebuah gagasan besar layak digelar di tempat yang juga besar. Apalagi penggagasnya menyandang nama besar: Yani Saptohoedojo. Alhasil, bakal tergelarlah ajang seni terbesar di pinggir jalan tol.

Event itu bertajuk “Arts & Heritage Festival 2020/2021”. Lokasinya memang di tepi jalan tol, tepatnya di Rest Area 260B, Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah. Ingat Banjaratma, ingat situs bersejarah: Pabrik Gula Panjaratma, warisan Belanda.

Rest Area 260B Heritage-Banjaratma, Brebes adalah satu-satunya rest area di jalan tol Trans Jawa yang memiliki nilai historis. Bahkan yang terluas dan terbesar di sepanjang tol Trans Jawa yang membujur dari Merak (Banten) ke Banyuwangi (Jawa Timur). Total luas rest area ini adalah 10,6 hektare.

Festival itu sendiri bakal digelar mulai tanggal 13 Desember 2020 hingga 10 Januari 2021. Menilik tanggalnya, dapat dipahami, panitia penyelenggara ingin memanfaatkan momentum libur akhir tahun.

Rakhmat Supriyono

“Karena masih suasana pandemi, tentu tidak akan seramai sebelum pandemi. Setidaknya, ini kami jadikan sebagai deklarasi kebudayaan. Deklarasi kesenian. Jadi, liburan-liburan berikutnya, masyarakat sudah lebih aware, dan memilih istirahat di Banjaratma. Sambil melepas lelah, bisa memanjakan mata dan batin menyakskan karya-karya para seniman dalam dan luar negeri. Sukur-sukur bisa menemukan koleksi seni yang cocok untuk dipajang di rumah atau kantor,” ujar Rakhmat S, seniman sekaligus kurator festival ini.

Ditambahkan, tak kurang dari 29 pelukis akan pamer karya di Banjaratma. Di antara mereka, terdapat sejumlah pelukis papan atas Indonesia. Sebut saja, Kartika Affandi, V.A. Sudiro, Suwadji, Erica, dan dua pelukis manca, Mexico dan Ecuador.

Bertindak sebagai kurator adalah Rakhmat Supriyono dan Godod Sutejo. Dua sosok penggiat seni rupa Yogyakarta yang “menolak terkapar corona”, “menolak pasrah”. Selama pandemi Covid-19, keduanya sudah beberapa kali menggelar pameran lukisan virtual dan melukis bersama di sejumlah spot menarik di Yogyakarta.

Sekadar menyebut nama, berikut adalah para perupa yang bakal ambil bagian dalam “Arts & Heritage Festival 2020/2021”: Astuti Kusumo, Cristina Rodriguez Sosa (Mexico), Ebo (Brebes), Erica Hestu Wahyuni, Fakturohman, Godod Sutejo, Herjaka, Ikhman, Nanang Widjaya, Ledek Sukadi, Sumadi, Subandi Giyanto, Sutarman, Rakhmat S., Klowor Waldiyono, Kartika, Rujiman, Tulus Warsito, M. Salim Ancol, Suwaji, Santiago Erazo (Ecuador), Syaiful Adnan, Nedit, Hajar Pamadhi, Dewobroto, Joko Sarjono, VA Sudiro, Sani Santana, dan Dunadi (patung).

Selain lukisan dan patung, festival nanti juga akan memamerkan koleksi sepeda kuno dan pusaka.

Nama besar lain yang terlibat dalam “Arts & Heritage Festival 2020/2021” adalah Yani Saptohoedojo. Tak kurang, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pun secara spesial membuat video ucapan selamat kepada panitia yang menyelenggarakan kegiatan Arts & Heritage Festival 2020-2021, seraya menyerukan tetap jaga protokol kesehatan di era pandemi covid-`19.

Pilihan waktu festival yang digelar akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021 adalah sebuah penyiasatan tersendiri. Meski pandemi belum berlalu, tetapi pada moment libur bersama, masyarakat yang bepergian menunjukkan grafik yang meningkat.

Panitia memang didihadapkan pada situasi sulit. Menyerah pasrah atau tetap gelisah berkarya. Alhasil, pameran virtual, melukis bersama, atau ajang festival skala besar di rest area ini adalah sebuah penyiasatan. Lokasi yang terbilang eksklusif, memudahkan panitia dalam menjaga dan mengawal protokol kesehatan selama festival berlangsung.

Alhasil, melalui “Arts & Heritage Festival 2020/2021” yang diselenggarakan 13 Desember 2020 sampai 10 Januari 2021, para seniman berusaha menjaga elan kreativitas serta produktivitas. Di sisi lain, festival ini akan menjadi percontohan terselenggaranya event di masa pandemi. Tetap produktif dan tetap 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun). (roso daras)

Balada Seonggok Loko Tua

Salah satu ikon menarik yang ada di Rest Area 260-B, Pemalang-Pejagan, Brebes Jawa Tengah, adalah lokomotif tua di halaman belakang. Loko warna hijau buatan Jerman ini, memang sudah tidak sempurna.

Banyak bagian yang hilang, tapi wujud klasiknya masih tampak nyata. Masyarakat yang beristirahat di rest area ini, memanfaatkannya sebagai latar belakang objek selfie atau foto beramai-ramai.

Dalam video ini, jurnalis JNC, Roso Daras berhasil menelusur keberadaan lokomotif itu sejak asal-muasalnya, hingga saat ini. Di Inggris, terdapat satu objek wisata yang mengoperasikan lokomotif tua ini, lengkap dengan jaringan rel dan gerbong-gerbong mini yang unik. (*)

Benarkah Ada Arwah Noni Yolanda di Sini ?

Jejak digital menyebutkan, dalam acara “Tukul Jalan-jalan” ke lokasi bekas pabrik gula (PG) Banjaratma, Kec. Bulakamba, Kab. Brebes, Jawa Tengah, ada sesuatu di sana. Dikisahkan, tentang adanya arwah noni Belanda bernama Yolanda, yang meninggal saat amuk massa.

Ia meninggal bukan karena dieksekusi warga, melainkan karena lari ketakutan bermaksud sembunyi. Tiba-tiba ia tersandung dan terjatuh. Wajahnya terantuk benda tajam, sehingga Yolanda meninggal seketika. Meski jazadnya dibawa ke Belanda dan dimakamkan di sana, tetapi arwahnya dipercaya masih sering muncul di sini.

Lepas dari kisah itu, rest area ini sangat artistik, sangat indah, dan memanjakan mata. Banyak sekali spot selfie di sini. Di samping, banyak juga pusat oleh-oleh jajanan khas Brebes dan sekitarnya.