Inovasi BPPT: Alat Pendeteksi Dini Demam Berdarah Diluncurkan

 Inovasi BPPT: Alat Pendeteksi Dini Demam Berdarah Diluncurkan

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro –foto kemenristek/BRIN

JAYAKARTA NEWS—Setelah meresmikan InaBuoy di atas Kapal Riset (KR) Baruna Jaya III di Pelabuhan Benoa Bali, Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro kemudian menyaksikan Serah Terima hasil inovasi lain dari BPPT kepada PT. Kimia Farma, yaitu Kit Rapid Test Dengue, yang dapat mendeteksi penyakit demam berdarah dengue (DBD) dalam waktu satu hari.

“Biasanya kalau ke dokter, dokter meminta dua tiga hari untuk melihat bagaimana perkembangan demamnya, sedangkan ini kita berupaya untuk dalam sehari sudah ketahuan bahwa ini demam berdarah atau bukan,” ungkap Bambang, sebagaimana dikutip dari siaran pers Kemenristek/BRIN.

Alat ini bisa menjadi solusi supaya treatment yang diberikan kepada penderita bisa menjadi cepat dan tepat sasaran. Menristek/Kepala BRIN berharap masyarakat dapat menggunakan kit atau alat pendeteksi demam berdarah ini ketika terjadi demam tinggi, mengingat kebanyakan korban meninggal dunia dari DBD terjadi karena trombosit dalam darah menurun secara drastis tanpa diberi perawatan yang sesuai.

“Jangka waktu terkena demam berdarah itu menjadi sangat krusial. Selama ini fatalitasnya terjadi gara-gara keterlambatan. Dengan alat ini dalam waktu singkat, satu hari dapat dideteksi apakah demam yang dirasakan itu demam biasa atau demam berdarah,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Kit Rapid Test Dengue ini sudah dihilirkan oleh BPPT dan akan dikomersialkan oleh PT. Kimia Farma. Menristek/Kepala BRIN berharap PT. Kimia Farma dapat menyebarluaskan kit tersebut sehingga jumlah korban DBD berkurang dengan adanya alat deteksi dini penyakit tersebut.

“Penemuan ini sudah dihilirkan dan akan diproduksi dalam skala luas oleh perusahaan, dalam hal ini PT Kimia Farma. Ini inovasi yang bisa dikomersialkan atau diperluas dalam bentuk produksi, akan menjadi upaya kita seterusnya,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Turut hadir dalam kesempatan ini Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza serta para deputi BPPT, Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Dody Usodo Hargo Suseno, perwakilan direksi PT Kimia Farma, Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT (operator Kapal Riset Baruna Jaya milik BPPT) Muhammad Ilyas, Balai Teknologi Industri Kreatif Keramik (BTIKK) BPPT Bali, Tjahjo Juwono Djatmiko Adi, dan serta para pegawai BPPT.***/ebn

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *