Kades Taman Jaya Lelah Bina RT

 Kades Taman Jaya Lelah Bina RT

PENYIMPANGAN penyaluran beras yang diperuntukan bagi keluarga yang kurang sejahtera (Rastra), yang diduga dilakukan oknum RT dengan menjual kepada tengkulak. Membuat Kepala Desa Taman Jaya Kecamatan Sumur, Sarju marah dan kesal atas prilaku perangkat desanya.

Kepada awak media baru-baru ini Sarju mengemukakan, merasa dikhianati aparatur desanya. Pasalnya ia tidak menyangka Rukun Tetangga selaku perangkat desa telah berani menyelewengkan beras rastra. Perbuatan yang dilakukan RT itu tidak hanya  merugikan warga sebagai penerima manfaat. Hal itu akan berdampak terhadap proses hukum pidana.

Sementara lanjut Sarju, beras rastra yang turun bulan November 2017 lalu ada dua pagu dengan jumlah sekitar 700 karung lebih. “Padahal rastra bulan November itu turun 700 lebih, masa sih warga tidak kebagian rastra. Tapi bisa jadi jika oknum RT menjual ke tengkulak itu, tentu warga tidak mampu tidak kebagian haknya,” imbuhnya

Sarju juga mengaku akhir-akhir ini banyak warganya yang mengeluh terhadap dirinya lantaran tidak kebagian beras subsidi dari pemerintah itu. “Memang banyak warga sih yang mengadu ke saya katanya tidak kebagian beras rastra, namun saya katakan kepada mereka kalau beras itu semua sudah disalurkan ke setiap Rukun Tetangga dimasing-masing dusun”, tandas Sarju

Peristiwa yang menjadikan kepala desa taman jaya itu geram akibat munculnya pemberitaan dibeberapa media yang memberitakan oknum RT menjual Rastra kepada tengkulak.

Seperti yang telah diberitakan salah satu media on line lokal. Dimana disebutkan beras rastra diselewengkan oleh oknum RT kepada para tengkulak bukan dibagikan kepada warga yang kehidupannya dibawah garis kemiskinan. Halnya pengakuan beberapa warga desa yang menyatakan oknum aparat desa telah memanfaatkan program rastra untuk mengeruk keuntungan pribadi. Padahal warga miskin selaku penerima manfaat masih membutuhkan keberadaan beras tersebut.

Seorang warga Desa Taman Jaya, Entus mengetahui adanya penjualan beras rastra oleh oknum RT kepada tengkulak gabah berinisial ‘E’, warga Kampung Cisaat Desa Taman Jaya. “Kepada tengkulak gabah itulah Pak RT menjual rastra. Pantas aja jika banyak warga yang tidak kebagian haknya. Tih istri saya aja kalau menanyakan rastra ke pak RT jawabannya selalu tidak ada saja,” aku Entus

Sementara lanjut Entus modus oknum RT menjual rastra ke tengkulak dengan cara mengambil uang terlebih dulu kepada tengkulak sebelum beras tersebut turun ke desa. Setelah beras itu turun, mereka (Oknum RT), mengganti karung beras rastra dengan karung lain. Hal itu dilakukan untuk mengelabui warga supaya tidak curiga.

“Dengan ditukarnya karung rastra diganti dengan karung lain otomatis secara kasat mata itu sudah bukan lagi beras rastra. Sehingga jika tengkulak membawa beras itu disiang bolong tidak ada warga yang curiga. Karena rastra sudah disulap menjadi beras dengan merk lain,” tutupnya. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *