• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Fenomena Warung Madura di Tengah Maraknya Alfamart dan Indomaret

Fenomena Warung Madura di Tengah Maraknya Alfamart dan Indomaret

February 23, 2025
Bencana Naik Jadi 2.247 Kejadian, BNPB Imbau Warga Siaga Banjir, Angin Kencang dan Tanah Longsor

Bencana Naik Jadi 2.247 Kejadian, BNPB Imbau Warga Siaga Banjir, Angin Kencang dan Tanah Longsor

October 30, 2026
Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Belajar Kepemimpinan Empat Paus

Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Belajar Kepemimpinan Empat Paus

October 30, 2026
Conggo Meliala Dipilih Kembali Jadi Ketua Umum EMAKA BAN 2026-2031

Conggo Meliala Dipilih Kembali Jadi Ketua Umum EMAKA BAN 2026-2031

October 30, 2026
Conggo Meliala: Alumni Karo Bandung EMAKA BAN Siap Berkolaborasi Demi Kemajuan Karo

Conggo Meliala: Alumni Karo Bandung EMAKA BAN Siap Berkolaborasi Demi Kemajuan Karo

October 30, 2026
Kasus Penyalahgunaan Beras SPHP: BULOG Nonaktifkan 6 Karyawannya dan Bentuk Satgas Khusus

Kasus Penyalahgunaan Beras SPHP: BULOG Nonaktifkan 6 Karyawannya dan Bentuk Satgas Khusus

October 30, 2026
PPAD Tegaskan Komitmen pada Kesejahteraan dan Pengabdian Purnawirawan TNI AD

Kiki Syahnakri Urai Sejarah PPAD, Organisasi Purnawirawan TNI AD yang Lahir Pascareformasi 1998

October 29, 2026
PPAD Tegaskan Komitmen pada Kesejahteraan dan Pengabdian Purnawirawan TNI AD

PPAD Tegaskan Komitmen pada Kesejahteraan dan Pengabdian Purnawirawan TNI AD

October 29, 2026
Update Pembunuhan Sadis di Madiun! Terungkap Ibu-Anak Dimutilasi dan Dibakar

Update Pembunuhan Sadis di Madiun! Terungkap Ibu-Anak Dimutilasi dan Dibakar

October 29, 2026
Garin Nugroho Sebut TIFF 2026 Bagian Penting dalam Karirnya

Garin Nugroho Sebut TIFF 2026 Bagian Penting dalam Karirnya

October 29, 2026
Geger! 600 Ton Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Ngamuk: Ini Berpotensi Ganggu Tata Niaga Beras

Geger! 600 Ton Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Ngamuk: Ini Berpotensi Ganggu Tata Niaga Beras

October 28, 2026
Dirut BULOG: Pengadaan Setara Beras Hasil Panen Dalam Negeri Capai 87 Persen dari Target 4 Juta Ton

Dirut Ahmad Rizal Ramdhani: BULOG Siap Jadi Penyangga Jagung Nasional

October 28, 2026
Soasialisasi SMK Go Global! Target CPMI 300 Ribu Lulusan SMK dan 200 Ribu Peserta Umum

Soasialisasi SMK Go Global! Target CPMI 300 Ribu Lulusan SMK dan 200 Ribu Peserta Umum

October 28, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Saturday, October 31, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel
    Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

    Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Ekonomi & Bisnis

Fenomena Warung Madura di Tengah Maraknya Alfamart dan Indomaret

by admin
February 23, 2025
in Ekonomi & Bisnis, Kolom
0
Fenomena Warung Madura di Tengah Maraknya Alfamart dan Indomaret

Ilustrasi/AI

493
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Warung Madura telah menjadi fenomena menarik dalam lanskap ritel di Indonesia. Di tengah dominasi minimarket modern seperti Alfamart dan Indomaret yang menjamur di berbagai sudut kota dan desa, keberadaan Warung Madura tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat.

Toko kelontong sederhana yang dikelola oleh perantau asal Madura ini menawarkan keunikan tersendiri, mulai dari jam operasional 24 jam, harga kompetitif, hingga pendekatan personal kepada pelanggan.

Fenomena ini mencerminkan ketahanan sektor informal dalam menghadapi ekspansi ritel modern, sekaligus menimbulkan diskusi tentang persaingan usaha, dampak sosial-ekonomi, dan peran pemerintah dalam mengatur dinamika ini. Tulisan ini akan mengulas sejarah Warung Madura, manajemennya, persaingan dengan Alfamart dan Indomaret, dampaknya terhadap warung kelontong tradisional di kampung, serta kebijakan pemerintah terkait.

Sejarah Warung Madura

Warung Madura memiliki akar yang kuat dalam tradisi perantauan masyarakat Madura, sebuah pulau kecil di Jawa Timur yang dikenal dengan keterbatasan sumber daya alam dan peluang ekonomi. Jiwa perantau masyarakat Madura sudah tercatat sejak masa kolonial, ketika banyak dari mereka meninggalkan kampung halaman untuk mencari penghidupan di kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, dan wilayah lain di Indonesia.

Awal mula Warung Madura sebagai toko kelontong modern dapat ditelusuri kembali ke tahun 1990-an hingga awal 2000-an, bertepatan dengan munculnya ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart yang mulai memperluas jaringan mereka.

Kisah Warung Madura sering dikaitkan dengan kesuksesan seorang perantau asal Sumenep, salah satu kabupaten di Pulau Madura, yang membuka toko kelontong di Jakarta. Kesuksesan individu ini menyebar melalui cerita dari mulut ke mulut di kalangan kerabat dan tetangga di kampung halaman, mendorong banyak warga Madura lainnya untuk mengikuti jejaknya.

Tokoh perintis ini biasanya memulai dengan usaha sederhana, seperti berdagang kayu, barang bekas, atau makanan ringan seperti kacang hijau, sebelum beralih ke toko kelontong yang menyediakan kebutuhan sehari-hari. Pola usaha berbasis kekerabatan menjadi kunci penyebaran Warung Madura: ketika satu keluarga sukses, mereka mengajak saudara atau tetangga untuk bergabung, baik sebagai pemilik baru maupun penjaga toko.

Pada awalnya, Warung Madura banyak bermunculan di kawasan perkampungan di Jakarta, khususnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara, tempat komunitas Madura banyak bermukim. Tokoh-tokoh perantau ini memanfaatkan hubungan sosial yang erat untuk membangun jaringan usaha. Mereka menawarkan barang-barang kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula, serta barang tambahan seperti rokok, pulsa, token listrik, hingga bensin eceran dalam botol. Yang membedakan Warung Madura dari toko kelontong lainnya adalah keputusan mereka untuk beroperasi 24 jam, sebuah strategi yang awalnya bertujuan memenuhi kebutuhan mendesak warga di malam hari, seperti obat-obatan atau bahan makanan.

Seiring waktu, Warung Madura tidak hanya bertahan, tetapi juga menyebar ke kota-kota besar lain seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Bali dan Lampung. Fenomena ini mencerminkan semangat kewirausahaan masyarakat Madura yang ulet, adaptif, dan tidak takut bersaing. Warung Madura juga menjadi simbol ketahanan sektor informal di tengah gelombang modernisasi ritel yang dibawa oleh minimarket waralaba. Dari toko kecil berukuran 3×3 meter, Warung Madura kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat urban dan suburban di Indonesia.

Manajemen Warung Madura

Keberhasilan Warung Madura tidak lepas dari sistem manajemen yang sederhana namun efektif, yang berakar pada nilai-nilai kekeluargaan dan kepercayaan. Berbeda dengan Alfamart dan Indomaret yang mengandalkan struktur korporasi, rantai pasok terorganisasi, dan teknologi canggih, Warung Madura biasanya dikelola secara mandiri oleh keluarga atau kerabat dekat. Sistem ini memungkinkan mereka untuk tetap fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan pasar lokal.

Salah satu ciri khas manajemen Warung Madura adalah operasional 24 jam yang dijalankan dengan pembagian tugas antaranggota keluarga. Misalnya, istri menjaga toko pada pagi hingga sore hari, sementara suami mengambil alih shift malam hingga dini hari. Dalam beberapa kasus, anak atau saudara lainnya turut membantu, sehingga tidak ada kebutuhan untuk merekrut karyawan luar. Sistem ini tidak hanya memangkas biaya tenaga kerja, tetapi juga memastikan kepercayaan penuh dalam pengelolaan keuangan dan stok barang.

Manajemen stok barang di Warung Madura juga bersifat pragmatis. Pemilik biasanya membeli barang dari distributor lokal atau pasar tradisional dengan jumlah yang disesuaikan kebutuhan harian, menghindari penumpukan stok yang tidak perlu. Barang dagangan ditata secara sederhana namun efisien: beras disimpan dalam wadah kaca seperti akuarium, rokok dipajang horizontal di rak, dan produk sachet digantung di langit-langit untuk menghemat ruang. Pendekatan ini memungkinkan mereka menawarkan beragam produk meski dalam ruang terbatas.

Keunggulan lain dari manajemen Warung Madura adalah hubungan personal dengan pelanggan. Pemilik atau penjaga sering mengenal pelanggan secara langsung, menciptakan ikatan yang sulit ditandingi oleh minimarket modern. Mereka juga fleksibel dalam melayani permintaan khusus, seperti menjual barang dalam jumlah kecil (eceran) atau memberikan utang sementara kepada pelanggan tetap. Faktor ini menjadi daya tarik utama, terutama di kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah yang membutuhkan layanan cepat dan terjangkau.

Namun, manajemen Warung Madura bukannya tanpa tantangan. Keterbatasan modal sering kali membuat mereka sulit bersaing dalam hal promosi atau ekspansi skala besar. Selain itu, ketergantungan pada tenaga keluarga dapat menjadi kendala jika tidak ada regenerasi atau jika anggota keluarga memilih pekerjaan lain. Meski begitu, semangat pantang menyerah dan fokus pada hasil—bukan gengsi—telah membuat Warung Madura mampu bertahan dan berkembang.

Persaingan dengan Alfamart dan Indomaret

Persaingan antara Warung Madura dan minimarket modern seperti Alfamart dan Indomaret menjadi salah satu aspek paling menarik dari fenomena ini. Alfamart dan Indomaret, yang masing-masing memiliki lebih dari 18.000 dan 20.000 gerai per 2023, mendominasi pasar ritel modern di Indonesia dengan kekuatan modal, jaringan distribusi nasional, dan branding yang kuat. Mereka menawarkan kenyamanan, kebersihan, dan teknologi seperti pembayaran digital, yang menjadi daya tarik bagi konsumen urban. Namun, Warung Madura berhasil menciptakan ceruk pasar sendiri dan bahkan “mengancam” dominasi kedua raksasa ini.

Salah satu keunggulan kompetitif Warung Madura adalah jam operasional 24 jam, yang tidak selalu diterapkan oleh Alfamart atau Indomaret di semua lokasi. Banyak minimarket modern tutup pada malam hari, terutama di daerah pinggiran, sementara Warung Madura tetap buka untuk melayani kebutuhan mendesak. Selain itu, Warung Madura sering kali berlokasi sangat dekat dengan pemukiman warga—bahkan hanya beberapa meter dari rumah pelanggan—sehingga lebih mudah diakses dibandingkan minimarket yang membutuhkan lahan lebih luas.

Harga juga menjadi medan persaingan utama. Warung Madura kerap menawarkan harga lebih murah atau setidaknya kompetitif, terutama untuk barang eceran seperti rokok, sachet kopi, atau bensin botol. Mereka tidak terikat pada standar harga korporasi seperti Alfamart dan Indomaret, sehingga bisa menyesuaikan margin keuntungan sesuai kondisi pasar lokal. Fleksibilitas ini menarik konsumen dari kalangan ekonomi menengah ke bawah yang lebih sensitif terhadap harga.

Namun, persaingan ini tidak selalu berjalan mulus. Alfamart dan Indomaret memiliki keunggulan dalam hal promosi, seperti diskon berkala dan program loyalitas, yang sulit ditandingi oleh Warung Madura. Selain itu, minimarket modern mendapat dukungan dari rantai pasok yang terintegrasi, memastikan stok barang selalu tersedia dan terjamin kualitasnya. Warung Madura, di sisi lain, kadang menghadapi kendala pasokan, terutama saat permintaan melonjak atau saat distribusi dari pasar terganggu.

Dari sisi lokasi, Warung Madura sering kali “berani” membuka toko di dekat gerai Alfamart atau Indomaret, bahkan hanya terpisah beberapa meter. Fenomena ini menunjukkan kepercayaan diri mereka dalam menarik pelanggan meski berada di bawah bayang-bayang ritel modern. Beberapa pengelola Warung Madura bahkan menyatakan bahwa mereka tidak menganggap minimarket sebagai ancaman utama, melainkan justru melihat sesama warung kelontong (seperti warung milik perantau Batak atau Kuningan) sebagai kompetitor yang lebih signifikan.

Dampak ke Warung Kelontong di Kampung

Kehadiran Warung Madura tidak hanya berdampak pada Alfamart dan Indomaret, tetapi juga pada warung kelontong tradisional di kampung yang dikelola oleh warga lokal. Sebelum Warung Madura menjamur, warung kelontong di kampung menjadi tulang punggung ekonomi mikro di pedesaan dan pinggiran kota. Namun, ekspansi Warung Madura—dengan jam buka 24 jam dan harga yang kompetitif—telah mengubah dinamika ini.

Bagi warung kelontong tradisional, Warung Madura sering dianggap sebagai “pesaing baru” yang merebut pangsa pasar. Banyak warung kampung yang hanya buka pada siang hari atau memiliki stok terbatas mulai kehilangan pelanggan karena tidak mampu menandingi fleksibilitas dan kelengkapan barang yang ditawarkan Warung Madura. Misalnya, seorang ibu rumah tangga yang membutuhkan sabun atau mie instan tengah malam akan lebih memilih Warung Madura yang buka 24 jam daripada menunggu warung kampung keesokan harinya.

Dampak ini terasa lebih signifikan di daerah suburban atau pinggiran kota, tempat Warung Madura mulai mendominasi. Warung kelontong tradisional yang biasanya dikelola oleh warga lokal sering kali tidak memiliki modal atau strategi untuk bersaing, sehingga banyak yang akhirnya tutup atau beralih profesi. Fenomena ini mencerminkan semacam “arus balik”: jika dulu minimarket modern menggerus warung kelontong tradisional pada awal 2000-an, kini Warung Madura menjadi ancaman baru bagi warung-warung tersebut.

Namun, ada pula dampak positif yang tidak bisa diabaikan. Keberhasilan Warung Madura menginspirasi beberapa pemilik warung kelontong lokal untuk berinovasi, seperti memperpanjang jam buka atau menambah variasi barang. Di beberapa daerah, terjadi simbiosis mutualisme di mana warung kampung menjadi pemasok kecil bagi Warung Madura, misalnya dengan menjual barang dalam jumlah grosir. Meski demikian, secara keseluruhan, Warung Madura cenderung lebih unggul dalam persaingan ini karena sistem manajemen dan etos kerja yang kuat.

Kebijakan Pemerintah

Kehadiran Warung Madura yang kian menjamur juga menarik perhatian pemerintah, terutama ketika muncul polemik terkait jam operasional mereka. Salah satu kasus yang mencuat adalah imbauan Lurah Penatih di Denpasar, Bali, pada April 2024, yang meminta Warung Madura tidak beroperasi 24 jam. Imbauan ini didukung oleh Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) dengan alasan perlunya mematuhi regulasi lokal, seperti Peraturan Daerah (Perda) Klungkung No. 13 Tahun 2018, yang mengatur jam operasional toko swalayan dan minimarket modern (10.00-22.00 Wita pada hari biasa dan hingga 23.00 Wita pada akhir pekan).

Reaksi terhadap kebijakan ini beragam. Pengusaha ritel modern, termasuk Alfamart dan Indomaret, mendukung pembatasan jam buka Warung Madura karena dianggap menciptakan persaingan tidak sehat. Mereka berargumen bahwa operasional 24 jam memberikan keuntungan berlebih kepada Warung Madura, terutama di daerah dengan regulasi ketat untuk minimarket. Di sisi lain, banyak kalangan—termasuk akademisi dan pelaku UMKM—menilai kebijakan ini kontraproduktif. Sosiolog seperti Khoirul Anwar dari Universitas Airlangga berpendapat bahwa Warung Madura, sebagai usaha rumahan skala kecil, seharusnya didukung, bukan dibatasi, karena mereka menjadi penopang ekonomi masyarakat mikro.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga turut angkat bicara. Menurut KPPU, Warung Madura dan ritel modern seharusnya saling melengkapi, bukan diadu dalam persaingan yang tidak seimbang. Mereka menyarankan harmonisasi kebijakan, seperti zonasi atau pengaturan produk, ketimbang pembatasan jam buka secara sepihak. KPPU bahkan berencana mengkaji lebih lanjut dampak Warung Madura terhadap ritel modern untuk memastikan persaingan yang adil.

Pemerintah pusat, melalui Kemenkop UKM, menegaskan dukungannya terhadap UMKM, termasuk Warung Madura, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan UMKM. Menteri Teten Masduki menyatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi kebijakan daerah yang bertentangan dengan kepentingan UMKM. Namun, hingga Februari 2025, belum ada regulasi nasional spesifik yang mengatur Warung Madura, meninggalkan ruang abu-abu yang sering memicu konflik kepentingan di tingkat lokal.

Catatan Akhir

Fenomena Warung Madura adalah bukti nyata ketahanan dan kreativitas sektor informal di tengah dominasi ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret. Dari sejarahnya yang berakar pada tradisi perantauan, manajemen berbasis kekeluargaan, hingga kemampuan bersaing dengan strategi sederhana namun efektif, Warung Madura telah mengukir ceruknya sendiri dalam ekonomi Indonesia. Meski memberikan tekanan pada warung kelontong tradisional di kampung, keberadaan mereka juga membawa inspirasi dan peluang baru. Pemerintah memiliki peran krusial untuk menciptakan kebijakan yang seimbang, mendukung UMKM seperti Warung Madura tanpa mengabaikan kepentingan ritel modern. Dengan pendekatan yang tepat, Warung Madura dapat terus menjadi simbol adaptasi dan ketangguhan ekonomi rakyat di era modern. (Heri)

Tags: jayakartanewsWarung Madura
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Bencana Naik Jadi 2.247 Kejadian, BNPB Imbau Warga Siaga Banjir, Angin Kencang dan Tanah Longsor

Bencana Naik Jadi 2.247 Kejadian, BNPB Imbau Warga Siaga Banjir, Angin Kencang dan Tanah Longsor

October 30, 2026
Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Belajar Kepemimpinan Empat Paus

Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Belajar Kepemimpinan Empat Paus

October 30, 2026
Conggo Meliala Dipilih Kembali Jadi Ketua Umum EMAKA BAN 2026-2031

Conggo Meliala Dipilih Kembali Jadi Ketua Umum EMAKA BAN 2026-2031

October 30, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version