Hari ini, Arts & Heritage Festival Dibuka

 Hari ini, Arts & Heritage Festival Dibuka

Yani Saptohoedojo berpose bersama pelukis Erica dan karyanya. Erica adalah salah satu peserta Arts & Heritage Festival 2020-2021, Rest Area 206-B, Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah. Pameran berlangsung hari ini (13/12/2020) hingga 10 Januari 2021. (foto:rakhmat s)

JAYAKARTA NEWS – Hari ini (13/12/2020) “Arts & Heritage Festival 2020/2021” di Rest Area 260-B, Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah, dibuka. Ingat Banjaratma, ingat situs bersejarah: Pabrik Gula Panjaratma, warisan Belanda.

Rest Area 260B Heritage-Banjaratma, Brebes adalah satu-satunya rest area di jalan tol Trans Jawa yang memiliki nilai historis. Bahkan yang terluas dan terbesar di sepanjang tol Trans Jawa yang membujur dari Merak (Banten) ke Banyuwangi (Jawa Timur). Total luas rest area ini adalah 10,6 hektare dan diresmikan penggunaannya oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, tahun lalu.

Gubernur Ganjar juga mendukung terselenggaranya Arts & Heritage Festival 2020-2021. Ia bahkan membuat video pendek, turut mempromosikan event seni terbesar yang pernah digelar di tepi jalan tol. (simak videonya di link yang ada di bawah)

Pesan Gubernur Ganjar kepada panitia adalah, selalu mengedepankan protokol kesehatan. Panitia diminta menyediakan sarana mencuci tangan, menyediakan masker dan memberikannya kepada pengunjung yang tidak bermasker, serta senantiasa menjaga jarak.

Ketua Panitia Festival, Yani Saptohoedojo menyambut positif pesan Gubernur. Karenanya, ia telah menyiapkan cairan hand sainitzer 10 liter, menyiapkan sarana mencuci tangan, menyiapkan masker yang akan dibagikan kepada pengunjung tak bermasker, serta beberapa unit thermo gun untuk mengukur suhu tubuh pengunjung, sebelum menyaksikan festival.

Festival yang diresmikan hari ini, 13 Desember 2020 akan berlangsung hingga 10 Januari 2021. Menilik tanggalnya, dapat dipahami, panitia penyelenggara ingin memanfaatkan momentum libur akhir tahun.

“Karena masih suasana pandemi, tentu tidak akan seramai sebelum pandemi. Setidaknya, ini kami jadikan sebagai deklarasi kebudayaan. Deklarasi kesenian. Jadi, liburan-liburan berikutnya, masyarakat sudah lebih aware, dan memilih istirahat di Banjaratma. Sambil melepas lelah, bisa memanjakan mata dan batin menyakskan karya-karya para seniman dalam dan luar negeri. Sukur-sukur bisa menemukan koleksi seni yang cocok untuk dipajang di rumah atau kantor,” ujar Rakhmat S, seniman sekaligus kurator festival ini.

Ditambahkan, tak kurang dari 30 pelukis akan pamer karya di Banjaratma. Di antara mereka, terdapat sejumlah pelukis papan atas Indonesia. Sebut saja, Kartika Affandi, V.A. Sudiro, Suwadji, Erica. Bukan hanya itu, tercatat tiga pelukis dari manca negara juga ikut ambil bagian dalam event yang didominasi kegiatan pameran lukisan itu. Ketiga pelukis asing itu berasal dari Mexico, Ecuador, dan Inggris.

International Exhibition

“Dengan keterlibatan para pelukis asing, maka Arts & Heritage Festival 2020-2021 ini bisa juga disebut sebagai sebuah international exhibition,” ujar Rakhmat.

Rakhmat Supriyono bersama Godod Sutejo bertindak selaku kurator pameran ini. Dua sosok penggiat seni rupa Yogyakarta yang “menolak terkapar corona”, “menolak pasrah”. Selama pandemi Covid-19, keduanya sudah beberapa kali menggelar pameran lukisan virtual dan melukis bersama di sejumlah spot menarik di Yogyakarta.

Sekadar menyebut nama, berikut adalah para perupa yang bakal ambil bagian dalam “Arts & Heritage Festival 2020/2021”: Alan Aaronson (Manchester, Inggris), Astuti Kusumo, Cristina Rodriguez Sosa (Mexico), Ebo (Brebes), Erica Hestu Wahyuni, Fakturohman, Godod Sutejo, Herjaka, Ikhman, Nanang Widjaya, Ledek Sukadi, Sumadi, Subandi Giyanto, Sutarman, Rakhmat S., Klowor Waldiyono, Kartika, Rujiman, Tulus Warsito, M. Salim Ancol, Suwaji, Santiago Erazo (Ecuador), Syaiful Adnan, Nedit, Hajar Pamadhi, Dewobroto, Joko Sarjono, VA Sudiro, Sani Santana, dan Dunadi (patung).

Selain lukisan dan patung, festival nanti juga akan memamerkan koleksi sepeda kuno dan pusaka.

Nama besar lain yang terlibat dalam “Arts & Heritage Festival 2020/2021” adalah Yani Saptohoedojo. Tak kurang, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pun secara spesial membuat video ucapan selamat kepada panitia yang menyelenggarakan kegiatan Arts & Heritage Festival 2020-2021, seraya menyerukan tetap jaga protokol kesehatan di era pandemi covid-`19.

Pilihan waktu festival yang digelar akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021 adalah sebuah penyiasatan tersendiri. Meski pandemi belum berlalu, tetapi pada moment libur bersama, masyarakat yang bepergian menunjukkan grafik yang meningkat.

Panitia memang didihadapkan pada situasi sulit. Menyerah pasrah atau tetap gelisah berkarya. Alhasil, pameran virtual, melukis bersama, atau ajang festival skala besar di rest area ini adalah sebuah penyiasatan. Lokasi yang terbilang eksklusif, memudahkan panitia dalam menjaga dan mengawal protokol kesehatan selama festival berlangsung.

Alhasil, melalui “Arts & Heritage Festival 2020/2021” yang diselenggarakan 13 Desember 2020 sampai 10 Januari 2021, para seniman berusaha menjaga elan kreativitas serta produktivitas. Di sisi lain, festival ini akan menjadi percontohan terselenggaranya event di masa pandemi. Tetap produktif dan tetap 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun). (roso daras)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *