Kades Purwasaba Sekujur Tubuhnya Bertato, Yang Penting Kerja

 Kades Purwasaba Sekujur Tubuhnya Bertato, Yang Penting Kerja

Welas Yuni Nugroho, bertato bukan masalah. Yang penting kerja. (Foto : images.app.goo.gl)

JAYAKARTA NEWS: Laki-laki bertato itu-seperti dilakukan warga Dayak dan Mentawai- lebih jantan dan macho. Tapi ada juga kaum perempuan bertato, seperti kalangan selebritis. Bahkan, Menteri Kelautan dan Perikanan yang dulu, Susi Pujiastuti bertato di kaki kirinya.

Belakangan, viral di medsos foto Kepala Desa (Kades) Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Welas Yuni Nugroho alias Ho Ho, 36 tahun, di sekujur tubuhnya (90 %) dipenuhi tato. Lho, kok bisa ?

“Itu masa lalu saya. Kenakalan remaja,” kata Ho Ho tertawa. Kapan bertato? “Sejak SMA, saya mulai bertato. Semula paha, meningkat ke dada dan punggung. Semua dilakukan di Bali secara sembunyi-sembunyi. Lama kelamaan ayah saya tahu,” jelas Ho Ho.

Akhirnya, semua bagian tubuhnya ditato setahun lalu kecuali yang bersih dari tato adalah leher, wajah, telapak tangan dan telapak kaki,” imbuh ayah seorang anak ini.

Dipaparkan olehnya, itu adalah bagian dari masa lalunya dan kenakalan remaja. “Tato itu seni keindahan. Dan saya bangga. Toh meski bertato, prestasi saya di sekolah sampai Perguruan Tinggi cukup bagus,” tutur Ho Ho yang lulus sebagai Sarjana Hukum dari Universitas Sultan Agung, Semarang.

Baru setahun, Ho Ho menempati jabatan barunya sebagai Kades. Ia sadar, sebagai pejabat daerah, tatonya mencuatkan pro dan kontra. Dalam pemilihan Kades tahun 2019, ia terpilih. Warga memercayai prestasi dan jiwa sosialnya. “Karena saya fokus membangun desa. Saya merogoh kocek sendiri untuk bantu warga,” ungkap Ho Ho yang mengaku digaji Rp3 juta per bulan ditambah penghasilan dari tanah desanya.

Karena APBD sebesar Rp1 miliar setahun juga dirasakan tidak mencukupi, ia menghibahkan satu unit mobil untuk operasional desa.

Maklum, sebagai pengusaha dan kontraktor usaha sewa alat berat, Ho Ho diakui cukup sukses kariernya. Bahkan, ia didukung dan menjadi teladan serta memperoleh simpati dari atasannya, Bupati Banyumas, Ahmad Husein. “Saya tak menyoal tatonya. Yang penting kerja yang benar untuk kesejahteraan warga desa,” demikian dukungan Bupati Banyumas. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *