• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Inisiatif Hutan untuk Fesyen, Produksi Fashion Berbasis Kayu,

Inisiatif Hutan untuk Fesyen, Produksi Fashion Berbasis Kayu,

admin by admin
July 17, 2018
in Fashion
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter


INDUSTRI fashion nilainya telah mencapai 2,5 triliun dolar dan mempekerjakan sekitar 75 juta orang di seluruh dunia.

Oleh karena itu dianjurkan untuk beralih produksi serat dengan serat biodegradable terbarukan yang terbuat dari kayu dengan serat sintetis berbahan bakar fosil. Strategi nasional yang bertujuan menjadikan hutan benar-benar mendukung fashion.

Inisiatif “Fashion Forest” datang dari Komisi Ekonomi untuk Eropa (ECE) PBB dan   FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian), yang mencoba menghubungkan bahan-bahan berbasis hutan dari hutan yang dikelola secara lestari untuk mendukung dunia mode.

“Keberlanjutan sosial adalah tanggung jawab individu dan tanggung jawab kolektif,” kata Michelle Yeoh,  seorang duta besar goodwill untuk UNDP, Senin di PBB.

Image result for michelle yeoh undp goodwill ambassador
Michelle Yeoh, UNDP Goodwill Ambassador

“Industri mode bertanggung jawab untuk memproduksi 20% dari limbah cair dunia dan 10% dari emisi karbon dunia, yang lebih besar daripada emisi semua transportasi internasional dan laut,” kata bintang yang memerankan karakter utama dari film Crouching Tiger , Hidden Dragon tersebut.

Selain itu, industri tekstil baru-baru ini dikonfirmasi menjadi  sumber utama polusi, seperti poliester, nilon, dan akrilik yang dicuci setiap tahun, diperkirakan bahwa mikrofiber plastik yang berakhir di lautan di seluruh dunia akan mencapai sekitar 500.000 ton.

“Fashion sering sinonim untuk zat berbahaya yang digunakan untuk kondisi kerja yang berbahaya, proses dan produksi yang tidak aman,” lanjutnya. Masalah lainnya adalah,  terjadinya pelecehan kejam atas perbudakan modern dan pelanggaran dengan mempekerjakan anak.

Tema pembangunan berkelanjutan dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) 2030 merupakan cetak biru ambisius pemerintah, kata Yeoh. Dia menggarisbwahi bahwa semua orang harus membuat pilihan sadar untuk mengubah kebiasaan dan merencanakan masa depan.

“Hari ini kita akan mencari sekitar 3,2 miliar orang dari kelas menengah di dunia.”

“Pada tahun 2030 angka itu akan mencapai  sekitar 5,4 miliar  dengan mayoritas pertumbuhan berada di Asia. Sebanyak 2,2 miliar orang yang masuk di kelas menengah dunia saat ini, merekomendasikan gaya hidup serupa yang mirip dengan apa yang kita kenal sekarang, dimana pakaian dan pola konsumsi yang sama juga disertakan.”

 

Revolusi Fasyen 
Yeoh menyebut mode/ fasyen sebagai “masalah pembangunan besar” yang melihat pakaian sebagai “elemen penting untuk berubah menjadi masyarakat yang berkelanjutan”.

Sementara itu juag diakui  perlunya campur tangan pemerintah untuk mengubah industri fashion ke arah yang benar.  Inilah pentingnya bagi individu untuk memulai “revolusi” mode.

“Banyak dari kita yang percaya menjaga hutan dengan baik, tetapi dalam banyak kasus, dengan menambahkan produk yang layak dilindungi, dalam banyak kasus upaya restorasi adalah hutan produktif dan kita bisa menggabungkannya, “kayanya.

Hutan juga dapat menciptakan ekosistem produktif untuk mendukung masyarakat pedesaan.  “Serat hutan sudah menjadi kenyataan, industri tekstil sedang tumbuh, membeli ekspansi hutan besar,” katanya.

“Serat baru sangat lestari, jejak karbon dan ekologi rendah, dan ada benih yang tumbuh cepat yang cocok untuk tempat dan iklim lain,” katanya.

“Mengubah pola produksi dan konsumsi di industri fashion akan membawa efek domino dalam berbagai aspek pembangunan dan akan memberikan kontribusi yang berarti bagi pencapaian agenda tahun 2030,”  kata Yeoh menyimpulkan.***

Tags: biodegradableHutan untuk Fesyenjayakartanews
Previous Post

Puteri Indonesia 2014, Elvira Devinamira Dilarang Menyanyi

Next Post

Menjaga Kenangan Tetap Hidup dari Para Korban Holocoust

admin

admin

Next Post
Menjaga Kenangan Tetap Hidup dari Para Korban Holocoust

Menjaga Kenangan Tetap Hidup dari Para Korban Holocoust

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version