Ekonomi & Bisnis
Remitansi Capai Rp280 Triliun, Pemerintah Dorong Migran Indonesia Kuasai Kompetensi Tinggi
JAYAKARTA NEWS— Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad menekankan pentingnya menyiapkan calon pekerja migran Indonesia dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional. Peningkatan keterampilan dan pelindungan menjadi bagian penting dalam transformasi tata kelola Pekerja Migran Indonesia.
“Yang sedang dilakukan oleh pemerintah hari ini dengan KP2MI ini salah satunya adalah untuk mengarusutamakan masalah pelindungan dan upgrade skill dari para calon pekerja migran kita,” ujar Dzulfikar dalam acara Ikatan Keluarga Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Makassar, Sabtu (8/8/2026), dilansir Humas KP2MI.
Menurutnya, peningkatan kualitas pekerja migran menjadi penting mengingat masih terdapat tantangan dalam struktur penempatan Pekerja Migran Indonesia. Dalam materi yang disampaikan, disebutkan bahwa sekitar 85 persen Pekerja Migran Indonesia masih bekerja pada sektor domestik.
Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan keterampilan agar pekerja migran Indonesia memiliki akses yang lebih luas terhadap pekerjaan yang membutuhkan kompetensi tinggi serta memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih baik.
Remitansi Pekerja Migran Capai Rp280 Triliun
Dalam paparannya, Wamen P2MI juga menyoroti besarnya kontribusi Pekerja Migran Indonesia terhadap perekonomian nasional. Selain devisa, pekerja migran memberikan kontribusi melalui remitansi yang dikirimkan kepada keluarga di daerah asal.
Remitansi Pekerja Migran Indonesia disebut mencapai sekitar Rp280 triliun dan turut menggerakkan perekonomian masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
“Pekerja migran bukan hanya memberikan kontribusi dalam bentuk devisa, tetapi juga melalui remitansi yang langsung diterima keluarga di daerah asal,” jelasnya.
Sejumlah negara menjadi tujuan yang diminati pekerja migran Indonesia, di antaranya Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang pasar kerja internasional yang dapat dimanfaatkan oleh tenaga kerja Indonesia sepanjang dibarengi dengan peningkatan kompetensi dan kesiapan yang memadai.
Pendidikan Jadi Fondasi SDM Berdaya Saing
Wamen P2MI menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM yang mampu bersaing di tingkat global. Penguasaan keterampilan, termasuk kemampuan bahasa asing, perlu dipersiapkan sejak dini agar calon pekerja memiliki kesiapan memasuki pasar kerja internasional.
Menurutnya, setiap negara tujuan memiliki kebutuhan kompetensi dan bahasa yang berbeda. Karena itu, persiapan calon pekerja migran tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus melalui proses pendidikan dan pelatihan yang terencana.
Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kualitas SDM, termasuk melalui penguatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global.
Penguatan pelindungan pekerja migran juga ditandai dengan transformasi kelembagaan pemerintah. Sebelumnya, pelindungan pekerja migran dilaksanakan melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Kini, kelembagaan tersebut telah ditingkatkan menjadi KP2MI sebagai bentuk penguatan perhatian pemerintah terhadap pelindungan dan peningkatan kualitas Pekerja Migran Indonesia.
Transformasi tersebut diharapkan semakin memperkuat ekosistem pelindungan pekerja migran, mulai dari tahap sebelum bekerja, selama bekerja, hingga setelah bekerja.
Pemerintah juga terus mendorong agar Pekerja Migran Indonesia tidak hanya dipandang sebagai tenaga kerja yang mencari kesempatan ekonomi di luar negeri, tetapi sebagai bagian dari kekuatan SDM Indonesia yang memiliki kompetensi, profesionalitas, dan daya saing global.
“Yang penting bagaimana kita menyiapkan masalah SDM. Makanya Presiden Prabowo begitu serius dalam hal upaya menghadirkan SDM yang unggul,” tegas Dzulfikar.
Kegiatan IKAPROBSI di Universitas Muhammadiyah Makassar menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi Indonesia yang memiliki kompetensi, karakter, serta kemampuan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd., Ketua Umum IKAPROBSI Pusat; Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., Ketua IKAPROBSI Wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara; Dr. Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., Kepala Badan Bahasa Republik Indonesia; serta Fanny Wahyu Kurniawan, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan. (*/di)
